Problematika Autentisitas Hadis Nabi

Rp 156.000

Ebook WhatsApp

SKU: 40008b9a5380 Kategori: , , Tag: ,

Deskripsi

Al-Qur’an dan Hadis, di samping sama-sama sebagai sumber ajaran Islam, keduanya mempunyai perbedaan yang sangat menonjol terutama dilihat dari segi keautentikannya. Seluruh ayat Al-Qur’an dipastikan berasal dari Allah berbeda dengan Hadis Nabi yang sebagiannya dipastikan berasal dari Nabi tetapi ada pula yang diragukan bahkan sebagian dipastikan tidak berasal darinya. Kepastian Al-Qur’an berasal dari Allah karena seluruh ayat-ayatnya telah ditulis semenjak diturunkannya kepada Nabi Muhammad, terjaga baik secara hafalan maupun catatan atau tulisan di kalangan para sahabat  dan kemudian dibukukan dalam satu mushaf pada masa Abū Bakar al-Siddīq serta digandakan pada masa ‘Utsmān ibn ‘Affān dalam bentuk mushaf ‘Utsmānī. Adapun Hadis Nabi, pada masa Rasulullah hanya sebagian yang ditulis karena khawatir tercampur dengan Al-Qur’an. Mayoritas Hadis saat itu terekam dalam hafalan para sahabat Nabi yang diriwayatkan secara lisan dan hanya sedikit yang terekam dalam bentuk tulisan. Periwayatan Hadis secara lisan ini memakan waktu yang cukup lama sejak masa Rasulullah hingga masa-masa sesudahnya. Hadis-hadis baru dibukukan secara lengkap pada abad kedua dan ketiga Hijriyah. Karena itu, periwayatan Hadis memerlukan waktu ratusan tahun yang melibatkan beberapa generasi, yakni generasi sahabat, tābi’īn, tābi’ al-tābi’īn yang kemudian Hadis-hadis itu dibukukan oleh para mukharrij (kolektor) Hadis. Periwayatan Hadis dalam jangka waktu yang relatif panjang inilah antara lain yang menyebabkan terjadinya perbedaan kualitas Hadis; ada yang sahih, hasan,  a’īf bahkan palsu. Dapat dikatakan bahwa tidak semua hadis benar-benar dari Rasulullah, berbeda dengan Al-Qur’an yang dipastikan berasal dari Allah.

Setelah Hadis-hadis dibukukan pada abad kedua dan ketiga Hijriyah dalam kitab-kitab Hadis standar tidak berarti problematika autentisitas Hadis Nabi sudah berakhir. Adanya perbedaan dalam cara pandang dan kriteria yang digunakan dalam menyeleksi Hadis menyebabkan terjadinya perbedaan dalam menilai kualitas Hadis tertentu. Hal ini terjadi antara lain karena tidak semua kitab Hadis berisi Hadis-hadis yang sahih saja, sebagian berisi Hadis-hadis sahih tercampur dengan Hadis-hadis hasan,  a’īf, dan bahkan palsu (maw ū’). Meskipun sebagian mukharrij Hadis menghendaki Hadis-hadis yang mereka koleksi hanya yang sahih saja, tetapi setelah diteliti oleh ulama-ulama berikutnya ditemukan bahwa Hadis-hadis dalam kitab itu tercampur dengan Hadis dengan kualitas yang lain.

Buku ini mengkaji tentang problematika autentisitas Hadis Nabi sejak masa klasik hingga kontemporer. Pembahasannya di samping berkenaan dengan autentisitas Hadis juga aspek-aspek lain yang berkaitan dengan studi Hadis secara umum. Tujuan penulisan buku ini adalah untuk menjelaskan kajian Hadis dan ilmu Hadis menggunakan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner yang melibatkan sudut pandang yang beragam. Buku ini layak dibaca oleh siapa pun, baik dosen, mahasiswa, ilmuwan, cendekiawan, maupun masyarakat umum yang berminat mengkaji ilmu-ilmu keislaman terutama bidang Hadis dan ilmu Hadis.

Informasi Tambahan

Berat 380 gram
Berat Buku (gram)

260

Cetakan

1

Halaman

486

ISBN

978-623-218-325-4

Jenis Cover

Art Carton 260 gr

Jilid

Perfect Bending

Kertas Isi

Bookpaper

Pengarang

Prof. Dr. H. Idri, M.Ag

Tahun Terbit

Februari 2020

Ukuran

15 x 23

Daftar Isi

Bab 1 Autentisitas HADIS MENURUT ULAMA HADIS 1

  1. Pengertian Hadis Autentik 1

  2. Kriteria Hadis-hadis Autentik.3

  3. Jenis-jenis Hadis Autentik .17

  4. Kehujjahan Hadis Autentik .21

Bab 2 HADIS-HADIS PROBLEMATIK 23

  1. Pengertian Hadis-hadis Problematik. 23

  2. Awal Mula Kemunculan Hadis-hadis Problematik . 26

  3. Latar belakang Munculnya Hadis-hadis Problematik 34

Bab 3 HADIS-HADIS PROBLEMATIK DARI SEGI SANAD 45

  1. Masalah Keterputusan pada Awal Sanad 45

  2. Masalah Keterputusan di Tengah Sanad51

  3. Masalah Keterputusan di Akhir Sanad.60

Bab 4 HADIS-HADIS PROBLEMATIK DARI SEGI MATAN 73

  1. Hadis Bertentangan dengan Al-Qur’an.74

  2. Hadis Bertentangan dengan Hadis Sahih78

  3. Hadis Bertentangan dengan Sīrah Nabawiyah 83

  4. Hadis Bertentangan dengan Akal Sehat. 86

  5. Hadis Bertentangan dengan Realita dan Kesaksian Indra.87

  6. Hadis Bertentangan dengan Sejarah 89

  7. Hadis yang tidak Menyerupai Perkataan Nabi. 89

  8. Hadis Mengandung Keserampangan 93

  9. Hadis Mengandung Makna yang Rendah dan Keji 95

Bab 5 HADIS-HADIS PROBLEMATIK DARI SEGI SANAD DAN MATAN 97

  1. Hadis Mawdū’97

  2. Hadis Matrūk.101

  3. Hadis Munkar 103

  4. Hadis Syādz. 105

  5. Hadis Mu’allal.108

  6. Hadis Mudallas 114

  7. Hadis Mudraj119

  8. Hadis Maqlūb 123

  9. Hadis Mazīd127

  10. Hadis Mudtarib. 132

  11. Hadis Musahhaf 135

  12. Hadis Majhūl 137

Bab 6 METODE KRITIK HADIS-HADIS PROBLEMATIK 139

  1. Metode Bahasa 139

  2. Metode Induksi 147

  3. Metode Deduksi 152

  4. Metode Komparasi 156

  5. Metode Historis 166

Bab 7 KONDISI POLITIK MASA PERIWAYATAN HADIS 177

  1. Kondisi Politik Masa Nabi 177

  2. Kondisi Politik Masa al-Khulafā’ al-Rāsyidūn 182

  3. Kondisi Politik Masa Bani Umāyah187

  4. Kondisi Politik Masa Bani ‘Abbāsiyah.191

Bab 8 PERAN FAKSI POLITIK DALAM PERIWAYATAN HADIS 195

  1. Peran Faksi Mu’āwiyah dalam Periwayatan Hadis. 195

  2. Peran Faksi Syi’ah dalam Periwayatan Hadis. 200

  3. Peran Faksi Khawārij dalam Periwayatan Hadis.205

  4. Peran Faksi Jumhur dalam Periwayatan Hadis209

  5. Antisipasi Ulama terhadap Sikap Berbagai Faksi Politik.211

  6. Sikap Penguasa Bani Umayah terhadap Periwayatan Hadis. 213

  7. Sikap Penguasa Bani ‘Abbāsiyah terhadap Periwayatan Hadis. 216

Bab 9 HADIS DI KALANGAN AHLI TASAWUF     221

  1. Pengertian Tasawuf . 221

  2. Metode Memperoleh Pengetahuan menurut Kaum Sufi 231

  3. Hadis sebagai Sumber Ajaran Tasawuf.242

Bab 10 METODE PRIWAYATAN HADIS DI KALANGAN AHLI TASAWUF  251

  1. Metode Liqā’ al-Nabī 251

  2. Metode Periwayatan Kasyf.272

Bab 11 KRITIK TERHADAP METODE PERIWAYATAN HADIS DI KALANGAN AHLI TASAWUF      291

  1. Kritik Substansial 291

  2. Kritik Metodologis295

  3. Kritik Interpretatif. 300

  4. Implikasi Metode Liqa’ al-Nabī dan Kasyf terhadap Autentisitas Periwayatan Hadis.305

Bab 12 KRITIK HADIS DALAM PERSPEKTIF STUDI KONTEMPORER 311

  1. Pengertian Kritik Hadis311

  2. Landasan Kognitif Kritik Hadis 314

  3. Tujuan dan Objek Kritik Hadis. 319

  4. Urgensi Kritik Hadis.323

  5. Standardisasi Kritik Hadis328

Bab 13 EPISTEMOLOGI STUDI HADIS 333

  1. Pengertian Epistemologi.333

  2. Pengertian Epistemologi Studi Hadis335

  3. Struktur Epistemologi Studi Hadis. 337

  4. Kritik Epistemologi Studi Hadis340

Bab 14 Autentisitas HADIS NABI MENURUT ORIENTALIS 343

  1. Sejarah Kajian Hadis di Kalangan Orientalis344

  2. Sikap Orientalis terhadap Hadis Nabi346

  3. Perspektif Orientalis tentang Autentisitas Hadis Nabi.349

Bab 15 A utentisitas HADIS MUTA WĀTI R DALAM PERSPEKTIF TEORI COMMON LINK G.H.A. JUYNBOLL 357

  1. Gautier H.A. Juynboll dan Teori Common Link.359

  2. Perspektif Ulama Hadis tentang Hadis MutawĀtir365

  3. Kritik terhadap Teori Common Link tentang Hadis Mutawātir369

Bab 16 SEJARAH KAJIAN HADIS DI INDONESIA 381

  1. Kajian Hadis Masa Awal (Abad ke-17–Awal Abad ke-20 Masehi)384

  2. Kajian Hadis di Pesantren dan Madrasah (Awal Abad ke-20 Masehi – Masa Kemerdekaan)388

  3. Kajian Hadis setelah Kemerdekaan (1945 sampai Sekarang)390

Bab 17 LITERATUR KAJIAN HADIS DI INDONESIA KONTEMPORER 401

  1. Literatur Hadis Masa Orde Lama dan Orde Baru401

  2. Literatur Hadis Masa Reformasi.410

Bab 18 Tren PUBLIKASI ILMIAH NASIONAL DAN INTERNASIONAL BIDANG HADIS DAN ILMU HADIS 427

  1. Tren Publikasi Ilmiah Bidang Hadis dan Ilmu Hadis dalam Jurnal Nasional.429

  2. Tren Publikasi Ilmiah Bidang Hadis dan Ilmu Hadis dalam Jurnal Internasional.434

DAFTAR PUSTAKA 441

TENTANG PENULIS 467

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Problematika Autentisitas Hadis Nabi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *