Deskripsi
Pemahaman yang mendalam terhadap prinsip-prinsip hukum acara perdata dalam menjaga integritas sistem peradilan adalah sesuatu hal yang penting. Melalui buku ini, penulis berupaya menyajikan panduan yang komprehensif dengan pendekatan analitis berbasis studi kasus, guna menghubungkan teori hukum dengan penerapannya di lapangan. Buku ini memaparkan dinamika hukum acara perdata di tingkat judex facti maupun judex juris dan memberikan gambaran tentang bagaimana perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi memengaruhi hukum acara perdata di In- donesia, serta memperkaya wawasan para praktisi hukum maupun akademisi.
Dengan pendekatan sistematis dan praktis, buku ini juga diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam mengembangkan pemikiran hukum yang relevan dengan kondisi peradilan modern. Tidak hanya sekadar memaparkan aspek teoretis, tetapi juga menawarkan solusi yang bermanfaat dalam praktik peradilan sehari-hari.
Tentang Penulis
Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., lahir pada tahun 1966 dan telah mengabdi sebagai bagian dari institusi peradilan sejak tahun 1994. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, penulis menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Lubuk Linggau dan Bengkulu, kemudian melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan meraih gelar Sarjana dari IAIN Raden Fatah pada tahun 1990 dan Universitas Hazairin Bengkulu pada tahun 2002. Penulis juga meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Bengkulu pada tahun 2009. Kariernya dimulai sebagai Calon Hakim di Pengadilan Agama Lubuk Linggau, kemudian berkembang pesat hingga menduduki berbagai jabatan strategis, seperti Ketua Pengadilan Agama di beberapa wilayah, Wakil Ketua Pengadilan Agama di kelas IA, hingga Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Agama. Puncak karier penulis adalah ketika dipercaya sebagai Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, sebuah posisi yang diembannya sejak awal tahun 2024 hingga saat ini.
Semenjak menjabat sebagai Dirjen Badilag, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., telah banyak menorehkan prestasi gemilang. Salah satunya adalah keberhasilannya mempertahankan Ditjen Badilag MA RI sebagai penerima penghargaan Top Digital Awards Star 5. Atas kepemimpinannya yang visioner dan inovatif dalam implementasi teknologi digital, penulis juga dianugerahi penghargaan Top Leader 2024 on Digital Implementation 2024, yang semakin mengukuhkanreputasinya sebagai pemimpin berprestasi dalam dunia peradilan agama. Selain itu, salah satu terobosan penting lainnya adalah lahirnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2024 tentang Elektronik Akta Cerai (E-AC) yang menandai transformasi layanan dari manual ke digital. Dengan berbagai pembaruan dan inovasi yang dihadirkan, kepemimpinan penulis telah membawa kemajuan signifikan dalam lingkungan peradilan agama, menjadikannya institusi yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.








Ulasan
Belum ada ulasan.