Ruang Belajar Menjadi Manusia: Perjalanan Pencinta Alam

Rp 150.000

WhatsApp

Deskripsi

Banyak manfaat, pelajaran, nilai-nilai luhur dan filosofi dapat diambil dari pengalaman berkegiatan di alam, baik sebagai pencinta alam maupun pencinta lingkungan, yang tentunya tidak ditemui dan bahkan tidak diajarkan di bangku sekolah. Pemikiran ini, kemudian mendorong Djoko Prayitno, siswa kelas II SMAN 8 Jakarta, pada tahun 1972, menginisiasi pembentukan PUAPALA (Putra-Putri Pencinta Alam) SMAN 8 Jakarta

Informasi Tambahan

Berat 350 gram
Halaman

290

Pengarang

Editor Didot Mpu Diantoro Endang Mariani Raditya Padmawangsa Sulistya Pribadi Suradi, Endang Mariani Djoko Prayitno Sugiarto Raharjo Sulistya Pribadi Handara Yudha Setia Pribadi Didot Mpu Diantoro, Krisna Purwana Arief Budiman (Ai) Siswoyo Adi Tri Yudianto aka Gembi Nina Masjhur Patudi Ikhwan Darius Krisdanu Purwana Arie Widowati Kristanto Hartadi, Maman Hermansyah Dinawaty Indryani Nurul 'inay' Inayah Nita Raditya Padmawangsa dr. Satrio Dwi Prasojo, SpOG, FMAS, FInd-Inf. Riry Syarifah Agus Kepsek Suradi

Ukuran

15 x 23

Cetakan

1

ISBN

978-602-383-262-0

Tahun Terbit

Agustus 2026

Daftar Isi

Lembar Apresiasi i

Kata Pengantar ii

Pengantar Redaksi iii

Gerbang Wacana Puapala dan EXPA 1

  1. Jejak Sejarah Puapala dan EXPA – Endang Mariani 3

  2. Sepotong Cerita Awal Mula Puapala – Sulistya Pribadi 11

  3. Puapala, EXPA, Milestone! – Handara Yudha 17

  4. Sekelumit Catatan Peristiwa Pemilihan Pengurus EXPA – Setia Pribadi 27

  5. Ngalor Ngidul Soal EXPA – Didot Mpu Diantoro 33

  6. Puapala pada Periode Kami (76-77) – Krisna Purwana 41

  7. Semua Bermula Dari Puapala – Arief Budiman (Ai) 45

  8. Langkah Panjang itu Bernama Puapala – Siswoyo Adi 49

  9. Kemping Puapala: Emblem Punya Cerita – Siswoyo Adi 57

  10. Romantisme Puapala ’86 dan EXPA

– Tri Yudianto aka Gembi 67

  1. Maman, Teman yang Pergi Tanpa Pulang

– Nina Masjhur 77

  1. Melatih dan Berlatih bersama Puapala dan EXPA

– Patudi Ikhwan 85

Ruang Pecinta Alam 89

  1. Mendaki Perlahan di Usia Senja – Darius Krisdanu Purwana 91

  2. Menolak Tua di Puncak Rinjani – Arie Widowati 97

  3. Bersama Puapala Berlatih Rappelling dan Penyeberangan Kering – Kristanto Hartadi 103

  4. Perjalanan Panjang Menjaga Impian – Maman Hermansyah 111

  5. Di Antara Dewa Pujaan – Din Dina 121

  6. Triple Trip Summit of Central Java – Nurul Inayah 125

  7. Cerita Kecil Kami

– Nita (istri almarhum Gindarto Danardono 80) 131

  1. Family Camp Perdana, Anak-anak Ketagihan Kemping Bareng – Raditya Padmawangsa 137

  2. Perjalanan tentang UmSuJiSu – Riry Syarifah 141

  3. Via Ferrata, Menyapa Diri Sendiri – Satrio Dwi Prasojo 153

  4. Family Camp Rasa Memory Camp – Setia Pribadi 7 157

  5. Ekspedisi Semeru, Gie dan Herman Lantang

– Sulistya Pribadi 163

Jejak Kemanusiaan dalam bencana 169

  1. SAR Mendebarkan di Gunung Ciremai di Ciremai,

– Agus Kepsek 171

  1. Tsunami Aceh: Sebuah Memori Perjalanan 1

– Setia Pribadi 175

  1. Tsunami Aceh: Sebuah Memori Perjalanan 2

– Setia Pribadi 181

  1. Anak Gunung Selalu Ingin Jadi Orang Baik

– Sulistya Pribadi 187

  1. Mencintai Alam, Bukan Hanya Keindahannya

– Endang Mariani 193

  1. Pengabdian Alumni dan Guru Smandel untuk Warga

Bukit Duri – Suradi 201

  1. Membangun Mimpi dan Harapan Anak-Anak Bukit Duri ke Luar Negeri – Suradi 219

Kronika jejak Diri 229

  1. Lintas Desa Kawasan Kanekes di Baduy – Agus Kepsek 231

  2. Member Gets Member, Nepal – Chormen 235

  3. Wisata Kuil Nepal – Chormen 241

  4. Bonus: Ketua EXPA yang Mana? 247

  5. Menyusuri Pulau Dewata dengan Dua Roda – Indra Prakoso 249

  6. Motoran usia 40+ – Satrio Dwi Prasojo 257

Jejak yang Tak Pernah Usai: Danar 261

Tribute to Danar 263

Penoreh Kenangan Buku 267

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Ruang Belajar Menjadi Manusia: Perjalanan Pencinta Alam”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *