Negeri Banyak Sopir Catatan Kritis Sosial-Politik Era Jokowi

WhatsApp

Deskripsi

Ditulis oleh Mohammad Isa Gautama, akademisi, kolumnis, dan penyair yang tak pernah menulis dengan setengah hati, Negeri Banyak Sopir menyajikan lebih dari sekadar kumpulan kolom. Tamparan halus sekaligus peluru tajam seolah ditembakkan melalui buku ini ke jantung hipokrisi kekuasaan, banalitas kepemimpinan, dan kegagapan bangsa dalam menghadapi kenyataan.

Berlandaskan kritisisme yang terjaga, aktualitas, riset mendalam, penulis menguliti wajah Indonesia era Jokowi dengan gaya bahasa yang hidup, penuh metafora, dan sarat makna. Tak hanya menyuarakan keresahan intelektual, buku ini menantang pembaca untuk berani berpikir dan bertanya lebih dalam: sudah tepatkah arah bangsa ini dikemudikan?

Di tengah membanjirnya buku yang ‘jinak’ dan ‘kompromistis’, kita butuh kumpulan kolom dan artikel yang konstruktif dan reflektif. Buku ini seakan berkata, alih-alih hanya menghapal, literasi sejatinya soal menggugat berbagai keganjilan dan penyimpangan.

Dilengkapi pengantar dari Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D (Guru Besar Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran), Negeri Banyak Sopir bukan hanya manifestasi introspeksi sosial- politik, tapi juga bentuk perlawanan terhadap sunyinya dunia akademik yang kian steril dari suara kebenaran.

“Keberanian Isa untuk menguliti kenyataan sosial-politik tanpa basa-basi dalam buku ini, dengan gaya bertuturnya yang khas, adalah representasi dari akademisi yang tak tunduk pada kebisuan akademik. Isa, melalui Negeri Banyak Sopir, menegaskan bahwa menulis adalah sebuah usaha melawan kelumpuhan akal sehat di tengah hegemoni opini yang dibentuk algoritma dan oligarki.”

Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D
Guru Besar Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.

Informasi Tambahan

Berat 350 gram
Halaman

224

Pengarang

Dr. Mohammad Isa Gautama, S.Pd., M.Si.

Tahun Terbit

2025

Ukuran

15,5 x 23

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Negeri Banyak Sopir Catatan Kritis Sosial-Politik Era Jokowi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *