FEATURE SHOW DAN FILM DOKUMENTER: Seni Bercerita Nyata dengan Gambar dan Suara

Rp 180.000

WhatsApp

Deskripsi

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara cerita nyata diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi. Feature show dan film dokumenter tidak lagi terbatas pada media televisi atau layar bioskop, melainkan berkembang di berbagai platform digital dengan karakter audiens yang semakin beragam. Kondisi ini menuntut para praktisi, akademisi, dan mahasiswa untuk memahami seni bercerita nyata tidak hanya dari aspek estetika dan teknis produksi, tetapi juga dari perspektif teori komunikasi, jurnalistik, storytelling visual, serta kajian perilaku audiens di era digital.

Dalam konteks inilah buku ini hadir, dengan menggunakan pendekatan akademik, yaitu cara pandang dan metode berpikir dalam kajian ilmiah untuk memahami, menganalisis, dan menjelaskan suatu fenomena secara sistematis, logis, objektif, serta berbasis teori dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan ini menjadi penting agar praktik kreatif dalam feature show dan film dokumenter tidak hanya dipahami sebagai aktivitas artistik semata, tetapi juga sebagai proses ilmiah yang memiliki landasan konseptual, metodologis, dan etis yang kuat.

Oleh karenanya buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, jurnalis, kreator konten, serta praktisi media yang ingin memahami feature show dan film dokumenter secara utuh, baik sebagai karya kreatif maupun sebagai objek kajian ilmiah. Buku ini juga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi dan broadcasting, serta mendorong lahirnya karya-karya cerita nyata yang bermakna, bertanggung jawab, dan relevan dengan tantangan zaman.

Informasi Tambahan

Berat 350 gram
Halaman

372

Cetakan

1

Pengarang

Rusman Latief, Joko Utomo Hadibroto

Ukuran

15 x 23

ISBN

978-634-263-257-4

Tahun Terbit

Oktober 2026

pengantar penulis       vii

daftar isi          ix

BAB 1 F EATURE SHOW DAN FILM DOKUMENTER 1

  1. Definisi. 1

  2. Istilah Feature3

  3. Film Feature.4

  4. Definisi Feature Show5

  5. Istilah Film Dokumenter7

  6. Definisi Film Dokumenter8

  7. Transformasi..9

  8. Tujuan, Persamaan, dan Perbedaan..12

  9. Tujuan Feature Show..13

  10. Tujuan Film Dokumenter..14

  11. Persamaan.15

  12. Perbedaan. 16

  13. Peran dalam Industri Media19

  14. Sumber Ide Kreatif20

  15. Konsep Kreatif21

  16. Perbedaan Konsep Kreatif 22

  17. Konsep Kreatif Lingkungan. 24

  18. Evaluasi Kreatif Lingkungan.26

  19. Jurnalistik dan Public Relations.29

  20. Feature Show dengan Jurnalistik..29

  21. Film Dokumenter dengan Jurnalistik31

  22. Hubungan dengan Public Relations. 33

  23. Hubungan Keseluruhan35

BAB 2 F EATURE SHOW 37

  1. Feature37

  2. Unsur-unsur.38

  3. Target Audiens.40

  4. Tantangan di Era Digital..44

  5. Format 46

  6. Talk Show47

  7. Magazine Show.47

  8. Human Interest48

  9. Reality Sederhana.49

  10. Studio dan Lapangan..50

  11. Jenis Tema 51

  12. Sosial51

  13. Budaya dan Tradisi..52

  14. Profil..53

  15. Kisah54

  16. Sejarah.55

  17. Perjalanan..56

  18. Interpretatif57

  19. Pariwisata58

  20. Ilmiah..58

  21. Kuliner59

  22. Keahlian60

  23. Inspiratif.. 61

  24. Gaya Hidup.. 61

  25. Human Interest62

  26. Berita..63

  27. Lingkungan..64

  28. Kreativitas dan Inovasi64

  29. Musiman65

  30. Buka Kemasan65

  31. Ulasan..67

  32. Struktur Penyajian69

  33. Segmental..70

  34. Magazine Style.71

  35. Single Story Feature.71

  36. Multi-story Feature 72

  37. Gaya Penceritaan..73

  38. Naratif73

  39. Presenter Driven. 74

  40. Host Guest Interaction.75

  41. Visual Driven75

  42. Etika dan Nilai..76

  43. Keakuratan dan Kejujuran77

  44. Persetujuan dan Perlindungan.77

  45. Nilai Sosial dan Budaya..78

  46. Hiburan dan Tanggung Jawab.79

  47. Transparansi Teknik Produksi 80

  48. Tanggung Jawab Sosial Media.. 80

  49. Durasi dan Penjadwalan..81

  50. Short Feature..81

  51. Half Hour Program82

  52. Weekly Feature Show..83

  53. Daily Feature Segment..83

  54. Indikator Keberhasilan84

  55. Pencapaian Audiens..85

  56. Kualitas Konten..85

  57. Respons Audiens.86

  58. Dampak Sosial dan Edukatif87

  59. Keberlanjutan Program.87

BAB 3 F ILM DOKUMENTER 89

  1. Konsep Gagasan89

  2. Netral dan Informatif 90

  3. Interpretatif.. 90

  4. Argumentatif91

  5. Advokatif91

  6. Kritik Sosial92

  7. Reflektif93

  8. Humanistik.93

  9. Subjektif.94

  10. Eksploratif95

  11. Ideologis95

  12. Filosofis.. 96

  13. Provokatif.97

  14. Berdasarkan Kategori..97

  15. Independen..98

  16. Jurnalistik.99

  17. Investigasi100

  18. Alam Liar 101

  19. Naratif.102

  20. Jenis Tema103

  21. Sosial103

  22. Budaya..104

  23. Politik105

  24. Lingkungan..106

  25. Laporan Perjalanan106

  26. Sejarah..107

  27. Biografi.108

  28. Autobiografi..108

  29. Perbandingan109

  30. Kontradiksi.. 110

  31. Ilmu Pengetahuan 111

  32. Nostalgia.112

  33. Investigasi..113

  34. Picture Story113

  35. Buku Harian114

  36. Dokudrama.115

  37. Gaya Penceritaan115

  38. Poetic Mode117

  39. Expository Mode. 118

  40. Observational Mode. 119

  41. Participatory Mode..121

  42. Reflexive Mode. 122

  43. Performative Mode123

  44. Experimental Mode124

  45. Hybrid Mode.125

  46. Archive Mode..126

  47. Reconstructive Mode..128

  48. Struktur Penceritaan.130

  49. Kronologis..131

  50. Tematik..131

  51. Episodik132

  52. Narasi Nonlinier..133

  53. Investigatif134

  54. Observasional134

  55. Etika dan Posisi Subjektivitas135

  56. Netral135

  57. Berpihak..136

  58. Kritis137

  59. Partisipatoris.138

  60. Ekspositoris138

  61. Advokatif139

BAB 4 PRAPRODUKSI 141

  1. Pengembangan Ide.141

  2. Riset dan Observasi..142

  3. Penentuan Isu Utama144

  4. Tujuan Produksi..146

  5. Target Audiens..148

  6. Pesan Kunci..150

  7. Nilai Berita dan Cerita151

  8. Sudut Pandang152

  9. Genre dan Bentuk153

  10. Kerangka Dasar Penulisan Skrip..155

  11. Gaya Penceritaan155

  12. Premis.157

  13. Logline159

  14. Sinopsis. 161

  15. Storyline162

  16. Treatment..162

  17. Rundown164

  18. Pertimbangan Etika.165

  19. Persiapan Produksi..166

  20. Model Produksi167

  21. Strategi Produksi.. 168

  22. Hunting Lokasi. 168

  23. Shooting Script.170

  24. Breakdown Produksi171

  25. Storyboard171

  26. Lokasi dan Perizinan..172

  27. Penentuan Narasumber173

  28. Pembentukan Kerabat Kerja.. 174

  29. Alat dan Bahan Produksi. 174

  30. Desain Visual dan Audio175

  31. Floor Plan dan Blocking176

  32. Biaya Produksi..178

  33. Pendanaan180

  34. Jadwal Produksi. 181

  35. Manajemen Risiko..182

  36. Perencanaan Pascaproduksi183

