Kategori: Artikel

Jangan Pisahkan Akhlak dari Agama; Catatan Atas Buku Fenomena Beragama

Artikel ini sudah dimuat di Bincang Syariah.

Buku Fenomena Beragama, Dari Dunia Arab Hingga Asia Pasifik ini menggambarkan tentang pengalaman-pengalaman penulis ketika melihat fenomena beragama di beberapa negara. Mulai dari dunia Arab hingga Asia Pasifik selalu dipenuhi dengan cerita menyedihkan dan menakutkan. Seakan-akan tidak ada cara lain untuk membuka ruang dialog demi tercapainya sebuah perdamaian dan keamanan bersama.

Kehadiran buku ini tentunya sangat penting mengingat umat Islam yang saat ini berjumlah sekitar 1,6 miliar, atau 23 persen dari total penduduk dunia yang berjumlah sekitar 6,9 miliar tersebut seringkali bikin keruh suasana. Artikel penulis di dalam ini banyak lebih banyak berisi kritik terhadap pemangku agama yang sering memberhalakan institusi agama sembari menafikan nilai-nilai ketuhanan.

Umat Islam seharusnya memerankan fungsinya sebagai Khalifah di muka bumi dengan kehadirannya sebagai rujukan bukan hanya dalam pembumian etik-moralitas luhur, tapi juga dalam pengembangan peradaban yang lebih berwajah manusiawi dan menjanjikan bagi masa depan yang lebih baik, realitasnya di lapangan ternyata tidak demikian. Mereka berusaha ingin menjalin hubungan dengan Allah, sehingga perilakunya terkadang jauh dari kearifan dan kebijaksanaan.

Dalam catatan Prof. KH. Abd A’la dalam bukunya “Ijtihad Islam Nusantara“, bahwasanya di beberapa negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim, seperti Sudan, Syria dan Irak, konflik dan kekerasan dalam beragam bentuknya justru menjadi fenomena kehidupan sehari-hari mereka (Abd A’la, 2018: 1-2). Hal ini bertolakbelakang dengan nilai-nilai yang diajarkan Islam melalui paran para Nabi.

Melalui buku Prof. Azyumardi Azra ini kita akan melihat bahwa negara asing seperti Jepang yang dikenal sebagai negara yang sekuler pun, di mana pemerintah menurut hukum tidak boleh mendanai program terkait dengan lembaga yang membawa nama agama, saat itu sudah bisa memahami begitu pentingnya menjalin hubungan bilateral dan kerjasama serta membentuk iklim keamanan bersama antar negara dan agama. Seperti, sudah banyak orang Jepang yang belajar terhadap Islam tentang kedisiplinan, kebersihan, dan kerajinan belajar. Ini adalah sebuah keberhasilan luar biasa sekali.

Meskipun fokus kajian buku ini adalah sejarah tetapi nilai-nilai tasawuf dalam artikel ini tampak sekali. Saya sendiri melihat bahwa penulis buku ini di setiap penutup dari tiap-tiap artikel tersebut lebih menekankan pentingnya kontekstualisasi moralitas luhur tersebut.

Menurut KH. M.A. Sahal Mahfudz bahwa nilai iman atas dasar makrifat adalah yang paling kuat dan tinggi, karena dengan makrifat sulit iman seseorang dapat digoyahkan atau diragukan oleh unsur-unsur dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai nurani. (Baca: Biografi K.H. Ahmad Sahal Mahfudz: Fikih Sosial sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat)

Esensi Risalah Nabi Muhammad Saw adalah Keteladanan

Kita bisa mengambil pelajaran dari beberapa sajian yang disuguhkan Prof. Azyumardi dalam buku ini. Azyumardi melihat bahwa fenomena kekerasan yang marak terjadi di beberapa negara adalah merupakan bentuk kegagalan dari kelompok mainstream Islam dalam mencerna esensi risalah yang dibawakan oleh para utusan. Padahal tujuan risalah ini, menurut Azyumardi, adalah bukan untuk menebarkan kerusuhan melainkan bagaimana mereka bisa menunjukkan Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin.

Sebagian besar yang membuat kerusuhan tersebut pada dasarnya mereka belum mengerti esensi dari risalah ini. Esensi risalah pada hakikatnya adalah bukan sebagai sistem aturan melainkan sebuah keteladanan. Kalau saja agama sebagai sistem aturan yang dimaksudkan Tuhan dalam risalah Muhammad Saw, menurut Nursamad Kamba, niscaya bukan keteladanan sebagai porosnya melainkan komitmen kolektif sedangkan komitmen kolektif membutuhkan otoritas untuk menjaga dan merawatnya.

Buku yang ditulis oleh pakar sejarah dan pernah menjabat sebagai rektor di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan referensi bagi kita semua. Di dalamnya disajikan bagaimana cara memahami Islam sehingga gagasan risalah Nabi Muhammad yang merangkum nilai-nilai etik dan moralitas luhur itu dapat menjadi pondasi utama dalam segala sikap, termasuk dalam konstruksi politik umat.

Kalau kita perhatikan bahwa buku ini sebenarnya mengajarkan kita betapa pentingnya membangun umat yang berkarakter, inklusif, toleran, moderat dan mampu hidup bersama.

Di samping itu, juga mengajarkan kita tentang etika berdakwah yang menyejukkan itu. Ayat Alquran yang berbunyi, ‘Ud’u ila sabili rabbika bil-hikmati wal-mau’dzatil hasanati…, menurut Azyumardi Azra telah cukup jelas memerintahkan kepada kita agar berdakwah dengan memberikan pengajaran yang baik, dengan hikmah dan bijaksana.

Tapi kenyataannya banyak yang berdakwah namun tidak dengan cara demikian tersebut, yaitu dengan cara yang tidak bijak, tidak baik, dengan memaksa dan lain sebagainya. Terjadinya disparitas di sini, menurutnya, karena pemahaman kepada ayat-ayat seperti itu juga dipengaruhi oleh perspektif yang lain dari orang yang memahaminya dan lingkungannya. Maka dari itu, ketika terjadi perbedaan dan atau cara pandang yang berbeda-beda dalam menalar ayat-ayat Allah tersebut, seperti tertera pada cover belakang buku ini, kita dituntut harus lebih waspada dan memperbanyak membangun komonalitas atau kata bersama (common word) dari pada membesar-besarkan perbedaan.

Menetapkan Sistem Pengukuran Produktivitas

Menurut Sinungan (2003: 80), bahwa sistem pengukuran produktivitas
akan mampu meningkatkan kesadaran pekerja terhadap produktivitas
yang dihasilkan oleh dirinya sendiri dan kelompoknya. Oleh karena
itu, dalam pengukuran produktivitas harus mengikutsertakan karyawan
itu sendiri, sehingga terbuka kesadaran pada diri karyawan, apakah produktivitas
dirinya tinggi atau rendah.
Selama ini, mayoritas karyawan tidak menyadari apakah produktivitasnya
tinggi atau rendah. Akan tetapi, bila mereka diikutsertakan dalam
proses pengukuran produktivitas, mereka baru menyadari bahwa
produktivitas yang dihasilkan adalah tinggi/randah.
Proses pengukuran produktivitas meliputi langkah-langkah:

  1. tentukan unsur-unsur organisasi yang akan dievaluasi;
  2. tentukan jenis-jenis ukuran yang dapat dikembangkan;
  3. pilihlah metode yang dikehendaki oleh karyawan;
  4. pilihlah unit output yang akan diukur;
  5. pilihlan input yang akan dinilai;
  6. lakukan sosialisasi kepada pekerja;
  7. sosialisasikan ukuran-ukuran yang akan digunakan;
  8. lakukan penjelasan cara menentukan tinggi rendahnya produktivitas;
  9. buatlah contoh mengukur produktivitas di depan karyawan sebelum
    melakukan pengukuran produktivitas yang sesungguhnya;
  10. susunlah data yang sudah diperoleh;
  11. sampaikan kepada karyawan data mentah yang sudah diperoleh;
  12. pilihlah bobot penilaian yang sesuai;
  13. masukkanlah data yang diperoleh ke dalam formula yang sudah dirumuskan
    dan sudah diketahui oleh seluruh karyawan;
  14. sampaikanlah secara terbuka, fair, objektif, dan akuntabel seluruh
    hasil pengukuran produktivitas;
  15. dapatkan umpan balik atas hasil yang sudah diumumkan; dan
  16. tampunglah seluruh umpan balik tersebut dan lakukan perbaikan
    internal.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui batasan-batasan yang
perlu diukur dalam produktivitas maupun masalah-masalah utama
yang perlu dipecahkan berkaitan dengan peningkatan produktivitas.
Batasan-batasan tersebut perlu diketahui oleh karyawan dan pimpinan
dalam pelaksanaan pekerjaan. Hal ini tidak lain untuk meningkatkan
produktivitas kerja.

untuk mengetahui lebih banyak tentang manajemen sumber daya manusia, langsung klik saja link ini https://prenadamedia.com/product/teori-teori-manajemen-sumber-daya-manusia/

DUKUNGAN UNTUK SISWA CERDAS ISTIMEWA BERPRESTASI RENDAH

Sekalipun tujuan utama intervensi siswa cerdas istimewa yang berprestasi rendah adalah agar siswa termotivasi untuk berprestasi, namun untuk mencapai ini banyak cara intervensi yang perlu diberikan. Tergantung dari masalah yang dihadapi siswa. Jika kita kelompokkan maka dapat kita bagi menjadi:

  1. Intervensi di rumah oleh orangtua.
  2. Intervensi di sekolah.
  3. Intervensi di klinik dalam program konseling.
  4. Program Pendidikan Individu (PPI).
  5. Intervensi di Rumah oleh Orangtua
    Morawska, A. & Sanders, M. (2009a, 2009b) dalam penelitiannya tentang Triple P (Positive Parenting Program) yang dilaksanakan oleh orangtua di rumah dalam rangka intervensi perilaku dan emosional menunjukkan bahwa efektivitas yang lebih besar daripada jika intervensi ini dilakukan oleh guru di dalam kelas. Sebelum melaksanakan tugas intervensi ini sebelumnya orangtua mendapatkan pelatihan-pelatihan mengenal karakteristik anaknya, masalah-masalah yang ada, dan melaksanakan program intervensi di rumah melalui bimbingan tenaga ahli. Webb, J.T. dkk. (2007) menyarankan orangtua dengan pendampingan ahli agar mampu memahami berbagai masalah yang dihadapi anak, yaitu:
    a. Pengertian tentang individu cerdas istimewa.
    b. Karakteristik individu cerdas istimewa.
    c. Komunikasi efektif guna membangun relasi yang baik dengan anak.
    d. Masalah motivasi dan langkah-langkah yang harus diambil.
    e. Masalah karakteristik intensitas yang tinggi, perfeksionisme, dan stres.
    f. Perkembangan asinkroni pada anak cerdas istimewa.
    g. Disiplin dan manajemen diri pada anak.
    h. Idealisme pada individu cerdas istimewa.
    i. Rasa sedih, kecemasan (anxiety), rasa tak berdaya, dan depresi.
    j. Masalah bersosialisasi dan membangun pertemanan.
    k. Membangun hubungan yang harmonis dengan anggota keluarga yang lain.
    l. Tata nilai, tradisi, dan perkembangan moral.
    m. Masalah-masalah mungkin dihadapi oleh keluarga.
    n. Masalah-masalah dan penanganan cerdas istimewa dengan gangguan lain yang mengikutinya (twice exceptional).
    o. Bagaimana mencari bantuan jika terjadi kedaruratan.
    p. Mencari sekolah yang cocok.
    Dalam kehidupan sehari-hari di rumah, guna meningkatkan kemampuan siswa sesuai dengan potensi keberbakatannya, serta meningkatkan minat dan semangat mencapai cita-cita, Heacox & Cash (2020) menyarankan agar orangtua juga mengubah instruksi-instruksi kepada anaknya, seperti:
    a. Tugas-tugas kompleks, penuh makna dan tantangan, yang menggunakan kemampuan kognitif tinggi (evaluasi dan pemecahan masalah).
    b. Masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari dan pemecahannya .
    c. Beri kesempatan mengembangkan minat untuk masa depannya.
    d. Beri kesempatan memilih aktivitas-aktivitas yang diminatinya.
    e. Kontrol sejauh mana sudah ia menyelesaikan aktivitasnya.

