BOCAH NDESO MLEBU PENDOPO
WhatsApp
Deskripsi
“Dalam buku biografi yang ditulis sejarawan ini lebih banyak berisi tentang keberadaan “Sambari Halim Radianto” dilihat dari beberapa ruang, antara lain: Genealogis dan Lingkungan Keluarga; Internalisasi Keilmuan; Membangun Biduk Rumah Tangga; Di Tengah Kancah Kepemudaan; Filsafat Hidup dan Gaya Kepemimpinan; Dinamika dan Pencapaian dalam Panggung Politik di Gresik; dan Inovasi dan Prestasi. Semoga apa yang termaktub dalam buku yang diteliti secara empiris dan metodologis ini bisa dipertanggungjawabkan secara akademis”.
Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si., Bupati Gresik
“Pak Sambari itu orangnya memiliki idealisme yang tinggi. Ketika beliau ingin melakukan sesuatu, maka beliau harus tahu persis, syarat-syarat apa yang harus disiapkan untuk memperoleh sukses itu. Terhadap aturan, beliau orang yang sangat taat sekaligus takut, artinya takut melakukan pelanggaran. Sehingga beliau berusaha untuk memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya, membaca setuntas-tuntasnya. Selama ini kita melihat para pejabat tinggal menandatangani surat yang telah didisposisi oleh bawahannya. Tetapi Pak Sambari tidak begitu. Beliau masih membaca lagi dengan teliti semua surat yang akan beliau tandatangani.”
Dr. H. Moh. Qosim, M.Si., Wakil Bupati Gresik
“Kisah biografi selayaknya dipahami dalam konteksnya, yaitu sarat dengan subjektivitas. Konteks subjektivitas itu bukanlah dalam makna yang buruk, atau negatif, karena bagaimanapun, subjektivitas itulah pilihan yang terbaik dalam menguraikan biografi, sesuatu yang kaya akan dimensi personal, sangat pribadi, yang dialami seseorang. Karena itu memahami perjalanan hidup seseorang yang dituliskan, kita harus memaknai subjektivitas tersebut, yang dalam adonannya, pastilah akan tersurat juga objektivitas dari kisah tersebut. Fakta-fakta sosial yang dikemukakan dalam buku ini menunjukkan hal tersebut, sehingga subjektivitas yang menjadi bingkai narasi menjadi positif dalam paduan fakta objektivitasnya.
Berbagai kisah hidup seorang anak manusia di dalam buku ini dilukiskan dengan syarat keberagaman, bukan saja realitas sosial yang dijadikan pusat bahasan, tapi juga pemaknaan yang diberikan terhadap realitas itu. Di dalam keberagaman kisah hidup dalam menapaki jalan berliku itu tersirat nuansa lembut manusiawi yang terbentang bahkan hingga dimensi spiritualitas kemanusiaan yang tinggi. Tokoh anak manusia ini berupaya untuk memahami kenyataan jalan yang dipatiknya yang berliku itu bukan dengan emosionalitas pemberang, namun dengan spiritualitas kemanusiaan yang sederhana. Boleh jadi hal itu dilatarbelakangi dunia sosial kehidupannya yang sangat biasa dalam konteks pedalaman/ndeso yang jauh dari pendopo itu.”
Prof. Dr. Hotman M. Siahaan, Akademisi Universitas Airlangga
Ulasan
Belum ada ulasan.