Pokok-pokok Hukum Acara Perdata Peradilan Agama

Rp 66.000

WhatsApp

SKU: 29508940088 Kategori: ,

Deskripsi

Konsistensi pelaksanaan Hukum Acara merupakan sebuah keharusan. Kesalahan atau kelalaian pelaksanaannya akan menjadi nestapa bagi yang beperkara seperti batalnya seluruh proses persidangan yang telah berlangsung lama. Sayangnya, hukum acara peradilan agama dan umum yang sama-sama mengacu kepada HIR untuk wilayah Jawa dan Madura, serta RBg. untuk wilayah di luar kedua wilayah tersebut masih terserak di mana-mana dan belum tersusun secara sistematis.

Berangkat dari kondisi tersebutlah buku ini mencoba menyusun secara runut seluruh pasal acara perdata dalam peraturan perundang-undangan dan pengklarifikasian sebagai tahapan permasalahan perdata. Dengan demikian, para pengguna buku ini dengan mudah akan dapat menemukan apa yang dibutuhkannya dengan cepat dan tepat sehingga proses persidangan yang sederhana, cepat, dan berbiaya ringan bisa diujudkan.

Pada Edisi Kedua buku ini juga memuat pembahasan mengenai asas-asas dalam pemeriksaan perkara dan berbagai perubahan berkaitan dengan peraturan perundang-undangan tentang kehakiman dan Mahkamah Agung.

Informasi Tambahan

Berat Buku (gram)

310

Cetakan

6

Halaman

226

ISBN

978-602-7985-17-9

Jenis Cover

Art Carton 310 gr

Jilid

Perfect Bending

Pengarang

Drs. M Fauzan, S.H., M.M

Tahun Terbit

May-16

Ukuran

15 x 23

DAFTAR ISI

BAB 1 ASAS-ASAS HUKUM KEKUASAAN KEHAKIMAN DI INDONESIA. .. 1
A. Asas-asas Umum Kekuasaan Kehakiman. . 1
B. Asas-asas Badan Peradilan. . 2
C. Asas-asas pada Hakim dan Kewajibannya. .. 7
D. Kedudukan Hakim dan Pejabat Peradilan.  8
E. Asas-asas dalam Pemeriksaan Perkara. . 9