Point no 2 sampai 5 bisa dibaca di buku beliau yang berjudul “Cerdas Istimewa di kelas inklusi. silahkan klik saja.

KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN Dinasti Umayyah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain:
1. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah suatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang idak sehat di kalangan anggota keluarga istana.

2. Latar belakang terbentuknya Dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi’ah (pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.

3. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Di samping itu, sebagian besar golongan Mawali (non-Arab), terutama di Irak dan bagian Timur lainnya, merasa tidak puas karena status Mawali itu menggambarkan suatu inferioritas, ditambah dengan keampuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.

4. Lemahnya pemerintahan Daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khlifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Di samping itu, golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.

5. Penyebab langsung tergulingnya Dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuasaan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al Muthalik. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi’ah, dan kaum Mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.

Akumulasi dari berbagai penyebab tersebut serta gabungan dari faktor faktor lainnya yang mungkin tidak diuraikan dalam pembahasan ini, mengantar dinasti yang hampir satu abad berkuasa ini ke jalan keruntuhannya. Dinasti Bani Umayyah diruntuhkan oleh kekuatan politik Dinasti Bani Abbasiyah pada masa Khalifah Marwan bin Muhammad pada 127 H (744 M).

DANA HAJI INDONESIA Harapan dalam Paralogisme Pengelolaan dan Teorisasi Keuangan Syariah

Buku ini ditulis untuk memotret fenomena penyelenggaraan haji Indonesia dalam tataran yang lebih detail. Dengan menggunakan metode ilmiah, kami berusaha menyajikan rangkaian penyelenggaraan Harapan dalam Paralogisme Pengelolaan dan Teorisasi Keuangan Syariah haji di Indonesia, dari masa sebelum kemerdekaan hingga saat ini, agar keterhubungan sejarah dengan tata kelola haji Indonesia, khususnya pengelolaan dana haji, menjadi tergambar dengan jelas. Keterhubungan tersebut penting untuk dapat dikomunikan secara jelas karena berkaitan penting dengan pembentukan perspektif dan paralogisme dalam pengelolaan dana haji di Indonesia; tema yang menjadi sentral penelitian dan tulisan di buku ini.

Di Bab pertama, pembaca dapat menemukan alasan dibalik pentingnya kajian ini dilakukan. Pada bab tersebut juga dipaparkan metodelogi yang digunakan.

Bab kedua berbicara tentang pengelolaan dana haji dalam sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia serta era baru pengelolaan dana haji setelah terbitnya Undang-Undang No. 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji.

Bab ketiga memaparkan isu utama dalam tulisan ini: paralogisme yang terjadi dalam pengelolaan dana haji di Indonesia. Di antara tema utama yang diangkat dalam buku ini adalah masalah setoran awal, mata uang dan lindung nilai, entitas dana haji dan investasi, sustainabilitas
dana haji, dan potensi dam yang belum terkelola dengan optimal.

Bab keempat memperbincangkan tentang peran BPKH sebagai lembaga baru yang fokus kepada pengelolaan dana haji di Indonesia serta harapan yang ditumpukan kepadanya dalam kerangka yang lebih luas yaitu peningkatan pelayanan haji Indonesia di masa mendatang. Dalam bab ini juga dipaparkan bagaimana konsep utillity sharing yang merupakan ciri khas ekonomi Islam, memainkan peran penting dalam konsep ekonomi modern yang digunakan dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan dana haji di Indonesia.

Dan di bab kelima, penulis menutup rangkaian tulisan ini dengan kesimpulan dan saran bagi pembaca, khususnya para pemangku kebijakan dan kepentingan dalam pengelolaan dana haji di Indonesia.

Pada akhirnya, penulis berharap karya ini menjadi gerbang bagi karya dan kajian ilmiah selanjutnya yang fokus kepada pengelolaan dan pengembangan dana haji di Indonesia, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi umat Islam di Indonesia.

TATA PENULISAN DAN CONTOH LEGAL MEMORANDUM

TATA PENULISAN DAN CONTOH LEGAL MEMORANDUM

A. TATA PENULISAN

Terdapat tiga bagian dalam penulisan LM yaitu bagian halaman depan, bagian bab-bab atau isi pokok, dan bagian belakang. Bagian halaman depan terdiri dari:

1. Halaman judul,

2. Halaman pengesahan,

3. Halaman motto dan persembahan,

4. Halaman kata pengantar,

5. Halaman daftar isi, dan

6. Halaman memorandum.

Pada halaman judul harus memuat hal-hal sebagai berikut:

(i) Judul Legal Memorandum yang ditulis dengan huruf kapital;

(ii) Nama penulis dan dosen pembimbing yang ditulis dalam huruf kapital;

(iii) Maksud ditulisnya Legal Memorandum yang ditulis dengan huruf kecil;

(iv) Lambang Universitas, dan yang terakhir;

(v) Nama fakultas, universitas dan kota serta tahun penulisan yang ditulis dengan huruf kapital. (Cara penulisannya lihat contoh di poin B bab ini).

Pada halaman pengesahan harus memuat tentang:

(i) Kata-kata “Disetujui untuk Diajukan kepada Sidang Ujian Tingkat Akhir Fakultas Hukum (namanya) Universitas (namanya)”;

(ii) Nama dan tanda tangan dosen pembimbing huruf kapital;

(iii) Nama dekan fakultas hukum universitas (namanya) ditulis dengan huruf kapital. (Cara penulisannya lihat contoh di poin B bab ini).

Halaman motto ditulis di bagian kiri atas dan halaman persembahan ditulis di bagian kanan bawah. Motto memuat kata-kata yang dipilih oleh penulis LM yang menjadi motto hidup atau filosofi hidup, sedangkan persembahan ditujukan untuk siapa karya tulis tersebut. (Cara penulisannya lihat contoh di poin B bab ini).

Halaman kata pengantar harus memuat, antara lain:

(i) Ucapan syukur;

(ii) Dalam rangka apa penyusunan LM tersebut ditulis, dan alasan mengapa penulis memilih tema atau masalah tersebut;

(iii) Suka duka proses penyusunan LM;

(iv) Pernyataan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan;

(v) Harapan penulis tentang manfaat penulisan LM dan pengakuan kekurangan yang mungkin ada dalam penulisan LM;

(vi) Pencantuman nama kota, tanggal, bulan dan tahun pembuatan, serta nama penulis LM. (Cara penulisannya lihat contoh di point B bab ini ).

Halaman daftar isi memuat isi atau sistematika LM yang terdiri-dari:

(i) Halaman judul;

(ii) Halaman pengesahan;

(iii) Motto dan persembahan;

(iv) Kata pengantar;

(v) Daftar isi;

(vi) Memorandum hukum;

(vii) Bab I kasus posisi;

(viii) Bab II pertanyaan hukum;

(ix) Bab III jawaban singkat;

(x) Bab IV pemeriksaan hukum;

(xi) Bab V analisis hukum;

(xii) Bab VI pendapat dan rekomendasi hukum;

(xiii) Daftar pustaka;

(xiv) Riwayat hidup penulis. (Cara penulisannya lihat contoh di point B bab ini).

Halaman memorandum memuat:

(i) Kepada siapa LM ditujukan;

(ii) Dari siapa LM tersebut (penulis);

(iii) Prihal apa LM tersebut; dan

(iv) Tempat dan waktu pembuatan LM. (Cara penulisan lihat contoh di point B bab ini).

Bagian Bab-bab atau Isi Pokok LM terdiri atas bab-bab yang terdiri dari:

1. Bab tentang kasus posisi,

2. Bab tentang pertanyaan hukum,

3. Bab tentang jawaban sementara,

4. Bab tentang pemeriksaan hukum,

5. Bab tentang analisis hukum, dan

6. Bab tentang pendapat dan rekomendasi hukum. (Cara penulisan lihat contoh di point B bab ini).

Bagian belakang LM terdiri atas:

1. Daftar pustaka; dan

2. Riwayat hidup penulis. (Cara penulisan lihat contoh di point B bab ini).

Daftar pustaka dapat dikelompokkan ke dalam lima kelompok referensi yaitu:

(i) Perundang-undangan

(ii) Dokumen kontrak;

(iii) Putusan pengadilan;

(iv) Buku/literatur;

(v) Jurnal atau majalah ilmiah;

(vi) dan lain-lain.

Seluruh bahan pustaka yang dicantumkan di dalam daftar pustaka harus merupakan bagian dari LM, artinya pustaka harus benar-benar yang telah dikutip dalam penulisan LM.

Daftar riwayat hidup memuat, antara lain:

(i) Nama penulis lengkap;

(ii) Tempat dan tanggal lahir;

(iii) Riwayat pendidikan;

(iv) Pengalaman orgnisasi;

(v) Prestasi yang pernah dicapai;

(vi) Dan lain-lain yang dianggap penting oleh penulis LM.

MENGATASI DEMAM PANGGUNG

Salah satu penyebab presentasi gagal adalah perasaan grogi atau demam panggung. Peneliti komunikasi Michael Beatty (1988) pernah melakukan penelitian tentang kecemasan mahasiswa saat berbicara di depan umum. Dia menemukan lima faktor penting penyebab kegelisahaan atau demam panggung, yaitu:

  1. Hal baru. Situasi yang sifatnya baru dan berbeda membuat kita menjadi gelisah. Jika Anda sudah mengalami beberapa kali berbicara di depan umum, maka kegelisahan semacam itu akan berkurang.
  2. Status rendah. Jika Anda merasa bahwa orang lain merupakan pembicara yang lebih baik, maka kegelisahan Anda akan meningkat. Dengan berpikir lebih positif mengenai diri Anda sendiri dan dengan persiapan yang matang maka kegelisahan akan berkurang.
  3. Kesadaran. Jika Anda merasa menjadi pusat perhatian, seperti yang Anda alami saat berbicara di depan umum, maka kegelisahan akan meningkat. Dengan menganggap berbicara di depan umum itu sebagai layaknya orang mengobrol maka perasaan ini akan membantu mengurangi kegelisahan tersebut. Jika Anda dengan bebas dapat berbicara di kelompok kecil, maka anggap saja bahwa khalayak yang Anda hadapi adalah kelompok kecil yang “diperbesar”.
  4. Perbedaan. Jika Anda merasa bahwa khalayak yang Anda hadapi memiliki sedikit persamaan dengan Anda, maka kegelisahan Anda akan meningkat. Karena itu, tekankanlah persamaan antara Anda dengan khalayak saat Anda merencanakan pembicaraan, termasuk juga ketika Anda berbicara di hadapan mereka. Komunikasi akan lebih mudah dilakukan jika terjadi kondisi homofili (semakin besar kesamaan antara peserta komunikasi). Lawan homofili adalah heterofili.
  5. Pengalaman yang lalu. Jika Anda pernah mempunyai pengalaman demam panggung, maka ada kecenderungan timbul kegelisahan yang meningkat jika harus berbicara di depan umum. Pengalaman yang positif dalam berbicara di depan umum akan dapat mengurangi kegelisahan Anda.
    Dalam upaya menghilangkan rasa cemas dan demam panggung, Anda harus mempunyai konsep diri yang positif. Konsep diri berkaitan dengan bagaimana cara Anda memandang diri Anda dan persepsi Anda tentang bagaimana orang lain memandang diri Anda. Konsep diri adalah segala yang Anda pikirkan dan rasakan tentang diri Anda serta keseluruhan kepercayaan dan sikap yang Anda rasa tentang diri Anda. Sering Anda berprasangka buruk terhadap diri sendiri. Misalnya, jangan-jangan orang lain menganggap saya jelek, pasti si A menganggap saya nggak bisa. Jika hal ini berlarut, Anda bisa jatuh dalam fenomena nubuat yang dipenuhi sendiri.9 Artinya, pandangan orang lain tentang Anda terinternalisasi dalam benak Anda. Misalnya, merasa orang lain menganggap diri Anda bodoh, lama-lama tanpa Anda sadari anggapan tadi terinternalisasi ke dalam benak Anda.
    Konsep diri ini berkaitan dengan upaya melakukan “impression management”. Artinya, agar tujuan komunikasi kita tercapai, maka kita berusaha mengatur (memanage) cara kita berkomunikasi, penampilan diri kita, cara berjalan, dan sebagainya. Pada akhirnya membuat khalayak terkesan. Jika konsep diri kita negatif maka proses manajemen impresi ini sulit dilakukan. (sumber Rakhmat Kriyantono judul BEST PRACTICE HUMAS (PUBLIC RELATIONS) BISNIS DAN PEMERINTAH Manajemen Humas, Teknik Produksi Media Publisitas & Public Relations Writing)

Karya lain tulisan Rakhmat Kriyantono sebagai berikut :

  1. https://prenadamedia.com/product/pengantar-lengkap-ilmu-komunikasi-filsafat-dan-etika-ilmunya-serta-perspektif-islam/
  2. https://prenadamedia.com/product/teknik-praktis-riset-komunikasi-disertai-contoh-praktis-riset-media-pr-advertisingkomunikasi-organisasi-komunikasi-pemasaran/
  3. https://prenadamedia.com/product/teori-public-relations-perspektif-barat-dan-lokal/
  4. https://prenadamedia.com/product/teknik-riset-komunikasi-kuantitatif/

Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Metodologi penelitian bertujuan memberikan pemahaman tentang metode-metode penelitian dalam konteks metodologi penelitian. guna memudahkan mahasiswanya karenanya disajikan dalam tiga bagian: pertama metode yang berkaitan dengan perolehan kebenaran dan metode menyusun anatomi masalah. Kedua, Metode penelitian kuantitatif yang berisi pengantar untuk memahami beberapa jargon penelitian berbasis penalaran deduktif-kuantitatif. Ketiga, berisi metode analisis kuantitatif, metode analisis korelasi, analisis regresi dan metode analisis jalur.

PENELITIAN KUALITATIF. KOMUNIKASI, EKONOMI, KEBIJAKAN PUBLIK, DAN ILMU SOSIAL LAINNYA

Penelitian Kualitatif. Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, Dan Ilmu Sosial Lainnya – Edisi Kedua

Edisi Kedua ini hadir mengingat banyak perkembangan baru dalam dunia penelitian yang perlu direspons secara positif: (1) adanya temuan baru yang dipublikasikan melalui berbagai literatur yang diterbitkan ulang; (2) masyarakat sering kali dihadapkan dengan berbagai permasalahan di lapangan yang belum terselesaikan; dan (3) dinamika perkembangan dunia penelitian yang semakin kompleks. Semua paparan dalam Edisi Kedua ini diharapkan dapat menghadirkan filsafat ilmiah yang mendasarinya; serta tema, fokus, dan langka pelaksanaannya di lapangan.Tema utama Edisi Kedua ini, antara lain: Pengantar penelitian kualitatif. ; Masalah dan berbagai topik penelitian kualitatif. ; Desain penelitian kualitatif (substansi dan cara mengkonstruksinya). Realitas sosial dan kaitannya dengan data kualitatif. ; Metode pengumpulan data dan pelaksanaan penelitian kualitatif. ; Strategi analisis data kualitatif. ; Penulisan laporan dan karya ilmiah kualitatif.

RISET KUALITATIF

RISET KUALITATIF

Buku riset kualitatif ini membahas mengenai bagaimana melakukan penelitian kualitatif dengan baik dan benar dengan penjelasan lengkap dan cukup mendalam tentang berbagai aspek riset kualitatif. Pertimbangan penyusunan buku ini adalah karena kebanyakan buku teks riset kualitatif yang ada di Indonesia saat ini justru dirasakan lebih banyak menimbulkan kebingungan, alih-alih memberikan pencerahan dan kejelasan. Penulis sering kali menemukan begitu banyak perbedaan pandangan di antara para sarjana sosial mengenai bagaimana melakukan penelitian kualitatif.  Masalah perbedaan yang sering muncul itu mengenai, misalnya, perbedaan penentuan ukuran sampel, perbedaan mengenai peran teori dalam penelitian, perbedaan penentuan paradigma, dan sebagainya. Tidak sedikit yang berpandangan keliru bahwa dalam penelitian kualitatif, peneliti boleh sesukanya menentukan ukuran sampel atau bahkan sesukanya menentukan siapa yang boleh dijadikan sampel. Pandangan pribadi peneliti juga sering kali tercampur ke dalam hasil penelitian, disengaja atau tidak disengaja. Masalah validitas atau objektivitas penelitian juga sering kali diabaikan padahal seharusnya prinsip tersebut tetap harus dipertahankan. Buku ini memberikan kejelasan mengenai berbagai masalah tersebut dengan mengacu pada berbagai sumber rujukan utama yang diakui secara luas dan digunakan oleh banyak perguruan tinggi top dunia. Buku ini mudah dipahami dan dapat digunakan oleh peneliti pemula atau mereka yang sudah berpengalaman

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF EKONOMI, SOSIOLOGI, KOMUNIKASI, ADMINISTRASI, PERTANIAN, DAN LAINNYA

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF Ekonomi, Sosiologi, Komunikasi, Administrasi, Pertanian, Dan Lainnya

Metodologi Penelitian bertujuan memberikan pemahaman tentang metode-metode penelitian dalam konteks metodologi penelitian. Guna memudahkan mahasiswa karenanya disajikan dalam tiga bagian: pertama, metode yang berkaitan dengan perolehan kebenaran dan metode menyusun anatomi masalah; kedua, metode penelitian kuantitatif yang berisi pengantar untuk memahami beberapa “jargon” penelitian berbasis penalaran deduktif-kuantitatif; ketiga, berisi metode analisis data kuantitatif, metode analisis korelasi, analisis regresi, dan metode analisis jalur.

PENGANTAR METODE PENELITIAN KUALITATIF ILMU POLITIK

Pengantar Metode Penelitian Kualitatif Ilmu Politik

Buku ini menyampaikan materi kepada pembelajar tentang hal-hal yang perlu diketahui dalam memilih metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif sebagai metode yang bisa diterapkan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena politik problem-problem politik. Selain itu, buku ini juga dapat dipakai untuk mengenalkan kepada peneliti pemula dalam rangka menyusun skripsi dan tesis, dan merancang usulan penelitian (desain penelitian) dari tata cara menganalisis hingga menulis laporan penelitian. Beberapa contoh diberikan dalam buku ini untuk memudahkan pembaca memahami penerapan metode dalam mengkaji dan untuk mengembangkan dan desain penelitian ilmiah yang masuk akal dan sistematis menjelaskan fenomena politik untuk memahami dunia politik. Semoga buku ini bermanfaat kepada para pembelajar Ilmu Politik.

METODE RISET KUANTITATIF: TEORI DAN APLIKASI PADA PENELITIAN BIDANG MANAJEMEN DAN EKONOMI ISLAM

Metode Riset Kuantitatif: Teori Dan Aplikasi Pada Penelitian Bidang Manajemen Dan Ekonomi Islam

Buku ini memberikan bahasan yang cukup lengkap mengenai metode penelitian kuantitatif dan aplikasinya dalam penelitian bidang manajemen, keuangan, dan ekonomi Islam secara khusus, maupun ilmu-ilmu sosial lainnya secara umum. Sehingga, dapat memudahkan mahasiswa maupun peneliti pemula yang ingin melaksanakan penelitian mandiri terutama bagi mahasiswa S-1 dan S-2, dosen yang melakukan penelitian mandiri untuk kenaikan pangkat, atau peneliti pemula yang ingin memahami penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Selain memberikan pembahasan dasar tentang proses penelitian, mulai dari penentuan topik dan permasalahan penelitian, menyusun kerangka teoretis dan hipotesis, juga penulisnya memaparkan perihal desain penelitian, pengukuran variabel, metode pengumpulan data, populasi dan sampel, teknik analisis data dan membuat proposal dan laporan akhir penelitian. Secara keseluruhan, buku ini gabungan teori, prosedur, pengalaman penulis, yang dilengkapi rujukan penelitian terkini sehingga dapat memberikan ide bagi mahasiswa yang akan menyusun tugas Teori dan Aplikasi pada Penelitian Bidang Manajemen dan Ekonomi Islam akhir maupun sebagai rujukan dari teori dan prosedur dari penelitian yang akan dilakukan secara umum di bidang manajemen, perbankan, pemasaran, baik dalam konteks ekonomi syariah maupun penelitian umum lainnya.

METODE PENELITIAN KUANTITATIF: DILENGKAPI DENGAN PERBANDINGAN PERHITUNGAN MANUAL & SPSS

Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS

Metode penelitian merupakan dasar ilmiah untuk memperoleh data dan jawaban terhadap berbagai pertanyaan penting sebagai subjek riset. Pada sisi lain, metode penelitian kuantitatif dalam riset ilmiah terus berkembang serta mendapat posisi penting dalam dunai riset ilmiah di Indonesia baik riset sosial/sosiologi, ekonomi, dan politik.

Fokus penulisan buku ini dimaksudkan untuk membantu para mahasiswa, lembaga riset, dan pusat studi, serta khalayak umum manakala akan melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan uji statistik yang sesuai dengan permasalahan serta dalam menerjemahkan output dan SPSS. Buku teks utama ini menyajikan secara terstruktur, mulai dari membuat judul penelitian hingga uji statistik yang cocok atau sesuai dengan permasalahan utama, serta dilengkapi pula dengan perbandingan perhitungan manual dan SPSS.

Materi Bahasa Indonesia

Materi Bahasa Indonesia

Koleksi terbaik kami untuk generasi bangsa untuk memperkaya pengetahuan mereka atas bahasa ibunya.

Bahasa Indonesia Akademi

Materi bahasa indonesia ini lebih diutamakan pada hal-hal yang berhubungan dengan penelitian. Penjelasan dimulai dari pengertian karya ilmiah, ciri-ciri karya ilmiah, sikap ilmiah, manfaat karya ilmiah, keutamaan ilmu serta bagaimana cara memahamai dan membuat motif , tendesi, topik dan tema. Disamping itu juga dijelaskan bagaimana cara membuat latar belakang masalah, pemabatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, konsep-konsep yang digunakan, landasan teori, tinjauan pustaka dan saran. serta membuat perlengkapan-perlengkapan karya ilmiah seperti kulit luar, kulit dalam, pernyataan, abstrak, kata pengantar, cara mengutip pendapat orang lain, daftar pustaka, daftar informan, catatan kaki, dan lampiran dari degi kebahasaan.

Terampil berbahasa Indonesia

Kompetensi dalam buku bahasa indonesia untuk perguruan tinggi disajikan secara berurutan disertai contoh-contoh yang dikomunikasi dengan bahasa lugas dan mudah dipahami. disamping itu buku bahasa indonesia untuk perguruan tinggi dilengkapi dengan lampiran tentang Kata Baku dan Tidak Baku,  Pengindonesiaan Kata-Kata Asing, Penulisan Singkatan dan Akronim, Penulisan Sukatan dan Timbangan, Penulisan Mata Uang, Penulisan Tanda dan Lambang, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dan Pedoman Pembentukan istilah yang selalu di perlukan oleh seorang penulis pemula maupun profesinal.

BAHASA INDONESIA DI PERGURUAN TINGGI PEMBELAJARAN AKTIF

Buku bahasa indonesia ini memberikan guide line pada pembelajaran aktif. pembeda buku ini adalah adanya komponen yang disajikan secara sistematis meliputi capaian pembelajaran, kemampuan akhir yang diharapkan, indikator, tujuan pembelajaran, peta konsep, materi pembelajaran, rangkuman, tugas, latihan dan tindak lanjut. Tujuan dari penyajian komponen ini yaitu memudahkan pembaca dalam mengembangkan suasana dialogis interaktif dan menyenangkan.

Jual Buku Kuliah Akuntansi

PrenadaMedia Group menyajikan buku-buku ajar utama (textbook) dan referensi bermutu tinggi, dengan harga yang terjangkau serta kualitas produksinya yang terbaik. Buku ini sangat dianjurkan untuk para mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi yang mencari referensi untuk perkuliahan dan tugas akhir, serta praktisi (akuntan) dan dosen/pengajar Ilmu Ekonomi-Akuntansi.

Sehimpunan buku ini membahas berbagai pembahasan ilmu ekonomi khususnya akuntansi, dari teori-teori dan model-model akuntansi hingga aplikasi praktisnya dalam dunia kerja (perusahaan bisnis, waralaba, birokrasi/pemerintahan, UKM, koperasi, industri, manufaktur, dan lain sebagainya).

Perlu diketahui bahwa perkembangan dunia usaha (bisnis) selalu bersanding dengan kemajuan dan lompatan teknologi, secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi praktik akuntansi dan menghadirkan permasalahan yang sama sekali baru dan belum ada. Karena itu, penguasaan teori akuntansi yang kukuh akan menjadikan seorang akuntan fleksibel, lentur, dan mampu memberikan solusi yang terorganisir dengan baik.

Berbagai topik bahasan dalam sehimpunan buku-buku ajar (textbook) dan referensi utama tentang akuntansi ini meliputi pelaporan keuangan dan standar akuntansi, teori akuntansi dan perumusannya, pelaporan laba rugi, neraca, dan catatan laporan keuangan serta pelaporan arus kas.

Adapun daftar judul buku-buku yang disajikan ini, yaitu:

(1) Akuntansi Bank: Teori dan Aplikasi dalam Rupiah; (2) Pengendalian Akuntansi dan Manajemen; (3) Akuntansi Pemerintahan: Implementasi Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah; (4) Kualitas Pelaporan Keuangan: Kajian Teoretis dan Empiris; (5) Auditing 1: Dasar-dasar Pemeriksaan Akuntansi; (6) Cara Mudah Memahami Akuntansi: Inti Sari Konsep Dasar Akuntansi; (7) Teori Akuntansi: Suatu Pengantar; (8) Pengantar Akuntansi 2; (9) Akuntansi Manajemen: Informasi Biaya untuk Mengendalikan Aktivitas Operasi & Investasi [Edisi Revisi]; dan (10) Akuntansi untuk Firma dan Perseroan.

Akuntansi Bank: Teori dan Aplikasi dalam Rupiah

Buku ini memaparkan seluk-beluk pencatatan akuntansi bank yang dapat digunakan untuk memahami peristiwa atau transaksi keuangan yang terjadi di bank dalam valuta rupiah. Pokok-pokok bahasannya antara lain: Prinsip dasar akuntansi bank dengan contoh persamaan dasar akuntansi sebagai dasar pemahaman akuntansi dan laporan keuangan bank; Akuntansi pada sisi kewajiban dan ekuitas bank; Akuntansi pada sisi aktiva produktif dan tidak tidak produktif; dan lain sebagainya.

Akuntansi bank merupakan seni pencatatan atas semua peristiwa atau transaksi keuangan yang terjadi dalam bank dan penggolongan atas semua transaksi yang telah dicatat sebagai dasar untuk penyusunan laporan keuangan bank. Laporan keuangan bank merupakan informasi yang menggambarkan posisi keuangan bank pada saat tertentu dan kinerja bank pada periode tertentu. Informasi keuangan sangat diperlukan oleh pengguna sebagai sarana pengambilan keputusan. Laporan keuangan bank akan sangat bermanfaat bagi pengguna bila laporan keuangan disajikan secara wajar dan diberikan tepat waktu.

Pada edisi revisi ini, ditambahkan subbab tentang metode pembebanan penyusutan pada Bab 17 dan aset lainnya yang membahas tentang bangunan dalam penyelesaian pada Bab 18. Revisi ini perlu diketahui oleh para pembaca untuk melengkapi pokok bahasan pada semua aspek pembahasan dalam akuntansi bank.

Pengendalian Akuntansi dan Manajemen

Pengendaliam internal mutlak diperlukan seiring tumbuh dan berkembangnya transaksi bisnis perusahaan. Pengendalian internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, menjamin tersedianya informasi akuntansi yang akurat dan memadai, serta memastikan seluruh ketentuan hukum dan kebijakan manajemen telah dipatuhi sebagaimana mestinya oleh setiap karyawan.

Adanya penerapan sistem pengendalian internal secara ketat ini, diharapkan seluruh kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan secara baik menuju tercapainya maksimalisasi profit. Bahkan, tidak hanya dari segi operasional yang akan berjalan secara tertib dan baik sesuai prosedur, tetapi dari segi finansial perusahaan juga dapat lebih termonitor secara baik dan benar.

Sasaran pembaca buku ini tidak hanya direkomendasikan bagi praktisi keuangan perusahaan, pemimpin perusahaan, akuntan, pengajar akuntansi dan manajemen, mahasiswa ekonomi; tetapi penting juga bagi khalayak umum untuk menjamin pengelolahan keuangan secara baik dan benar.

Kualitas Pelaporan Keuangan: Kajian Teoretis dan Empiris

Penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena berkembangnya riset tentang kualitas pelaporan keuangan, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, sementara referensi yang mendukung, khususnya dalam bentuk buku, masih terbatas jumlahnya. Di Indonesia, riset ini berkembang seiring dengan pemberlakuan sejumlah standar akuntansi untuk menyusun laporan keuangan di berbagai organisasi, terutama Standar Akuntansi Keuangan (SAK) berbasis IFRS yang diberlakukan pada perusahaan go-public mulai tahun 2012. Buku ini menjelaskan kualitas pelaporan keuangan secara komprehensif. Dimulai dari fenomena kasus pelaporan keuangan yang terjadi di luar dan di dalam negeri. Kemudian konsep kualitas pelaporan yang menjelaskan apa itu laporan keuangan, pelaporan keuangan dan kualitas pelaporan keuangan. Selanjutnya adalah pengujian kualitas pelaporan keuangan yang memaparkan berbagai dimensi dan pengukuran dalam pengujian kualitas pelaporan keuangan. Terakhir adalah dua bab yang membahas faktor penentu dan dampak ekonomi kualitas pelaporan keuangan.

Auditing 1: Dasar-dasar Pemeriksaan Akuntansi

Buku ini secara keseluruhan membahas tentang standar audit, laporan audit, tingkatan dan keputusan mengenai materialitas, tanggung jawab manajemen, tanggung jawab auditor dalam menemukan salah saji yang material dan menemukan tindakan ilegal, asersi manajemen, tujuan audit atas transaksi, saldo, penyajian dan pengungkapan, jenis bukti audit, dokumentasi audit, perencanaan audit, prosedur analitis, dan diakhiri dengan audit atas pengendalian internal.

Pengantar Akuntansi 2

Akuntansi adalah suatu proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Salah satunya, seperti dibahas dalam buku ini, transaksi yang berhubungan dengan aset. Dalam hal ini, aset didefinisikan sebagai sumber ekonomi yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di kemudian hari.

Penulis memberikan penjelasan perinci tentang kegiatan akuntansi, terutama berkaitan dengan kebutuhan perusahaan yang sangat kompleks dan beragam. Selain soal harta lancar dan harta tetap, secara khusus diulas mengenai investasi jangka panjang. Perusahaan lazim melakukan investasi dalam beragam bentuk, termasuk investasi jangka panjang yang memengaruhi keuangan suatu perusahaan serta hubungan dengan perusahaan lain.

Dengan komprehensif, buku ini mengantarkan pembaca memahami konsep-konsep utama dalam akuntansi. Dari soal surat-surat berharga, kewajiban jangka panjang, sampai laporan arus kas. Tak ketinggalan seputar firma dan perseroan terbatas. Jadi, pembaca dapat pula memahami konsep persekutuan atau firma dan karakteristik bentuk usaha perseroan terbatas.

Akuntansi untuk Firma dan Perseroan

Buku ini secara khusus dan mendalam akan mengulas mengenai akuntansi untuk firma dan perseroan. Pembahasan akuntansi firma meliputi pendirian (pembentukan) firma, pembagian laba rugi, laporan keuangan firma, masuknya sekutu baru, revaluasi aktiva, dan likuidasi firma. Adapun yang akan dibahas dalam akuntansi perseroan adalah dasar organisasi perseroan, modal perseroan, modal disetor, penerbitan saham, akuntansi untuk saham yang diperoleh kembali, pemecahan saham, akuntansi untuk dividen, laporan laba ditahan, dan pelaporan modal pemegang saham. Di akhir masing-masing bab, buku ini secara spesifik juga menghadirkan ilustrasi problem yang disertai dengan solusinya.