PSEUDOPOWER: KUASA SEMU DI ERA ALGORITMA: Komunikasi Big Data untuk Politik, Bisnis, dan Kebijakan Publik (Dari Indonesia Berlandaskan Kearifan Lokal Nusantara)

Rp 155.000

WhatsApp

Deskripsi

Memahami Kuasa dan Makna di Era Disruptif: Komunikasi Digital dan Komputasi Sosial untuk Politik, Bisnis, dan Kebijakan menyajikan kajian mendalam dan komprehensif mengenai transformasi komunikasi di era digital yang didorong oleh perkembangan pesat big data dan teknologi komputasi sosial. Buku ini mengintegrasikan perspektif teori komunikasi, sosiologi, psikologi, politik, dan teknologi untuk menguraikan bagaimana kuasa dan makna dibentuk, diperebutkan, dan direproduksi dalam ruang digital yang semakin kompleks dan dinamis.

Dalam konteks disruptif saat ini dimana media sosial dan platform digital tidak hanya menjadi saluran komunikasi tetapi juga medan kontestasi kuasa simbolik dan arena produksi makna sosial-politik. Buku ini mengupas fenomena penting seperti pseudopower (temuan disertasi penulis), dinamika visibilitas algoritmik, serta implikasi ekonomi dan politik dari kapitalisme pengawasan digital melalui pendekatan interdisipliner berbasis data besar.

Buku ini juga menawarkan kerangka metodologis inovatif berupa kombinasi analisis jaringan komunikasi, data media sosial, analisis discourse kritis, dan studi netnografi. Pendekatan netnografi memberikan kedalaman kualitatif untuk memahami perilaku, budaya, dan interaksi pengguna digital secara naturalistik yang sangat berharga terutama dalam konteks bisnis dan pemasaran digital. Pendekatan discourse memberikan dimensi ideologis dan struktural dalam studi komunikasi digital dengan membongkar bagaimana bahasa digunakan untuk membentuk, mempertahankan, atau menantang kekuasaan dan ideologi dalam interaksi daring. Menggali makna tersembunyi dalam narasi digital juga mengaitkan praktek diskursif dengan konteks sosial yang lebih luas. Kombinasi ini menghasilkan analisis yang kaya dan kritis terhadap dinamika komunikasi digital, sangat relevan dalam konteks bisnis, pemasaran, dan studi sosial kontemporer.

Metode-metode ini dapat digunakan oleh akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk memahami dan mengelola arus informasi serta opini publik secara lebih efektif dan etis, serta untuk mengembangkan strategi komunikasi yang responsif dan berdaya guna.
Tulisan ini juga membahas aplikasinya dalam berbagai ranah strategis, mulai dari pemenangan politik dan pengelolaan kampanye digital, pengambilan keputusan bisnis berbasis insight komunikasi sosial, hingga perumusan kebijakan publik yang responsif terhadap dinamika masyarakat digital. Pendekatan ini menjadi solusi kontemporer untuk memahami tantangan dan peluang komunikasi di tengah lanskap digital yang terus berubah.

Dengan bahasa yang akademis namun (semoga) tetap mudah dipahami serta didukung oleh riset empiris dan konsep teoritis terkini, penulis berharap buku ini menjadi referensi penting bagi siapa saja yang ingin menggali lebih dalam hubungan antara teknologi data besar, komunikasi digital, dan kekuasaan sosial di era modern.

Barakallah aamiin.

Tentang Penulis

Dr. Irwan Dwi Arianto, S.Sos., M.I.Kom., merupakan dosen Ilmu Komunikasi dan Kepala Laboratorium Integrated Digital (Digital Terpadu) di Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik- Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penulis menempuh pendidikan sarjana Ilmu Komunikasi sebagai angkatan pertama program studi tersebut di UPN “Veteran” Jawa Timur, melanjutkan studi magister Ilmu Komunikasi, dan meraih gelar doktor Ilmu Sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga pada tahun 2023 melalui disertasi tentang kontestasi opini antara pengikut Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mengenai isu masa jabatan presiden “tiga periode” di Twitter berbasis algoritma jejaring sosial dan diskursus pengetahuan politik. Minat terhadap jaringan komunikasi mulai tumbuh ketika ia menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas dan belajar memahami jaringan komunikasi organisasi yang pada saat itu masih berlangsung secara manual.

Penulis memulai perjumpaan awal dengan apa yang kemudian ia pahami sebagai komunikasi big data ketika bekerja sebagai konsultan pada sebuah perusahaan kontraktor mekanikal elektrikal sekitar tahun 2008 sembari menjalani studi magisternya. Penulis membaca dan memantau percakapan di Yahoo Group untuk kepentingan perusahaan tanpa menyadari bahwa praktik tersebut merupakan bentuk awal pembacaan data besar untuk pengambilan keputusan komunikasi. Penulis mulai mengenal NodeXL pada tahun 2017, lalu mengembangkan ASIGTA pada tahun 2018. Ciptaan ASIGTA (Analisis Komunikasi Big Data) memperoleh pencatatan Hak Kekayaan Intelektual pada tahun 2019 dan sejak itu kombinasi NodeXL–ASIGTA digunakan sebagai alat bantu analisis untuk pemenangan berbagai kontestasi pilkada, antara lain pada tahun 2018, 2020, dan 2024. Penulis merancang dan mengembangkan Laboratorium Cyber PR Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur pada tahun 2019 serta Laboratorium Integrated Digital tingkat fakultas pada tahun 2024 untuk memperkuat pembelajaran, penelitian, dan layanan konsultasi di bidang komunikasi digital berbasis data besar sehingga mahasiswa dan mitra eksternal memiliki ruang uji coba strategi hubungan masyarakat, analisis jejaring, dan eksperimen platform ASIGTA secara terpadu.

Penulis memusatkan minat riset pada komunikasi digital, media sosial, komunikasi organisasi, komputasi sosial, dan big data. Penulis mengembangkan berbagai kajian tentang peta kekuatan kandidat presiden, opini publik terhadap kebijakan pandemic di Jurnal Internasional terindex Scopus, serta pola partisipasipolitik generasi milenial dengan memanfaatkan analisis jejaring dan data besar dari media sosial. Penulis juga aktif di Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), antara lain sebagai pengurus di Korwil Jawa Timur pada periode 2016 dan 2019, serta sebagai pengurus pusat pada periode 2022 dan 2025. Penulis menjadi pembicara pada forum internasional Asia/Pacific NodeXL Network Symposium tahun 2024 dan 2025, dan dijadwalkan kembali menjadi pembicara pada tahun 2026. Melalui kombinasi kerja akademik, pengembangan laboratorium, praktik konsultasi, dan platform ASIGTA, penulis berupaya menjembatani teori komunikasi dengan praktik analitik yang dapat digunakan peneliti, pemerintah, dan pelaku industry untuk membaca dinamika kuasa simbolik di ruang digital.

Informasi Tambahan

Halaman

232

Pengarang

Irwan Dwi Arianto

Ukuran

14 x 20,5

Berat Buku (gram)

350

Cetakan

1

ISBN

978-634-263-030-3

Jenis Cover

Art Carton

Jilid

Perfect Bending

Kertas Isi

Book Paper

Tahun Terbit

Januari 2026

Daftar Isi

Bab 1 K onstruksi Sosial dalam Komunikasi Digital       1

Big Data sebagai Infrastruktur Konstruksi Sosial dalam Komunikasi Digital 1

BAB 2 Entitas Komunikasi        7

Big Data sebagai Entitas Komunikasi 7

  1. Pengantar Konseptual. 8

  2. Karakteristik Big Data dalam Ilmu Komunikasi..10

  3. Big Data sebagai Praktik Sosial dan Representasi Makna.14

  4. Data Jejak (Trace Data) sebagai Teks Komunikasi.17

  5. Big Data sebagai Medan Kuasa dan Produksi Makna..20

Bab 3 PseudoPower    23

PseudoPower dan Dinamika Kuasa Simbolik Digital 23

  1. Definisi dan Konteks PseudoPower23

  2. Performa, Algoritma, dan Keterlihatan..26

  3. Studi Kasus: PseudoPower dalam Isu Politik dan Keagamaan29

  4. Kuasa Simbolik dalam Medan Platform..32

  5. Refleksi Kritis dan Konsekuensi Sosial.35

BAB 4 Me dan Kontestasi Baru 39

Platform sebagai Medan Kontestasi dan Visibilitas Digital 39

  1. Platform sebagai Arsitektur Komunikasi Sosial.40

  2. Medan Digital dan Perebutan Modal Simbolik40

  3. Rezim Visibilitas: Algoritma sebagai Mekanisme Kuasa.41

  4. Karakteristik Platform dan Dinamika Kuasa Digital42

  5. PseudoPower dan Logika Performativitas.43

  6. Platform sebagai Aktor Sosial dalam Ekosistem Komunikasi43

BAB 5 A fordasi Komunikasi     45

Studi Lintas Platform dan Afordansi Komunikasi 45

  1. Konsep Afordansi dan Mediasi Teknologis dalam Komunikasi46

  2. Twitter: Keterbukaan dan Fragmen Real-Time49

  3. YouTube: Konstruksi Otoritas melalui Narasi Panjang.50

  4. TikTok: Ekspresi Afektif dan Kuasa Emosional51

  5. Instagram: Visualisasi Identitas dan Kapital Estetik..52

  6. Facebook: Ekosistem Komunitas dan Reproduksi Narasi Lokal..53

  7. Interaksi Afordansi, Platform, dan Produksi Kuasa Digital.54

  8. Membaca Jejak Digital sebagai Struktur Sosial55

BAB 6 Paradoks Big Data 57

Representasi atau Distorsi Sosial? 57

  1. Big Data sebagai Representasi Sosial..59

  2. Distorsi: Algoritma sebagai Kurator Realitas60

  3. Data sebagai Arena Produksi Makna.62

  4. PseudoPower dan Ilusi Partisipasi..64

  5. Krisis Validitas dan Disinformasi..65

  6. Big Data sebagai Kapitalisme Pengawasan.66

  7. Menuju Epistemologi Data yang Kritis..68

BAB 7 A nalisis Komunikasi Big Data 71

Pengembangan Metode Riset Sosial Berbasis Big Data 71

  1. Model Riset Hibrida dan Multiparadigmatik.72

  2. Teknik Scraping dan Kurasi Data Jejak74

  3. Social Network Analysis (SNA) dalam Konteks Komunikasi76

  4. Analisis Discourse Kritis Berbasis Data78

  5. Mengkaji Komunikasi Digital melalui Netnografi dan Big Data.80

  6. Laboratorium Komunikasi Big Data sebagai Model Praktis82

BAB 8 Implementasi Komunikasi Big Data 85

Dari Teori ke Bisnis, Kebijakan, dan Praktik Sosial 85

  1. Big data untuk Inovasi Bisnis dan Strategi Komunikasi Pemasaran.88

  2. Big data dalam Perumusan dan Evaluasi Kebijakan Publik.91

  3. Penguatan Komunitas dan Respons Sosial Berbasis Data.93

  4. Data dan Transformasi Sosial: Dari Jejak Digital ke Intervensi Realitas96

  5. Kolaborasi Akademik, Pemerintah, dan Industri: Model ASIGTA..100

BAB 9 M odel Kolaborasi Riset Komunikasi Big data di Indonesia 105

AS IGTA           105

  1. Latar Belakang dan Filosofi ASIGTA.105

  2. Metodologi: Integrasi Teoretis dan Teknikal..106

  3. Fungsi Akademik dan Penguatan Laboratorium Ilmu Komunikasi.108

  4. Dukungan terhadap Kebijakan dan Pemerintahan109

  5. Sinergi dengan Dunia Industri dan Teknologi112

  6. Pengakuan Internasional dan Posisi Global ASIGTA115

BAB 10 Literasi dan Etika 119

Literasi Data dan Etika Komunikasi Digital 119

  1. Urgensi Literasi Data di Era Komunikasi Digital..119

  2. Bias Algoritma dan Representasi yang Menyesatkan.120

  3. Disinformasi, Deepfake, dan Tantangan Etika Baru.122

  4. Pendidikan Literasi Data sebagai Gerakan Sosial.122

BAB 11 De sain Infrastruktur Data Komunikasi 125

Desain Infrastruktur Data Komunikasi di Lembaga Pendidikan dan Pemerintahan 125

  1. Membangun Ekosistem Laboratorium Komunikasi Digital..125

  2. Perangkat Teknologi dan Perangkat Lunak Pendukung126

  3. Penguatan Fungsi Pendidikan dan Penelitian..127

  4. Model Desentralisasi dan Kolaborasi Antaruniversitas.129

  5. Dukungan Kebijakan Internal dan Sinergi Pemerintah132

  6. Interdisiplinaritas: Sinergi Ilmu Komunikasi dan Data Science..134

  7. Menjadi Pusat Advokasi dan Literasi Data Publik.138

BAB 12 Formulasi Ulang          141

Penutup: Kuasa, Komunikasi, dan Masa Depan yang Diformulasikan Ulang 141

  1. Refleksi Epistemologis Komunikasi di Era Big data.141

  2. Masa Depan Komunikasi: Tantangan dan Harapan.143

  3. Penutup: Dari Refleksi ke Komitmen144

DAFTA R PUSTAKA    145

Lampiran 1 149

Lampiran 2 173

Lampiran 3 191

Lampiran 4 197

Tentang penulis 205

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “PSEUDOPOWER: KUASA SEMU DI ERA ALGORITMA: Komunikasi Big Data untuk Politik, Bisnis, dan Kebijakan Publik (Dari Indonesia Berlandaskan Kearifan Lokal Nusantara)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *