Informasi Tambahan
| Berat Buku (gram) | 310 |
|---|---|
| Cetakan | 6 |
| Halaman | 226 |
| ISBN | 978-602-7985-17-9 |
| Jenis Cover | Art Carton 310 gr |
| Jilid | Perfect Bending |
| Pengarang | Drs. M Fauzan, S.H., M.M |
| Tahun Terbit | May-16 |
| Ukuran | 15 x 23 |
DAFTAR ISI
BAB 1 ASAS-ASAS HUKUM KEKUASAAN KEHAKIMAN DI INDONESIA. .. 1
A. Asas-asas Umum Kekuasaan Kehakiman. . 1
B. Asas-asas Badan Peradilan. . 2
C. Asas-asas pada Hakim dan Kewajibannya. .. 7
D. Kedudukan Hakim dan Pejabat Peradilan. 8
E. Asas-asas dalam Pemeriksaan Perkara. . 9
BAB 2 PASAL-PASAL ACARA MENGAJUKAN GUGATAN DAN PENERIMAAN PERKARA. . 19
A. Mengajukan Gugatan. 19
1. Cara Mengajukan Gugatan. . 19
2. Asas Umum Tempat Mengajukan Gugatan. . 19
3. Ketentuan Khusus Tempat Mengajukan Gugatan. 20
B. Saran-saran Kepada Penggugat yang Akan Mengajukan Gugatan. 21
C. Cara Mengajukan Gugatan Secara Lisan bagi yang Buta Huruf 21
D . Pendaftaran, Panjar Biaya Perkara, Penetapan Hari Sidang, Panggilan Sidang, dan Mempertimbangkan Hari Sidang dengan Jarak Tempat Tinggal Para Pihak. . 21
E. Permohonan dan Pemeriksaan Perkara Secara. . 22
F. Kuasa Hukum, Bentuk-bentuk Surat Kuasa, Hakim Berwenang Memerintahkan kepada Kuasa Hukum untuk Menghadirkan Pihak Prinsipiel.. 2
BAB 3 PASAL YANG BERKAITAN DENGAN ACARA PUTUSAN GUGUR, VERSTEK, VERSET, DAN PERDAMAIAN. 27
A. Putusan Gugur. .. 27
B. Putusan Verstek. 27
C. Toleransi Panggilan untuk Kedua Kali dalam Putusan Verstek. . 28
D. Pelaksanaan Putusan Verstek. 29
E. Putusan Provisional. 29
F. Verset . .. 29
1. Acara Verset Atas Putusan Verstek. . 29
2.Asas-asas untuk Menentukan Tenggang Waktu Verset. 29
G. Putusan Perdamaian. .. 30
BAB 4 PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PERSIDANGAN. .. 37
A. Upaya Perdamaian Belum Berhasil. . 37
B. Petunjuk-petunjuk oleh Ketua Majelis Hakim Kepada Para Pihak Agar Tercapai Persidangan yang Sederhana dan Cepat. .. 38
C. Pengertian Gugat Balik (Rekonvensi), Syarat-syarat Gugat Rekonvensi, dan Kapan Gugat Rekonvensi Harus Disampaikan. .. 38
D. Kewenangan Pengadilan Agama. .. 39
1. Wewenang Relatif. 39
2. Wewenang Mutlak. .. 39
E. Segera Memeriksa Perkara yang Diterima. .. 39
F. Tangkisan yang Bukan Mengenai Kewenangan Pengadilan. .. 40
BAB 5 HUKUM PEMBUKTIAN DAN ALAT-ALAT BUKTI. 41
A. Pembuktian. 41
B. Hukum Pembuktian. 41
C. Alat-alat Bukti. .. 41
D . Alat Bukti Surat. 42
1. Akta Autentik. 42
2. Akta di Bawah Tangan. .. 42
3. Kualitas Tanda Tangan dalam Akta di Bawah Tangan dan Cap Jari dalam Akta di Bawah Tangan yang Disahkan Notaris. . 43
4. Kekuatan Pembuktian Akta di bawah Tangan yang Diakui, Menjelma Menjadi Alat Bukti Sempurna. . 43
5. Surat Perjanjian Utang di Bawah Tangan. 44
6. Kualitas Akta di Bawah Tangan yang Tidak Dilengkapi dengan Suatu Keterangan. 45
7. Surat Urusan Rumah Tangga. . 45
8. Catatan Penagih Utang. . 46
9. Surat-surat Tanda Hak. . 46
10. Fotokopi yang Dijadikan Alat Bukti Harus Dicocokkan dengan Surat Aslinya. . 46
11. Kedudukan Buku Kas Umum. . 47
12. Surat Pengakuan Melepaskan Orang dari Suatu Kewajiban. . 47
13. Akta yang Dibenarkan dengan Suatu Perjanjian. .. 48
14. Salah Satu Pihak yang Beperkara dapat Melihat Surat-surat yang Diserahkan Kepada Majelis Hakim di Persidangan. .. 48
E. Alat Bukti Saksi. 49
1. Saksi yang Tidak Mau Dihadirkan dapat Dihukum. . 49
2. Pemeriksaan Saksi di Tempat Saksi. 50
3. Saksi Bertempat Tinggal di Luar Daerah Hukum Pengadilan yang Memeriksa Perkara. . 51
4. Kualitas Satu Orang Satu Saksi Saja. .. 52
5. Kesaksian Beberapa Orang yang Terpisah-pisah dan Berdiri Sendiri. . 52
6. Syarat-syarat Kesaksian. 52
7 . Cara Pemeriksaan Saksi di Persidangan. .. 52
8. Saksi yang Tidak Dapat Didengar sebagai Saksi. . 53
9. Saksi yang Dapat Mengundurkan Diri sebagai Saksi. 53
10. Saksi Harus Mengangkat Sumpah Sebelum Memberikan Keterangannya. .. 54
11. Tata Cara Para Pihak Mengajukan Pertanyaan Kepada Saksi. . 54
12. Ketentuan-ketentuan tentang Saksi dalam KUH Perdata Perkara Pidana 55
13. Keterangan Saksi Ditulis dalam Berita Acara. 55
F. Pemeriksaan di Tempat Objek Sengketa. .. 55
G. Keterangan Saksi Ahli. 55
H. Nilai Kesaksian. . 56
I. Alat Bukti Persangkaan. 56
J. Alat Bukti Pengakuan. 56
1. Pengakuan Bulat. . 56
2. Pengakuan di Luar Sidang. .. 57
3. Pengakuan Berklausul. .. 57
K. Alat Bukti Sumpah. .. 57
1. Sumpah. 57
2. Sumpah Supletoir. . 57
3. Sumpah Decissoir. 58
4. Sumpah yang Dilakukan oleh Kuasa Hukum. 58
5. Tata Cara Mengangkat Sumpah. 59
-
Penundaan Sidang. .. 59
7. Pembayaran Biaya Perkara Salah Satu Pihak Lebih Dahulu. . 60
BAB 6 ACARA PENGAMBILAN PUTUSAN. 61
A. Musyawarah Majelis Hakim. 61
B. Hakim Mengadili Semua Bagian Gugatan, Dilarang Memberikan Putusan yang Tidak Diminta Atau Melebihi yang Diminta. . 61
C. Pembacaan Putusan Harus Dilakukan dalam P ersidangan Terbuka untuk Umum. 62
D . Biaya Perkara Dibebankan Kepada Pihak yang Kalah. . 62
E. Biaya Perkara dalam Bidang-bidang Hukum Perkawinan Dibebankan Kepada Penggugat/Pemohon. . 63
F. Perincian Biaya Perkara. 64
G. Biaya Perkara dan Hal-hal yang Harus Dibayar K epada Pihak Lain. 64
H. Isi Putusan. .. 65
I. Putusan Sela. .. 65
J. Berita Acara Persidangan. . 65
K. Ketua Majelis Hakim Berhalangan Menandatangani P utusan atau Berita Acara. 66
BAB 7 UPAYA HUKUM BANDING. . 67
A. Banding . .. 67
BAB 8 PELAKSANAAN PUTUSAN PENGADILAN. . 71
A. Cara Mengajukan Permohonan
Pelaksanaan Putusan Pengadilan. 71 -
Sidang Peringatan untuk Melaksanakan Putusan. . 72
C. Penyitaan Eksekusi. . 73
D . Tata Cara Penjualan Barang Sitaan. 75
E. Derden Verset. 79
F. Prosedur Pelaksanaan Sita Eksekusi. .. 80
G. Sita Eksekusi Atas Akta Hipotek dan Surat Utang Autentik. 83
H. Hukuman untuk Melakukan Suatu Perbuatan. .. 83
I. Sita Hak Milik (Revindikator). 84
J. Sita Jaminan (Konservator). 85
BAB 9 ACARA PERMOHONAN PERWALIAN. .. 87
A. Orang yang Berada di Bawah Perwalian dan yang Berhak sebagai Wali. 87
B. Tempat Pemeliharaan Orang yang Berada di Bawah Perwalian. . 89
BAB 10 ASAS-ASAS HUKUM ACARA PERDATA
DALAM NASKAH RISALAH AL-QADLA
UMAR BIN KHATHTHAB. .. 91
A. Naskah Risalah al-Qadla Umar Bin Khathab. . 91
B. Terjemahan Naskah Risalah al-Qadla Umar bin Khathab. .. 93
C. Asas-asas Hukum Acara Perda dalam Naskah Risalah Al-Qadla . .. 94
1. Kedudukan Lembaga Peradilan. 94
2. Memahami Kasus Persoalan, Baru Memutuskannya. .. 94
3. Samakan Pandangan Anda kepada Kedua Belah Pihak, dan Berlaku Adillah. 95
4. Kewajiban Pembuktian. . 95
5. Lembaga Damai. 95
6. Penundaan Persidangan. .. 95
7. Kebenaran dan Keadilan Adalah Masalah Universal. .. 95
8. Kewajiban Menggali Hukum yang Hidup dan Melakukan Penalaran Logis. 95
9. Orang Islam Haruslah Berlaku Adil. 96
10. Larangan Bersidang Ketika Sedang Emosional. . 96
BAB 11 PEMBARUAN HUKUM ACARA PERDATA DALAM SEMA DAN PERMA. . 97
1. Permohonan Kasasi yang Tidak Memenuhi Persyaratan Formal Tidak Perlu Diteruskan ke Mahkamah Agung. . 97
2. Prosedur Acara Gugatan Perwakilan Kelompok(Class Action). . .. 98
3. Prosedur Mediasi, Tahapan Proses Mediasi, Tempat, dan Biaya Mediasi. 106
4. Perubahan Kenaikan Biaya Administrasi. . 112
5. Petunjuk dan Syarat-syarat dapat Dijatuhkannya Putusan Serta-Merta dan Provisional. 113
6. Memperketat Penjatuhan Putusan yang Dapat Dijalankan Lebih Dahulu (Uitvoerbaar bij Vooraad). . 116
7. Permasalahan Acara dalam Putusan Provisional. 117
8. Gugatan Provisional Dikabulkan, Maka Pelaksanaan Putusannya Harus Ada Persetujuan dari Pengadilan Tinggi yang Meliputi Wilayah Hukum PN/PA. . 118
9. Acara Penerapan Putusan Serta-Merta (Uitvoerbaar bij Voorraad) dan Provisional. . 119
10. Permasalahan Putusan Serta-Merta (Uitvoerbaar bij Voorraad) dan Provisional. . 122
11. Asas Kehati-hatian dalam Menjatuhkan Putusan Serta-Merta dan Provisional. 123
12. Perkara-perkara Hukum yang Perlu Mendapat Perhatian Pengadilan . . 124
13. Dalam Hal Ada Pengaduan, Pelapor Harus Didengar untuk Memperoleh Bukti-bukti. . 125
14. Pentingnya Pemeriksaan di Tempat Objek Sengketa untuk Menghindari Putusan Non- Executable. 126
15. Pemberdayaan Pengadilan Tingkat Pertama Menerapkan Lembaga Damai. . 127
16. Penanganan Perkara yang Berkaitan dengan Nebis In Idem (SEMA Nomor 3 Tahun 2002). .. 129
17. Pejabat Pengadilan yang Melaksanakan Tugas Yustisial Tidak Dapat Diperiksa, Baik sebagai Saksi atau Tersangka Kecuali yang Ditentukan oleh Undang-Undang. 130
18. Hakim yang Akan Pensiun, Hanya Boleh Menangani Perkara Sampai dengan Satu Hari Sebelum Tanggal Kelahiran. . 131
19.Hakim yang Telah Memperoleh Surat Keputusan Mutasi, Diberi Waktu 3 (Tiga)Bulan untuk Menyelesaikan Perkara, Terutama Memutasi Perkara. .. 132
20. Permohonan Mutasi/Promosi Hakim dan Tenaga Teknis Peradilan Harus Sepengetahuan Ketua Pengadilan Tinggi yang Bersangkutan. 133
21. Ketentuan Surat-surat yang Harus Kena Bea Meterai sebagai Alat Pembuktian. .. 134
22 Pemberitahuan Putusan Pengadilan Banding kepada Kedua Pihak yang Beperkara. .. 137
23. Surat-surat yang Hanya Dibubuhi Cap Jempol, Harus Disahkan Dahulu di Pengadilan Negeri dan Kecamatan. . 139
24. Surat Kuasa Khusus, Harus Menyebutkan Secara Jelas Tindakan-tindakan yang Dikuasakan.. 139
25. Keharusan Pasang Lambang Negara di Ruang Sidang Pengadilan. .. 140
26. Konsep Putusan dan BAP Harus Telah Selesai Saat Putusan Dibacakan. . 141
27. Pemberitahuan Putusan Mahkamah Agung kepada Kedua Pihak yang Beperkara Harus Melalui Pengadilan Tingkat Pertama. . 142
28. Saat Perkara Diputus, Perkara Harus Telah Selesai Diminutir. . 142
29. Macam-macam Pendapat dalam Secara Verstek dan Verset. .. 143
30. Rumusan dalam Menyusun Amar Putusan. . 144
31. Penyelesaian Perkara Perumahan . .. 145
32. Tentang Izin Sidang Hakim Tunggal.. 146
33.Pemeriksaan dan Memutus Perkara oleh Hakim Tunggal. . 147
34. Hakim yang Bersidang Harus Menggunakan Toga. 148
35. Perlunya Suatu Surat Keterangan Keahliwarisan dari Ahli Waris yang Meneruskan Perkara dalam Tingkat Kasasi. 148
36. Berkas Perkara yang Dikirim ke Mahkamah Agung Supaya Dijahit dengan Baik. .. 149
37 . Memberikan Pertolongan kepada Hakim atau Keluarganya yang Sedang dalam Perjalanan. ..150 -
Mutasi Hakim dalam Rangka Tour of Duty/Area. . 150
39. Persidangan dengan Majelis. .. 151
40. Pejabat-pejabat Pengadilan Dilarang Memakai Barang-barang Bukti Perkara yang Akan atau Sidang Diperiksa. 152
41. Cek sebagai Barang Bukti. 152
42. Pemeriksaan Perkara di Pengadilan Harus Terbuka untuk Umum. 153 -
Surat Kuasa Khusus. 153
44. Ketua Pengadilan dan Hakim yang Tertua dalam Jabatan Hakim Harus Bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim. .. 154
45. Dilarang Semua Ketua, Wakil Ketua, Hakim Anggo ta Pengadilan Tinggi Meninggalkan Daerah Hukumnya Lebih dari 3 (Tiga) Hari. 155
46.Putusan Harus Memuat Alasan, Dasar, Pasal-pasal, atau Sumber Hukum Lain yang Berkaitan. 155
47. Pemeriksaan Perkara di Pengadilan dan Pembacaan Putusan Harus Terbuka untuk Umum. .. 156
48. Pemeriksaan Perkara Besar, Menarik Perhatian Masyarakat Harus Diperiksa oleh Majelis Hakim. . 158
49. Agar Lebih Berhati-hati dalam Menerapkan Lembaga Sita Jaminan (Conservatoir Beslag). . 159
50. Ihwal Permasalahan dalam Pengangkatan Anak. 160
51. Surat Izin Penyitaan Harus Dilampirkan dalam Berkas Perkara. .. 170
52. Akta Penerimaan Risalah Kasasi Harus Diberitahukan Tembusannya Kepada Pemohon Kasasi yang Bersangkutan. 171
53. Memori Kasasi Tambahan yang Diajukan di Luar Tenggang Waktu 14 Hari. 171
54. Penggunaan Kalimat “Untuk Dijual Lelang”. .. 172
55. Sidang dengan Hakim Tunggal. . 172
56. Bimbingan Teknis Kepada Para Hakim dengan Cara: Membuat Catatan Samping. . 173
57 . Izin Penyitaan Tidak Dapat Dicabut/Dibatalkan oleh Ketua Pengadilan Negeri. .. 174
58. Putusan Pengadilan yang Sudah Memperoleh K ekuatan Hukum Tetap yang Tidak Memuat Kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. 175
59. Mengisi Daftar Kegiatan Persidangan. 176
60. Permasalahan Pengangkatan Anak. . 176
61. Petunjuk Pembuatan Buku Register Akta Cerai pada Pengadilan Agama. .. 178
62. Petunjuk Pengiriman Berkas ke Mahkamah Agung. 178
63. Penyelesaian Perkara dan Penyempurnaan Pola-pola Register Perkara.. 179
64. Panitera Bertanggung Jawab Atas Pengurusan Biaya Perkara dan Ketua Melakukan Pengawasan. .. 181
65. Panitera Bertanggung Jawab Atas Pengurusan Biaya Perkara, Ketua Pengadilan Melakukan Pengawasan. . 182
66. Pembinaan Personel dan Kepemimpinan Pengadilan. . 182
67. Tentang Waktu Perlawanan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali Selama Masa Uji Coba 5 (Lima) Hari Kerja. .. 183
68. Biaya Administrasi Sepenuhnya untuk Menunjang Biaya Operasional Pengadilan. 184
69. Surat Khusus Hanya untuk Keperluan Tertentu . . 185
70. Acara Permohonan Pemeriksaan Sengketa Kewenangan Mengadili. 186
71. Mutasi Ketua, Hakim, Pejabat Kepaniteraan Pengadilan, dan Kewenangan Melakukan Tindakan Yustisial. 188
72. Pertanggungjawaban Berkas Perkara dan Keuangan Pihak Ketiga dalam Rangka Serah Terima Jabatan Ketua dan Panitera Pengadilan. 189
73. Penyempurnaan Pembuatan Akta Cerai Eks.Pasal 84 ayat (4) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Sebagaimana Tercantum dalam Lampiran Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 1990. 191
74.Kelengkapan Berkas Perkara yang Dimohonkan Kasasi/Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. . 192
75. Penyelesaian Perkara Harus Sudah Selesai dalam Tenggang Waktu 6 (Enam) Bulan Termasuk Minutasi. . 193
76. Acara Penerapan Lembaga Paksa Badan . . 195
77 . Pemungutan Biaya Perkara. . 197
78. Dokumen Elektronik sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali. 198
DAFTAR PUSTAKA . 201
INDEKS . 203
TENTANG PENULIS . 209