  37. Distribusi dan Platform Tayang.184

BAB 5 PRODUKSI 187

  1. Produksi 187

  2. Pengertian.. 188

  3. Karakteristik. 188

  4. Perencanaan Produksi.. 189

  5. Sebelum Syuting190

  6. Briefing Produksi..190

  7. Pengecekan Lokasi..192

  8. Setup Peralatan..194

  9. Penataan Posisi Kamera..195

  10. Framing dan Komposisi196

  11. Penataan Pencahayaan197

  12. Penataan dan Pengecekan Audio.. 198

  13. Reading atau Rehearsal..200

  14. Syuting 201

  15. Pengambilan Gambar..201

  16. Penyutradaraan.203

  17. Pencatatan Data.205

  18. Sesudah Syuting.205

  19. Evaluasi Singkat206

  20. Backup Data..207

  21. Pengamanan Data..208

  22. Penutupan Produksi209

BAB 6 PASCAPRODUKSI 211

  1. Persiapan Materi Pascaproduksi. 211

  2. Inventarisasi Materi 212

  3. Penataan File.. 212

  4. Pemeriksaan Kualitas213

  5. Logging dan Transkripsi213

  6. Seleksi Materi.214

  7. Keamanan Data.214

  8. Penyusunan Struktur Cerita.215

  9. Rough Cut.215

  10. Fine Cut216

  11. Picture Lock..217

  12. Pengelolaan dan Desain Audio. 218

  13. Editing Audio219

  14. Voice Over219

  15. Musik 221

  16. Mixing..223

  17. Penyempurnaan Visual.224

  18. Grafis.224

  19. Color Correction 225

  20. Color Grading226

  21. Finalisasi dan Kontrol Mutu.227

  22. Quality Control..227

  23. Mastering.229

  24. Pengarsipan230

  25. Distribusi dan Penayangan.230

BAB 7 GAYA VISUAL DAN PEREKAMAN 233

  1. Gaya Visual..233

  2. Perencanaan Gaya Visual 234

  3. Peran dan Manfaat. 235

  4. Feature Versus Dokumenter..236

  5. Jenis Gaya Visual238

  6. Drama239

  7. Dinamis240

  8. Eksperimen.241

  9. Estetis..242

  10. Fungsional.. 244

  11. Informatif.. 245

  12. Interaktif. 247

  13. Komedi.248

  14. Minimalis..249

  15. Realistik251

  16. Ritmis.. 252

  17. Teknik Penggunaan Kamera.254

  18. Handheld. 254

  19. Stabilizer255

  20. Simple Shot..256

  21. Complex Shot256

  22. Developing Shot 257

  23. Sudut Pandang.257

  24. Objective Point of View258

  25. Narrative Point of View258

  26. Participatory Point of View259

  27. Subjective Point of View260

  28. Native Point of View.260

  29. Visual Style Point of View.261

  30. Visual Style Sinematic.262

  31. Teknik Perekaman263

  32. Single Camera.264

  33. Live on Tape.263

  34. Hybrid Recording.265

  35. Multi-Camera Recording.266

  36. Live Action with Taping..267

  37. Observational with Staging.267

  38. Recording in Segment.268

  39. Master Scene.269

  40. Three Angle Shooting270

BAB 8 MISE-EN-SCÈNE 271

  1. Mise En Scene271

  2. Pengertian272

  3. Karya Nonfiksi.. 273

  4. Urgensi..274

  5. Latar Tempat.276

  6. Lokasi Fisik 277

  7. Jenis Setting .. 277

  8. Lingkungan dan Arsitektur..279

  9. Properti.280

  10. Waktu dan Periode Historis.281

  11. Pencahayaan 281

  12. Unsur Pencahayaan..282

  13. Penataan Pencahayaan..283

  14. Bayangan285

  15. Blocking.287

  16. Tujuan Blocking.288

  17. Unsur Blocking288

  18. Pelaksanaan Blocking289

  19. Alur Blocking..290

  20. Kostum dan Make-Up.292

  21. Representasi Identitas.292

  22. Kontekstual Kostum293

  23. Realisme dan Kredibilitas..293

  24. Kebutuhan Wawancara294

  25. Etika Kostum dan Make Up294

  26. Perbedaan Pendekatan295

  27. Komposisi..295

  28. Rule of Thirds.296

  29. Keseimbangan Visual..297

  30. Kedalaman Ruang298

  31. Komposisi Simetris298

  32. Leading Lines299

  33. Komposisi Warna299

  34. Merger Shot dan Sinematic.. 300

  35. Framing..302

  36. Ukuran Gambar302

  37. Sudut Kamera..304

  38. Headroom dan Looking Room.305

  39. Jarak Kamera dengan Subjek306

  40. Frame within a Frame..307

  41. Sudut Pandang Visual.308

BAB 9 SATUAN KERJA PRODUKSI 311

  1. Satuan Kerja Produksi.. 311

  2. Kategori.311

  3. Berbasis Proyek..313

  4. Waktu Kerja..313

  5. Skala Ukuran Kerabat Kerja.314

  6. Single Crew.317

  7. Two Crew319

  8. Mini Crew321

  9. Full Crew.322

  10. Peran dan Tanggung Jawab..324

  11. Produser. 324

  12. Sutradara. 325

  13. Penulis Skrip326

  14. Penata Gambar. 327

  15. Penata Suara.328

  16. Editor329

  17. Keterampilan Teknis331

  18. Manajemen Produksi.331

  19. Penyutradaraan dan Bahasa Visual.332

  20. Pengoperasian Kamera dan Pencahayaan..332

  21. Perekaman Gambar dan Suara.. 333

  22. Penyuntingan. 334

  23. Riset dan Penulisan Skrip.. 335

  24. Teknologi dan Perangkat Produksi336

  25. Keterampilan Nonteknis..337

  26. Komunikasi Interpersonal.. 337

  27. Kerja Sama Tim....338

  28. Berorientasi Tujuan dan Kualitas338

  29. Kompetensi Teknis dan Kreativitas.339

  30. Manajemen Waktu..340

  31. Adaptabilitas dan Fleksibilitas..340

  32. Pemecahan Masalah.341

  33. Kepekaan Sosial dan Etika. 342

  34. Ketahanan Fisik dan Emosi 343

  35. Profesionalitas. 343

DAFTAR PUSTAKA 345

PARA PENULIS 353

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “FEATURE SHOW DAN FILM DOKUMENTER: Seni Bercerita Nyata dengan Gambar dan Suara”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga suka…