Obral!
Ushul Fiqh Jilid I
Harga aslinya adalah: Rp 121.000.Rp 85.000Harga saat ini adalah: Rp 85.000.
Informasi Tambahan
| Berat | 400 gram |
|---|---|
| Berat Buku (gram) | 400 |
| Cetakan | 5 |
| Halaman | 496 |
| ISBN | 978-979-1486-16-3 |
| Jenis Cover | Art Carton |
| Kertas Isi | Book Paper |
| Pengarang | PROF. DR. H. AMIR SYARIFUDDIN |
| Tahun Terbit | 2011 |
PENGANTAR -- v
BAB I: PENDAHULUAN -- 1
-
Pengertian Fiqh, Syariah dan Hukum Islam -- 1
-
Pengertian Syariah -- 1
-
Pengertian Fiqh -- 2
-
Pengertian Hukum Islam -- 5
-
Sejarah dan Perkembangan Fiqh -- 7
-
Fiqh pada Masa Nabi -- 7
-
Fiqh pada Masa Sahabat -- 24
-
Fiqh pada Masa Imam Mujtahid -- 33
-
Fiqh dalam Periode Taklid -- 37
-
Reformulasi Fiqh Islam -- 38
-
Pengertian dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh -- 38
-
Latar Belakang -- 38
-
Pengertian Ushul Fiqh -- 40
-
Perkembangan Ushul Fiqh -- 42
-
Tujuan dan Manfaat Ushul Fiqh -- 48
-
Pokok Pembahasan Ushul Fiqh -- 49
BAB II: SUMBER PERUMUSAN HUKUM ISLAM -- 51
-
Pengertian Sumber dan Dalil -- 51
-
Al-Qur‘an sebagai Sumber dan Dalil -- 55
-
Pengertian Al-Qur‘an -- 55
-
Autentisitas Al-Qur‘an -- 57
-
Fungsi dan Tujuan Turunnya Al-Qur‘an -- 63
-
Mukjizat Al-Qur‘an -- 72
-
Ibarat Al-Qur‘an dalam Menetapkan Hukum -- 77
-
Penjelasan Al-Qur‘an terhadap Hukum -- 79
-
Hukum yang Terkandung dalam Al-Qur‘an -- 83
-
Al-Qur‘an sebagai Sumber Hukum Fiqh -- 85
-
Sunah sebagai Sumber dan Dalil -- 86
-
Pengertian Sunah -- 86
-
Macam-macam Sunah -- 89
-
Periwayatan Sunah -- 96
-
Kebenaran Khabar dari Segi Ibarat yang Digunakan Pembawa Berita dalam Menyampaikan Berita-- 97
-
Fungsi Sunah -- 99
-
Penjelasan Sunah Terhadap Hukum dalam Al-Qur‘an -- 103
-
Sunah Berdaya Hukum -- 108
-
Kedudukan Sunah sebagai Sumber Hukum -- 111
-
Ra’yu (Nalar) sebagai Dalil Hukum -- 120
-
Pengertian Ra’yu -- 120
-
Peranan dan Cara Penggunaan Ra’yu dalam Fiqh -- 122
-
Batas Penggunaan Ra’yu -- 126
-
Kekuatan Hukum Hasil Temuan Nalar -- 129
-
Penggunaan Ra’yu sebagai Dalil Hukum Fiqh -- 130
-
Ijma’ sebagai Dalil Hukum Fiqh -- 131
-
Arti Ijma’ -- 131
-
Kemungkinan Terjadinya Ijma’ -- 136
-
Kedudukan Ijma’ sebagai Dalil Hukum -- 138
-
Perkembangan Pendapat Ulama tentang Pembatasan Ijma’ -- 142
-
Pendapat Ulama tentang Persyaratan Ijma’ -- 150
-
Fungsi Ijma’ -- 157
-
Peringkat Ijma’ -- 159
-
Nasakh Ijma’ -- 164
-
Ketetapan Ijma’ -- 166
-
Mengingkari Hasil Ijma’ -- 168
-
Qiyas sebagai Metode Penggalian Hukum Syara’ -- 170
-
Pendahuluan -- 170
-
Arti Qiyas -- 171
-
Qiyas sebagai Dalil Hukum Syara’ -- 177
-
Syarat-syarat Qiyas -- 195
-
Pembagian Qiyas -- 237
-
Perbenturan Antar-Dalil Hukum -- 241
-
Pendahuluan -- 241
-
Penyelesaian Dalil-dalil yang Berbenturan -- 245
-
Nasakh -- 249
-
Tarjih -- 305
BAB III: PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP HUKUM SYARA’ -- 333
-
Pengertian Hukum Syara’ -- 333
-
Pembagian Hukum Syara’ -- 336
-
Wajib dan Pembagiannya -- 341
-
Mandub dan Pembagiannya -- 361
-
Haram dan Pembagiannya -- 366
-
Karahah dan Pembagiannya -- 373
-
Mubah dan Pembagiannya -- 375
-
Rukhshah dan ‘Azimah -- 380
-
Hukum Wadh‘i -- 394
-
Sabab -- 395
-
Syarath -- 399
-
Mani’ (Penghalang) -- 404
-
Shah -- 408
-
Bathal -- 409
-
Fasid -- 409
-
Pembuat Hukum (Hakim) -- 412
-
Objek Hukum (Mahkûm Bîh) -- 417
-
Subjek Hukum (Mahkum ‘Alaih) -- 424
-
Hal-hal yang Memengaruhi Kecakapan Berbuat Hukum (‘Awaridh) -- 435
-
Awaridh Samawiyah -- 436
-
Awaridh Muktasabah -- 442




