SELAYANG PANDANG PERKAWINAN NEGEN DADUA DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL PADA MASYARAKAT ADAT BALI

WhatsApp

Deskripsi

Realitas sosial dan budaya yang terjadi di Bali belakangan ini, ditandai dengan banyaknya perubahan yang dilakukan oleh entitas masyarakat di antaranya terjadi dalam bidang perkawinan. Pada masyarakat adat Bali dewasa ini, dalam melakukan perkawinan tidak hanya melakukan perkawinan dengan bentuk perkawinan biasa atau perkawinan dalam bentuk nyeburin, tetapi pada sejumlah individu yang telah menjadi pasangan pengantin melakukan rekonstruksi dengan memilih bentuk perkawinan yang baru yang disebut dengan perkawinan negen dadua.

Konstruksi dengan pilihan bentuk perkawinan ini terjadi pada sejumlah pasangan pengantin di Bali, pada umumnya disebabkan karena keluarga dimaksud hanya memiliki anak tunggal baik laki-laki maupun perempuan. Kasus di Bali menunjukkan individu yang berstatus anak tunggal, tidak berkehendak memilih kawin dengan pranata perkawinan adat yang sudah melembaga seperti bentuk perkawinan biasa atau perkawinan nyeburin yang pada intinya dilakukan dengan cara menarik pengantin perempuan (predana) untuk masuk dan menjadi keluarga serta melanjutkan keturunan pada rumpun keluarga laki-laki (purusa).

Perubahan sosial dan budaya dalam konteks perkawinan negen dadua yang terjadi pada masyarakat adat Bali dipandang dapat memberi makna bahwa perkawinan dengan bentuk ini mampu menambah khazanah konseptual bentuk perkawinan adat di Bali, tidak hanya dalam bentuk perkawinan biasa dan bentuk perkawinan nyeburin, tetapi telah terjadi bentuk perkawinan negen dadua yang lebih bernuasa kekeluargaan dengan sistem parental-bilateral.

Informasi Tambahan

Halaman

104

Pengarang

Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si. dan Ni Putu Sawitri Nandari, S.H., M.H.

Ukuran

14 x 21

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “SELAYANG PANDANG PERKAWINAN NEGEN DADUA DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL PADA MASYARAKAT ADAT BALI”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *