Politik Lokal di Republik Gagal Paham: Kumpulan Esai Kritis

Rp 100.000

Stok habis

Ebook WhatsApp

Deskripsi

Bagi rakyat, politik bukan urusan koalisi atau oposisi tetapi bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari. Ambisi politik tentu wajar, selama pandai menginsyafi batasan etika guna mencegah perilaku amoral. Berbicara politik sebagai debat kebijakan itu baik, bukan kasak-kusuk elite berebut kekuasaan yang cenderung licik. Politik diciptakan dan dimanifestasikan berdasarkan filosofi dan tujuan untuk menyediakan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi manusia, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Tolong disudahi show gimmick politik yang menjual citra, sebab rakyat sudah terlatih memisah dusta dari kata. Politik itu mulia. Cara untuk memperjuangkan nilai. Politik praktis pada umumnya bising berintrik. Butuh nalar jernih dan sabar menavigasinya. Di sinilah urgensi profesional yang dilandasi rasional baik lokal maupun nasional.

Informasi Tambahan

Berat 350 gram
Halaman

266

Pengarang

Dr. Aries Harianto, S.H., M.H., C.Med.

Tahun Terbit

2025

Ukuran

14 x 21

ISBN

978-602-383-225-5

Daftar Isi

Persembahan v
Prolog: Keberpihakan Berbasis Kemanusiaan vii
Sekapur Sirih: Urgensi Menggugat Melalui Pendapat xi
Pengantar Sebelum Membaca xv
1 Filsafat Kritik pada Otoritas Politik 1
2 May Day: Buruh Merindu Kehadiran Negara 7
3 Bawaslu vs. Bupati Jember 11
4 Kebangkitan di Musim Survei 15
5 Merah Tidak Identik Soekarno 19
6 Darurat Dialektika Kampus 23
7 Menyulap Lahan Menjadi Rawon Pecel 29
8 Nikah Ulang Indah sebagai Fiksi 33
9 Kampus Bukan Tempat Selfie Politik 37
10 Setetes Darah, Menunggu Sensitivitas Bupati 41
11 Kritik di Republik Gagal Paham 45
12 Gagal Paham Kesepakatan Revisi Perda RTRW 49
13 ICMI Jember Reborn? 55
14 SOSPER Kenduri Korupsi? 59
15 Petisi KADIN di Republik Tembakau 65
16 Refleksi di Balik Perlawanan Warga Jember 69
17 Delusi Upah Buruh 73
18 Dicuri, Hak Upah Buruh Jember 2024 77
19 Debat Capres: Tuntunan atau Tontonan 81
20 Tak Gampang Menjerat Politik Uang 87
21 Surga Tak Lagi di Telapak Kaki Ibu 93
22 Pilpres 2024: Suara Mayoritas Bukan Suara Tuhan 97
23 Sesat Nalar Memahami Riset Hukum 101
24 ICMI: Abu Thalib di Padang Transisi 107
25 Meretas Jember Emas: ICMI Hendak Ke Mana? 113
26 Hipotesis Maraknya Seruan Moralitas Kampus 117
27 Antara Petahana, Gus Fawait, dan Anang Hermansyah 121
28 Menghakimi Rocky Gerung dan Hotman Paris Soal Filsafat di Ruang Peradilan 125
29 ICMI Merindu Kartini 131
30 Pancasila Saja Butuh Oposisi, Apalagi Prabowo 137
31 Atas Nama Konstitusi, Bersatulah Kaum Buruh Turun ke Jalan 143
32 Filsafat Rumah Cinta dan Tarian di Altar Pilkada 145
33 Personifikasi Pancasila Menggugat 151
34 Fenomena Bumbung Kosong dan Problematikanya 157
35 Duri Kemerdekaan Sisa Hukum Kolonial 161
36 Memahami Putusan MK dan Kalkulasi Politik Jember 165
37 Pilkada dalam Konstruksi Science 169
38 Berselancar dengan Filsafat 175
39 Bukan Debat Paslon 181
40 Filsafat Orang-orang Kalah 185
41 Tersisa di Era Jember Baru 191
42 Tradisi Kejut Seratus Hari Pemerintahan Daerah 197
43 Selamat Datang Jembaru Airlines di Bandara Pendalungan 201
44 Kebangkrutan Identitas Perguruan Tinggi sebagai Pengelola Tambang 207
45 Supremasi Pers dalam Ancaman 213
46 Revisi KUHAP: Berebut Kompetensi Mencabut Hak Asasi 217
47 Merawat dan Meruwat Potret Diri Polri 221
48 Surat Terbuka untuk Gus Fawait dan Pak Joko 229
49 Karena Sakit Jiwa, Kita Mudik 237
50 Marhaen, di Manakah Engkau Kini? 241

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Politik Lokal di Republik Gagal Paham: Kumpulan Esai Kritis”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *