Meski sudah cukup banyak pembahasan mengenai pentingnya hubungan epidemiologi dan antropologi, namun upaya yang lebih sungguh-sungguh untuk membangun irisan integratif masih sedikit dilakukan orang, terutama di Indonesia. Meski sejumlah antropolog yang pernah membicarakan hubungan epidemiologi dan antropologi memandang penting metode dan data epidemiologi, para antropolog belum sepenuhnya terlibat dalam upaya mengintegrasikan metode epidemiologi dalam tradisi antropologi untuk memahami bagaimana kesehatan manusia secara langsung dipengaruhi oleh lingkungan fisik, sosial, dan budaya. Demikian pula sebaliknya. Memang cukup sukar bagi kedua disiplin keilmuan ini meretas batas-batas yang selama ini ketat dan kaku, khususnya karena kedua disiplin ilmu ini hidup dalam paradigma, metodologi, dan metode yang pada awalnya tidak hanya berbeda tetapi juga mungkin dianggap berseberangan. Dalam kondisi seperti itu, kedua disiplin ini akan kehilangan kesempatan berharga untuk membangun alternatif arah baru yang menantang, khususnya di dunia yang kini semakin kompleks di mana jarak sosial-budaya dalam kehidupan terasa semakin dekat.
Antropologi dan epidemiologi sebenarnya dapat saling melengkapi, khususnya jika gagasan dan metode yang berseberangan itu dibalut oleh masalah penelitian yang pas. Tatkala mengkaji suatu masalah penelitian kesehatan tertentu epidemiolog tampaknya berada pada tataran permukaan yang meluas, dipandang sukar untuk menjelaskan akar masalah yang mendasar; demikian pula antropolog yang melakukan penelitian kualitatif yang mendalam mengenai suatu kasus, data yang berlimpah, dianggap sukar dibawa ke tataran generalisasi.
Berkelit di antara lika-liku perbedaan metodologis tersebut, buku ini berpendapat bahwa cukup banyak kesamaan dasar potensial bagi kolaborasi, di mana antropolog kesehatan dan epidemiolog dapat memperoleh manfaat dari perspektif bersama (shared perspectives) yang se kini. Buku ini bertujuan mengungkapkan bahwa pada masa kini, suatu disiplin keilmuan tidak dapat lagi hidup sendirian, ia harus bekerja sama dengan disiplin lain sehingga memperoleh pemahaman yang lebih lengkap tentang suatu masalah pada tataran metode, tanpa mengorbankan paradigma disiplin masing-masing.
Informasi Tambahan
Berat
300 gram
Pengarang
Buchari Lapau & Achmad Fedyani Saifuddin
ISBN
978-602-1186-4
Cetakan
1
Halaman
318
Jenis Cover
Art Carton 260 gr
Jilid
Perfect Bending
Kertas Isi
Book Paper
Tahun Terbit
15-May
Ukuran
15 x 23
Berat Buku (gram)
368
Daftar Isi
Bab 1 Dua Paradigma Mengkaji KesehatanPositivisme dan Konstruktivisme 1
Positivisme 2
Tradisi Positivisme dalam Antropologi 3
Konstruktivisme 18
Kuantitativisme dan Kualitativisme 30
Sifat Kuantitatif dan Kualitatif 34
Perbedaan yang Positif 36
Menemukan Irisan Produktif 38
Persamaan dan Perbedaan Epidemiologi dan Antropologi 39
Bab 2 Tradisi Positivisme dalam Epidemiologi 43
Lanskap Epidemiologi: Prinsip dan Metode 43
Epidemiologi deskriptif 54
Sumber Data 57
Surveilens Epidemiologi 62
Sistem Kewaspadaan Dini dan Penyelidikan KLB 66
Jenis-jenis Desain Epidemiologi 73
Kualitas dan Akurasi Data 80
Hubungan Sebab Akibat 81
Statistik Epidemiologi 86
Jenis Desain dan Analisis Epidemiologi 100
Migrasi 116
Bab 3 Antropologi Kesehatan dan Penyakit 123
Bounded-Discrete Culture 123
Induktivisme dan Tindakan 126
The Wretch of the Earth: Kompleksitas 128
Pluralisme Masyarakat dan Kebudayaan 130
Less Bounded Culture: Praksis 142
Bab 4 Menemukan Irisan Produktif 145
The Blurring Genres 145
Potensi Interaksi Antar Paradigma 147
Perbedaan dan Kerja Sama 162
Irisan Produktif 170
Bab 5 Implikasi Metodologi 183
Membicarakan Kembali Emik dan Etik 183
Penelitian Berbasis Aktor 190
Objektivitas dan Subjektivitas: Representasi 191
Mixed Methods bagi Epidemiologi-Antropologi 194
Contoh-contoh Model Desain Kombinasi 198
Model Desain Dominan-Tidak Dominan (Konvergen-Divergen) 213
Model Desain Campuran (Komplementer) 260
Referensi 285Lampiran 293Indeks 299Para Penulis 305
Ulasan
Belum ada ulasan.
Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Epidemiologi dan Antropologi. Suatu Pendekatan Integratif Mengenai Kesehatan” Batalkan balasan
Ulasan
Belum ada ulasan.