BAB 2 PASAL-PASAL ACARA MENGAJUKAN GUGATAN DAN PENERIMAAN PERKARA. . 19
A. Mengajukan Gugatan. 19
1. Cara Mengajukan Gugatan. . 19
2. Asas Umum Tempat Mengajukan Gugatan. . 19
3. Ketentuan Khusus Tempat Mengajukan Gugatan.  20
B. Saran-saran Kepada Penggugat yang Akan Mengajukan Gugatan.  21
C. Cara Mengajukan Gugatan Secara Lisan bagi yang Buta Huruf  21
D . Pendaftaran, Panjar Biaya Perkara, Penetapan Hari Sidang, Panggilan Sidang, dan Mempertimbangkan Hari Sidang dengan Jarak Tempat Tinggal Para Pihak. . 21
E. Permohonan dan Pemeriksaan Perkara Secara. . 22
F. Kuasa Hukum, Bentuk-bentuk Surat Kuasa, Hakim Berwenang Memerintahkan kepada Kuasa Hukum untuk Menghadirkan Pihak Prinsipiel.. 2
BAB 3 PASAL YANG BERKAITAN DENGAN ACARA PUTUSAN GUGUR, VERSTEK, VERSET, DAN PERDAMAIAN.  27
A. Putusan Gugur. .. 27
B. Putusan Verstek.  27
C. Toleransi Panggilan untuk Kedua Kali dalam Putusan Verstek. . 28
D. Pelaksanaan Putusan Verstek.  29
E. Putusan Provisional.  29
F. Verset . .. 29
1. Acara Verset Atas Putusan Verstek. . 29
2.Asas-asas untuk Menentukan Tenggang Waktu Verset.  29
G. Putusan Perdamaian. .. 30
BAB 4 PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PERSIDANGAN. .. 37
A. Upaya Perdamaian Belum Berhasil. . 37
B. Petunjuk-petunjuk oleh Ketua Majelis Hakim Kepada Para Pihak Agar Tercapai Persidangan yang Sederhana dan Cepat. .. 38
C. Pengertian Gugat Balik (Rekonvensi), Syarat-syarat Gugat Rekonvensi, dan Kapan Gugat Rekonvensi Harus Disampaikan. .. 38
D. Kewenangan Pengadilan Agama. .. 39
1. Wewenang Relatif.  39
2. Wewenang Mutlak. .. 39
E. Segera Memeriksa Perkara yang Diterima. .. 39
F. Tangkisan yang Bukan Mengenai Kewenangan Pengadilan. .. 40
BAB 5 HUKUM PEMBUKTIAN DAN ALAT-ALAT BUKTI.  41
A. Pembuktian.  41
B. Hukum Pembuktian.  41
C. Alat-alat Bukti. .. 41
D . Alat Bukti Surat.  42
1. Akta Autentik.  42
2. Akta di Bawah Tangan. .. 42
3. Kualitas Tanda Tangan dalam Akta di Bawah Tangan dan Cap Jari dalam Akta di Bawah Tangan yang Disahkan Notaris. . 43
4. Kekuatan Pembuktian Akta di bawah Tangan yang Diakui, Menjelma Menjadi Alat Bukti Sempurna. . 43
5. Surat Perjanjian Utang di Bawah Tangan.  44
6. Kualitas Akta di Bawah Tangan yang Tidak Dilengkapi dengan Suatu Keterangan.  45
7. Surat Urusan Rumah Tangga. . 45
8. Catatan Penagih Utang. . 46
9. Surat-surat Tanda Hak. . 46
10. Fotokopi yang Dijadikan Alat Bukti Harus Dicocokkan dengan Surat Aslinya. . 46
11. Kedudukan Buku Kas Umum. . 47
12. Surat Pengakuan Melepaskan Orang dari Suatu Kewajiban. . 47
13. Akta yang Dibenarkan dengan Suatu Perjanjian. .. 48
14. Salah Satu Pihak yang Beperkara dapat Melihat Surat-surat yang Diserahkan Kepada Majelis Hakim di Persidangan. .. 48
E. Alat Bukti Saksi.  49
1. Saksi yang Tidak Mau Dihadirkan dapat Dihukum. . 49
2. Pemeriksaan Saksi di Tempat Saksi.  50
3. Saksi Bertempat Tinggal di Luar Daerah Hukum Pengadilan yang Memeriksa Perkara. . 51
4. Kualitas Satu Orang Satu Saksi Saja. .. 52
5. Kesaksian Beberapa Orang yang Terpisah-pisah dan Berdiri Sendiri. . 52
6. Syarat-syarat Kesaksian.  52
7 . Cara Pemeriksaan Saksi di Persidangan. .. 52
8. Saksi yang Tidak Dapat Didengar sebagai Saksi. . 53
9. Saksi yang Dapat Mengundurkan Diri sebagai Saksi.  53
10. Saksi Harus Mengangkat Sumpah Sebelum Memberikan Keterangannya. .. 54
11. Tata Cara Para Pihak Mengajukan Pertanyaan Kepada Saksi. . 54
12. Ketentuan-ketentuan tentang Saksi dalam KUH Perdata Perkara Pidana 55
13. Keterangan Saksi Ditulis dalam Berita Acara.  55
F. Pemeriksaan di Tempat Objek Sengketa. .. 55
G. Keterangan Saksi Ahli.  55
H. Nilai Kesaksian. . 56
I. Alat Bukti Persangkaan.  56
J. Alat Bukti Pengakuan.  56
1. Pengakuan Bulat. . 56
2. Pengakuan di Luar Sidang. .. 57
3. Pengakuan Berklausul. .. 57
K. Alat Bukti Sumpah. .. 57
1. Sumpah.  57
2. Sumpah Supletoir. . 57
3. Sumpah Decissoir. 58
4. Sumpah yang Dilakukan oleh Kuasa Hukum.  58
5. Tata Cara Mengangkat Sumpah.  59

  1. Penundaan Sidang. .. 59
    7. Pembayaran Biaya Perkara Salah Satu Pihak Lebih Dahulu. . 60
    BAB 6 ACARA PENGAMBILAN PUTUSAN. 61
    A. Musyawarah Majelis Hakim. 61
    B. Hakim Mengadili Semua Bagian Gugatan, Dilarang Memberikan Putusan yang Tidak Diminta Atau Melebihi yang Diminta. . 61
    C. Pembacaan Putusan Harus Dilakukan dalam P ersidangan Terbuka untuk Umum.  62
    D . Biaya Perkara Dibebankan Kepada Pihak yang Kalah. . 62
    E. Biaya Perkara dalam Bidang-bidang Hukum Perkawinan Dibebankan Kepada Penggugat/Pemohon. . 63
    F. Perincian Biaya Perkara.  64
    G. Biaya Perkara dan Hal-hal yang Harus Dibayar K epada Pihak Lain.  64
    H. Isi Putusan. .. 65
    I. Putusan Sela. .. 65
    J. Berita Acara Persidangan. . 65
    K. Ketua Majelis Hakim Berhalangan Menandatangani P utusan atau Berita Acara.  66
    BAB 7 UPAYA HUKUM BANDING. . 67
    A. Banding . .. 67
    BAB 8 PELAKSANAAN PUTUSAN PENGADILAN. . 71
    A. Cara Mengajukan Permohonan
    Pelaksanaan Putusan Pengadilan.  71

  2. Sidang Peringatan untuk Melaksanakan Putusan. . 72
    C. Penyitaan Eksekusi. . 73
    D . Tata Cara Penjualan Barang Sitaan. 75
    E. Derden Verset. 79
    F. Prosedur Pelaksanaan Sita Eksekusi. .. 80
    G. Sita Eksekusi Atas Akta Hipotek dan Surat Utang Autentik.  83
    H. Hukuman untuk Melakukan Suatu Perbuatan. .. 83
    I. Sita Hak Milik (Revindikator).  84
    J. Sita Jaminan (Konservator). 85
    BAB 9 ACARA PERMOHONAN PERWALIAN. .. 87
    A. Orang yang Berada di Bawah Perwalian dan yang Berhak sebagai Wali.  87
    B. Tempat Pemeliharaan Orang yang Berada di Bawah Perwalian. . 89
    BAB 10 ASAS-ASAS HUKUM ACARA PERDATA
    DALAM NASKAH RISALAH AL-QADLA
    UMAR BIN KHATHTHAB. .. 91
    A. Naskah Risalah al-Qadla Umar Bin Khathab. . 91
    B. Terjemahan Naskah Risalah al-Qadla Umar bin Khathab. .. 93
    C. Asas-asas Hukum Acara Perda dalam Naskah Risalah Al-Qadla . .. 94
    1. Kedudukan Lembaga Peradilan.  94
    2. Memahami Kasus Persoalan, Baru Memutuskannya. .. 94
    3. Samakan Pandangan Anda kepada Kedua Belah Pihak, dan Berlaku Adillah.  95
    4. Kewajiban Pembuktian. . 95
    5. Lembaga Damai.  95
    6. Penundaan Persidangan. .. 95
    7. Kebenaran dan Keadilan Adalah Masalah Universal. .. 95
    8. Kewajiban Menggali Hukum yang Hidup dan Melakukan Penalaran Logis.  95
    9. Orang Islam Haruslah Berlaku Adil.  96
    10. Larangan Bersidang Ketika Sedang Emosional. . 96
    BAB 11 PEMBARUAN HUKUM ACARA PERDATA DALAM SEMA DAN PERMA. . 97
    1. Permohonan Kasasi yang Tidak Memenuhi Persyaratan Formal Tidak Perlu Diteruskan ke Mahkamah Agung. . 97
    2. Prosedur Acara Gugatan Perwakilan Kelompok(Class Action). . .. 98
    3. Prosedur Mediasi, Tahapan Proses Mediasi, Tempat, dan Biaya Mediasi.  106
    4. Perubahan Kenaikan Biaya Administrasi. . 112
    5. Petunjuk dan Syarat-syarat dapat Dijatuhkannya Putusan Serta-Merta dan Provisional.  113
    6. Memperketat Penjatuhan Putusan yang Dapat Dijalankan Lebih Dahulu (Uitvoerbaar bij Vooraad). . 116
    7. Permasalahan Acara dalam Putusan Provisional.  117
    8. Gugatan Provisional Dikabulkan, Maka Pelaksanaan Putusannya Harus Ada Persetujuan dari Pengadilan Tinggi yang Meliputi Wilayah Hukum PN/PA. . 118
    9. Acara Penerapan Putusan Serta-Merta (Uitvoerbaar bij Voorraad) dan Provisional. . 119
    10. Permasalahan Putusan Serta-Merta (Uitvoerbaar bij Voorraad) dan Provisional. . 122
    11. Asas Kehati-hatian dalam Menjatuhkan Putusan Serta-Merta dan Provisional.  123
    12. Perkara-perkara Hukum yang Perlu Mendapat Perhatian Pengadilan . . 124
    13. Dalam Hal Ada Pengaduan, Pelapor Harus Didengar untuk Memperoleh Bukti-bukti. . 125
    14. Pentingnya Pemeriksaan di Tempat Objek Sengketa untuk Menghindari Putusan Non- Executable.  126
    15. Pemberdayaan Pengadilan Tingkat Pertama Menerapkan Lembaga Damai. . 127
    16. Penanganan Perkara yang Berkaitan dengan Nebis In Idem (SEMA Nomor 3 Tahun 2002). .. 129
    17. Pejabat Pengadilan yang Melaksanakan Tugas Yustisial Tidak Dapat Diperiksa, Baik sebagai Saksi atau Tersangka Kecuali yang Ditentukan oleh Undang-Undang.  130
    18. Hakim yang Akan Pensiun, Hanya Boleh Menangani Perkara Sampai dengan Satu Hari Sebelum Tanggal Kelahiran. . 131
    19.Hakim yang Telah Memperoleh Surat Keputusan Mutasi, Diberi Waktu 3 (Tiga)Bulan untuk Menyelesaikan Perkara, Terutama Memutasi Perkara. .. 132
    20. Permohonan Mutasi/Promosi Hakim dan Tenaga Teknis Peradilan Harus Sepengetahuan Ketua Pengadilan Tinggi yang Bersangkutan.  133
    21. Ketentuan Surat-surat yang Harus Kena Bea Meterai sebagai Alat Pembuktian. .. 134
    22  Pemberitahuan Putusan Pengadilan Banding kepada Kedua Pihak yang Beperkara. .. 137
    23. Surat-surat yang Hanya Dibubuhi Cap Jempol, Harus Disahkan Dahulu di Pengadilan Negeri dan Kecamatan. . 139
    24. Surat Kuasa Khusus, Harus Menyebutkan Secara Jelas Tindakan-tindakan yang Dikuasakan.. 139
    25. Keharusan Pasang Lambang Negara di Ruang Sidang Pengadilan. .. 140
    26. Konsep Putusan dan BAP Harus Telah Selesai Saat Putusan Dibacakan. . 141
    27. Pemberitahuan Putusan Mahkamah Agung kepada Kedua Pihak yang Beperkara Harus Melalui Pengadilan Tingkat Pertama. . 142
    28. Saat Perkara Diputus, Perkara Harus Telah Selesai Diminutir. . 142
    29. Macam-macam Pendapat dalam Secara Verstek dan Verset. .. 143
    30. Rumusan dalam Menyusun Amar Putusan. . 144
    31. Penyelesaian Perkara Perumahan . .. 145
    32. Tentang Izin Sidang Hakim Tunggal.. 146
    33.Pemeriksaan dan Memutus Perkara oleh Hakim Tunggal. . 147
    34. Hakim yang Bersidang Harus Menggunakan Toga.  148
    35. Perlunya Suatu Surat Keterangan Keahliwarisan dari Ahli Waris yang Meneruskan Perkara dalam Tingkat Kasasi.  148
    36. Berkas Perkara yang Dikirim ke Mahkamah Agung Supaya Dijahit dengan Baik. .. 149
    37 . Memberikan Pertolongan kepada Hakim atau Keluarganya yang Sedang dalam Perjalanan. ..150

  3. Mutasi Hakim dalam Rangka Tour of Duty/Area. . 150
    39. Persidangan dengan Majelis. .. 151
    40. Pejabat-pejabat Pengadilan Dilarang Memakai Barang-barang Bukti Perkara yang Akan atau Sidang Diperiksa. 152
    41. Cek sebagai Barang Bukti. 152
    42. Pemeriksaan Perkara di Pengadilan Harus Terbuka untuk Umum.  153

