Deskripsi
Buku ini ditulis berangkat dari pertanyaan mengapa di tengah kemajuan teknologi komunikasi yang luar biasa, manusia justru semakin sering salah paham, mudah terprovokasi, dan kehilangan kedalaman makna? Pesan menjadi viral, namun kebenaran sering tertinggal. Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca untuk berhenti sejenak dan merenungkan kembali hakikat komunikasi. Hal ini menjadi penting ketika komunikasi berubah menjadi sekadar alat pencarian perhatian, sensasi, dan keuntungan.
Perspektif Islam dalam buku ini dihadirkan sebagai panduan nilai. Dalam Islam, komunikasi bukan aktivitas netral dan bebas nilai, melainkan amanah. Konsep-konsep seperti qaul sadid, qaul ma’ruf, tabayun, serta teladan komunikasi profetik menjadi landasan untuk menghadapi tantangan komunikasi di era media digital, algoritma, dan kecerdasan buatan. Buku ini diharapkan menjadi ruang dialog dan refleksi bagi mahasiswa, dosen, jurnalis, praktisi media, aktivis dakwah, serta masyarakat.
Ulasan
Belum ada ulasan.