“Apakah demokrasi Indonesia sedang bergerak menuju kematangan, atau justru terjebak dalam simulasi digital yang manipulatif?”
Di era digital, politik tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling berkuasa, melainkan oleh siapa yang paling mampu menguasai makna di benak publik. Buku ini membedah secara tajam transisi radikal komunikasi politik Indonesia: dari pola top-down yang kaku menuju arsitektur jaringan yang cair dan tak terprediksi.
Melalui analisis mendalam, Dr. Suko Widodo mengeksplorasi dalam buku ini berbagai fenomena krusial:
Dinamika Post-Truth: Bagaimana emosi dan persepsi visual kini lebih menentukan preferensi pemilih dibandingkan data dan program kerja.
Partisipasi Jaringan: Pergeseran kekuasaan dari elite partai ke tangan influenser, kreator konten, dan komunitas digital yang mampu menggerakkan massa dalam hitungan detik.
Krisis Kepercayaan: Melemahnya otoritas institusi formal di hadapan logika algoritma dan ruang publik yang terfragmentasi.
Dengan menggabungkan teori mediatization, political memetics, hingga simulacra, buku ini menawarkan perspektif baru bagi dosen, peneliti, dan pemerhati politik untuk memahami “mesin baru” politik Indonesia. Sebuah rujukan esensial bagi siapa saja yang ingin menyingkap realitas di balik layar gawai dan memahami denyut demokrasi Indonesia yang kini beresonansi dalam jaringan digital yang tak pernah tidur.
Informasi Tambahan
Berat
350 gram
Cetakan
1
Halaman
224
Pengarang
Dr. Suko Widodo
Ukuran
15 x 23
Ulasan
Belum ada ulasan.
Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Komunikasi Politik Indonesia dalam Pusaran Era Digital: Dinamika Post-Truth, Partisipasi Jaringan, dan Krisis Kepercayaan” Batalkan balasan
Ulasan
Belum ada ulasan.