  4. Surat Kuasa Khusus. 153
    44. Ketua Pengadilan dan Hakim yang Tertua dalam Jabatan Hakim Harus Bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim. .. 154
    45. Dilarang Semua Ketua, Wakil Ketua, Hakim Anggo ta Pengadilan Tinggi Meninggalkan Daerah Hukumnya Lebih dari 3 (Tiga) Hari. 155
    46.Putusan Harus Memuat Alasan, Dasar, Pasal-pasal, atau Sumber Hukum Lain yang Berkaitan.  155
    47. Pemeriksaan Perkara di Pengadilan dan Pembacaan Putusan Harus Terbuka untuk Umum. .. 156
    48. Pemeriksaan Perkara Besar, Menarik Perhatian Masyarakat Harus Diperiksa oleh Majelis Hakim. . 158
    49. Agar Lebih Berhati-hati dalam Menerapkan Lembaga Sita Jaminan (Conservatoir Beslag). . 159
    50. Ihwal Permasalahan dalam Pengangkatan Anak.  160
    51. Surat Izin Penyitaan Harus Dilampirkan dalam Berkas Perkara. .. 170
    52. Akta Penerimaan Risalah Kasasi Harus Diberitahukan Tembusannya Kepada Pemohon Kasasi yang Bersangkutan.  171
    53. Memori Kasasi Tambahan yang Diajukan di Luar Tenggang Waktu 14 Hari.  171
    54. Penggunaan Kalimat “Untuk Dijual Lelang”. .. 172
    55. Sidang dengan Hakim Tunggal. . 172
    56. Bimbingan Teknis Kepada Para Hakim dengan Cara: Membuat Catatan Samping. . 173
    57 . Izin Penyitaan Tidak Dapat Dicabut/Dibatalkan oleh Ketua Pengadilan Negeri. .. 174
    58. Putusan Pengadilan yang Sudah Memperoleh K ekuatan Hukum Tetap yang Tidak Memuat Kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.  175
    59. Mengisi Daftar Kegiatan Persidangan.  176
    60. Permasalahan Pengangkatan Anak. . 176
    61. Petunjuk Pembuatan Buku Register Akta Cerai pada Pengadilan Agama. .. 178
    62. Petunjuk Pengiriman Berkas ke Mahkamah Agung.  178
    63. Penyelesaian Perkara dan Penyempurnaan Pola-pola Register Perkara.. 179
    64. Panitera Bertanggung Jawab Atas Pengurusan Biaya Perkara dan Ketua Melakukan Pengawasan. .. 181
    65. Panitera Bertanggung Jawab Atas Pengurusan Biaya Perkara, Ketua Pengadilan Melakukan Pengawasan. . 182
    66. Pembinaan Personel dan Kepemimpinan Pengadilan. . 182
    67. Tentang Waktu Perlawanan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali Selama Masa Uji Coba 5 (Lima) Hari Kerja. .. 183
    68. Biaya Administrasi Sepenuhnya untuk Menunjang Biaya Operasional Pengadilan.  184
    69. Surat Khusus Hanya untuk Keperluan Tertentu . . 185
    70. Acara Permohonan Pemeriksaan Sengketa Kewenangan Mengadili.  186
    71. Mutasi Ketua, Hakim, Pejabat Kepaniteraan Pengadilan, dan Kewenangan Melakukan Tindakan Yustisial.  188
    72. Pertanggungjawaban Berkas Perkara dan Keuangan Pihak Ketiga dalam Rangka Serah Terima Jabatan Ketua dan Panitera Pengadilan.  189
    73. Penyempurnaan Pembuatan Akta Cerai Eks.Pasal 84 ayat (4) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Sebagaimana Tercantum dalam Lampiran Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 1990.  191
    74.Kelengkapan Berkas Perkara yang Dimohonkan Kasasi/Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. . 192
    75. Penyelesaian Perkara Harus Sudah Selesai dalam Tenggang Waktu 6 (Enam) Bulan Termasuk Minutasi. . 193
    76. Acara Penerapan Lembaga Paksa Badan . . 195
    77 . Pemungutan Biaya Perkara. . 197
    78. Dokumen Elektronik sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali. 198
    DAFTAR PUSTAKA . 201
    INDEKS . 203
    TENTANG PENULIS . 209

Anda mungkin juga suka…