KEDOKTERAN FORENSIK

Rp 123.000

WhatsApp

Deskripsi

Perkembangan sains forensik, dinamika regulasi, serta kompleksitas perkara medikolegal dewasa ini menuntut pembaruan cara pandang kedokteran forensik dan regulasinya, yang tak lagi hanya sekadar menghafal norma tetapi juga bergerak menuju penalaran reflektif yang berbasis bukti, etik, dan keselamatan pasien.

Buku ini diterbitkan bukan hanya sebagai kompilasi pasal dan doktrin normatif, tetapi juga sebagai peta jalan praktis untuk berkolaborasi—dokter, jaksa, penyidik, advokat, hakim, akademisi, dan mahasiswa—dalam menautkan kebenaran ilmiah dengan kepastian hukum. Buku ini dirancang dan disusun dengan pendekatan yang membumi dan mudah dipahami, menjembatani norma hukum, standar profesi serta praktik forensik, agar pembaca tidak hanya memahami “apa” yang harus dilakukan, tetapi juga “mengapa” dan “bagaimana” melakukannya secara benar. Struktur penyusunannya juga dibuat untuk memudahkan pembaca menavigasi materi dari ruang praktik ke ruang pengambilan keputusan hukum di bidang kedokteran forensik.

Informasi Tambahan

Berat 350 gram
Halaman

210

Pengarang

Prof. Dr. Andi Muhammad Sofyan, S.H., M.H. dan Andy Parawansa S., S.H., M.H., M.Psi.

Ukuran

14 x 20,5

Cetakan

1

ISBN

978-634-263-065-5

Tahun Terbit

Februari 2026

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

  • Prof. Dr. Andi Muhammad Sofyan, S.H., M.H.. v

  • Andy Parawansa S., S.H., M.H., M.Psi..vii

DAFTAR ISI xi

BAB 1 KEDOKTERAN FORENSIK 1

  1. Sejarah Perkembangan Kedokteran Forensik..1

  2. Pengertian Kedokteran Forensik. 6

  3. Ruang Lingkup Kedokteran Forensik 8

  4. Objek Kedokteran Forensik 10

  5. Tujuan dan Manfaat Kedokteran Forensik.15

BAB 2 PELAYANAN KEDOKTERAN UNTUK KEPENTINGAN HUKUM 25

  1. Istilah dalam Pelayanan Kedokteran untuk Kepentingan Hukum. 25

  2. Asas Nilai Pelayanan Kedokteran untuk Kepentingan Hukum..27

  3. Prinsip Penyelenggaraan Pelayanan Kedokteran untuk Kepentingan Hukum.28

  4. Bentuk Pelayanan Kedokteran untuk Kepentingan Hukum30xii

  5. Pertanggungjawaban Dokter Forensik.40

  6. Kode Etik dalam Kedokteran Forensik.44

BAB 3 TEMPAT KEJADIAN PERKARA (TKP) 51

  1. Pengertian Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tindakan Pertama di TKP, dan Pengolahan..51

  2. Ruang Lingkup TKP 52

  3. Tujuan Pemeriksaan TKP.. 53

  4. Tata Cara Kerja Penanganan TKP..56

  5. Model Olah TKP.60

BAB 4 IDENTIFIKASI KORBAN BENCANA MASSAL (DISASTER VICTIM IDENTIFICATION) 63

  1. Pengertian Identifikasi Korban Bencana . 63

  2. Prosedur Identifikasi Mengacu pada Prosedur DVI (Disaster Victim Identification) Interpol.65

  3. Tujuan Identifikasi Korban Bencana Massal.. 67

  4. Hambatan dan Kendala dalam Menerapkan Prosedur DVI68

  5. Sidik Jari dan DNA..69

BAB 5 KEMATIAN 71

  1. Pengertian Kematian.71

  2. Klasifikasi Kematian Kepentingan Hukum.72

  3. Jenis-jenis Kematian 73

  4. Cara Kematian 75

  5. Sebab Kematian 78

  6. Tanda-tanda Kematian..80

  7. Perubahan Sesudah Kematian82

BAB 6 LUKA 83

  1. Pengertian Luka83

  2. Ruang Lingkup luka..84

  3. Waktu Terjadinya Luka85xiii

  4. Jenis luka.86

  5. Macam-macam Luka ..89

  6. Kekerasan dalam Persetubuhan 91

  7. Pemeriksaan Forensik dalam Kasus Kejahatan Terhadap Kesusilaan94

BAB 7 VISUM ET REPERTUM 97

  1. Pengertian Visum et Repertum 97

  2. Dasar Hukum Visum et Repetitum98

  3. Pihak yang Berhak dan Cara Meminta Visum et Repertum100

  4. Fungsi Visum Et Repertum104

  5. Macam-macam Visum et Repertum.104

  6. Syarat dan Isi Visum et Repertum.106

  7. Hubungan Visum et Repertum dengan Kerahasiaan Kedokteran109

BAB 8 ASFIKSIA (MATI LEMAS) 115

  1. Pengertian Asfiksia (Mati Lemas)115

  2. Macam-macam Asfiksia116

  3. Jenis-jenis Asfiksia ..117

  4. Pembagian Gejala Asfiksia 120

  5. Tanda-tanda Umum pada Jenazah Asfiksia ..121

  6. Kasus yang Terkait dengan Asfiksía..121

BAB 9 AUTOPSI FORENSIK 131

  1. Pengertian Autopsi dan Istilah..131

  2. Dasar Hukum Autopsi Forensik .. 133

  3. Macam-macam Bedah Mayat140

  4. Pelaksanaan Autopsi Kedokteran Forensik . 144

  5. Cara Autopsi . 145

  6. Autopsi Ulang .148xiv

BAB 10 PROSEDUR PENGGALIAN MAYAT (EKSHUMASI) 149

  1. Pengertian Penggalian Mayat (Ekshumasi).. 149

  2. Dasar Hukum/Peraturan Ekshumasi untuk Kasus Pidana. 150

  3. Pelaksanaan Penggalian Mayat (Ekshumasi).. 153

  4. Prosedur Penggalian Mayat untuk Kepentingan Peradilan.. 153

  5. Prosedur Penggalian Mayat (Ekshumasi) Bukan untuk Bukan Peradilan 157

BAB 11 PENGGUGURAN JANIN (ABORSI) 159

  1. Pengertian Aborsi. 159

  2. Dasar Hukum/Peraturan Aborsi..160

  3. Jenis-jenis Aborsi. 166

  4. Metode Aborsi..167

  5. Penyebab Aborsi ..168

  6. Faktor Penyebab Aborsi.. 169

  7. Dampak dan Sanksi Hukum Akibat Aborsi 170

BAB 12 PEMBUNUHAN ANAK (INFANTICIDE) 173

  1. Pengertian Pembunuhan Anak..173

  2. Kriteria Pembunuhan Anak..174

  3. Faktor Penyebab Pembunuhan Anak..176

  4. Pemeriksaan Kasus Pembunuhan Anak ..177

  5. Tanda Kekerasan pada Pembunuhan Anak (Infanticide)….178

  6. Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Pembunuhan Anak (Infanticide).180

DAFTAR PUSTAKA 185

PARA PENULIS 193

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “KEDOKTERAN FORENSIK”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga suka…