Penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh tidak tersedianya literatur dalam bahasa Indonesia mengenai ushul fiqh yang mengupas secara luas, mendalam, dan komprehensif dengan merujuk kepada kitab-kitab standar dari semua mazhab.
Kajian buku ini mengungkap semua persoalan ushul fiqh secara detail dan mendalam dengan mengetengahkan pandangan mazhab ushul fiqh/fiqh terbesar dalam Islam, yaitu Syafiiyah, Malikiyah, Hanabilah, Hanafiyah, Syiah Imamiyah, dan Zhahriyah. Karena itu, buku ini dirancang untuk dijadikan sebagai literatur standar yang lengkap dan komprehensif mengenai ushul fiqh secara tuntas, sehingga pembaca dapat memahaminya pada setiap jilid sesuai kebutuhan
Informasi Tambahan
Berat
400 gram
Cetakan
6
Halaman
496
ISBN
978-979-1486-18-7
Jenis Cover
Art Carton
Jilid
Perfect Bending
Kertas Isi
Book Paper
Pengarang
PROF. DR. H. AMIR SYARIFUDDIN
Tahun Terbit
2011
DAFTAR ISI
BAB 1 KAIDAH PERUMUSAN HUKUM ISLAM — 1
Metodologi Formulasi Hukum Islam — 1
Pengantar — 1
Pemahaman Teks Al-Qur’an dan Sunah — 2
Lafaz dari Segi Kejelasan Artinya — 2
Lafaz yang Terang Artinya — 3
Lafaz yang Tidak Terang Artinya — 13
Lafaz dari Segi Penggunaannya — 26
Haqiqah (Hakikat) dan Majaz — 26
Sharîh dan Kinâyah — 37
Ta’wil — 40
Lafaz dari Segi Kandungan Pengertiannya — 47
Lafaz ‘Âm (Umum) — 48
Lafaz Khushûsh — 86
Takhsish — 90
Muthlaq dan Muqayyad — 121
Lafaz dari Segi Dilâlah (Penunjukan) atas Hukum — 131
Pembahasan Umum tentang Dilâlah — 131
Dilâlah dalam Pandangan Ulama Hanafiyah — 135
Dilâlah dalam Pandangan Ulama Syafi’iyah — 154
Berhujah dengan Mafhum Mukhalafah — 162
Syarat Berhujah dengan Mafhum Mukhalafah — 167
Lafaz dari Segi Sighat Taklif — 170
Amar (Perintah) — 170
Nahi (Larangan) — 208
BAB 2 TUJUAN UMUM PEMBINAAN HUKUM ISLAM — 219
Pendahuluan — 219
Kemaslahatan — 220
Bentuk Maslahat — 222
Kebutuhan Primer/Dharuri — 222
Kebutuhan Sekunder/Hajiyat — 227
Kebutuhan Tersier/Takhsiniyat — 228
BAB 3 IJTIHAD DAN PERKEMBANGANNYA — 233
Pendahuluan — 233
Pengertian Ijtihad — 237
Ijtihad Menurut Arti Kata (Etimologi) — 237
Ijtihad Menurut Istilah Teknis Hukum (Definisi) — 238
Hukum Berijtihad — 240
Perkembangan Ijtihad — 243
Ijtihad pada Masa Nabi — 244
Metode Ijtihad Nabi — 247
Kekuatan Ijtihad Nabi dalam Menetapkan Hukum — 248
Ijtihad Sahabat pada Masa Nabi — 249
Ijtihad pada Masa Sahabat — 252
Bentuk Ijtihad Sahabat — 256
Sasaran Ijtihad Sahabat — 257
Rujukan Sahabat dalam Berijtihad — 259
Ijtihad pada Masa Tabi’in — 259
Ijtihad pada Masa Imam Mazhab — 262
Ijtihad pada Masa Sesudah Imam Mazhab — 266
Kebangkitan Kembali Daya Ijtihad — 268
Unsur Pokok dalam Ijtihad — 270
Syarat Menjadi Mujahid — 270
Pembagian dan Macam-macam Ijtihad — 283
Beberapa Persoalan Ijtihad — 297
Kekosongan Mujtahid — 297
Spesialisasi dalam Ijtihad — 300
Metode Ijtihad — 302
Lapangan Ijtihad — 307
Kebenaran Hasil Ijtihad — 310
Kekuatan Hasil Ijtihad — 318
BAB 4 BEBERAPA METODE IJTIHAD — 323
Istihsan — 324
Arti Istihsan — 324
Macam-macam Istihsân — 328
Kekuatan Istihsân dalam Ijtihad — 334
Relevansi Istihsân di Masa Kini dan Mendatang — 340