PENGANTAR FILSAFAT HUKUM ISLAM

Rp 104.000

Ebook WhatsApp

Deskripsi

Pemikir filosofis dalam hukum Islam merupakan kajian penting dalam perumusan dan penerapan hukum Islam, terutama dalam kegiatan istinbath hukum bagi para mujtahid atau bagi siapa saja yang mendalami ilmu fikih. Dilihat dari segi kepentingan dalam istinbath, filsafat hukum Islam ini memang tidak menempati urutan teratas sebagaimana ilmu ushul fiqh, karena ia lebih merupakan pelengkap dan pemantu ilmu ushul fiqh serta suatu ilmu dengan gaya berpikir filosofis, sehingga memberi keyakinan kepada umat Islam bahwa hukum Islam adalah hukum yang memastikan maslahat dibalik sebuah istinbath-istinbath hukum. Landasan berpikir filosofis selama ini telah diajarkan ketika kuliah ushul fiqh dan juga pengantar ilmu ushul fiqh, akan tetapi materinya belum mencapai secara spesifik ke arah berpikir filosofis dalam hukum Islam. Walaupun dalam buku ini tidak membahas pemikiran filosofis dalam hukum Islam secara utuh dan menyeluruh, setidaknya tulisan ini memberikan gambaran bahwa untuk memadukan pemikiran filosofis dalam meng-istinbath-kan hukum.

Buku ini layak untuk dibaca oleh para pelajar dan mahasiswa, khususnya yang berkonsentrasi dengan hukum Islam (syariah), baik mahasiswa S-1 maupun pascasarjana, demikian juga bagi praktisi dan pemerhati hukum Islam secara umum. Semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat.

Informasi Tambahan

Berat 380 gram
Berat Buku (gram)

400

Cetakan

1

Halaman

310

ISBN

978-623-218-335-3

Kertas Isi

Book Paper

Pengarang

Dr. Busyro, M.Ag.

Tahun Terbit

Januari 2020

Ukuran

14 x 21

Daftar Isi

Daftar Isi
PENGANTAR PENULIS v

DAFTAR ISI vii
PENDAHULUAN xi

BAB 1 MASUKNYA FILSAFAT KE DUNIA ISLAM 1
A. Pengertian Filsafat Islam 1
B. Sejarah Filsafat Islam 6
C. Gerakan Penerjemahan: Dari Yunani–Suryani ke Arab 8
D. Ruang Lingkup Pembahasan Filsafat Islam 11
BAB 2 BERPIKIR FILOSOFIS DALAM HUKUM ISLAM 17
A. Pengertian Filsafat Hukum Islam dan Berpikir Filosofis
dalam Hukum Islam 17
B. Ruang Lingkup dan Objek Filsafat Hukum Islam 19
C. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Filsafat Hukum
Islam 23
D. Hubungan Filsafat Hukum Islam dengan Keilmuan Islam
Lainnya 27
BAB 3 PENGGUNAAN AKAL DAN WAHYU DALAM
PEMIKIRAN FILOSOFIS HUKUM ISLAM 35
A. Akal dan Wahyu 35
B. Hukum Islam dan Tantangan Ilmu Pengetahuan 39
C.
Qath’i dan Zhanni dalam Hukum Islam 41
D. Ta’abbudi dan Ta’aqquli 43

BAB 4 IJTIHAD DALAM PEMIKIRAN FILOSOFIS HUKUM ISLAM 47
A. Pengertian Ijtihad 47
B. Dasar Pemikiran Ijtihad 48
C. Ringkasan Ijtihad dalam Rentang Sejarah
Hukum Islam 51
1. Ijtihad Periode Rasulullah saw. 52
2. Ijtihad Periode Sahabat 56
3. Ijtihad pada Era Shighar al-Shahabat dan Tabi’in 68
4. Ijtihad Periode Imam-imam Mazhab 74
5. Ijtihad pada Periode Jumud danTaklid 79
6. Ijtihad pada Periode Kebangkitan Hukum Islam 86
D. Syarat Melakukan Ijtihad 90
E. Mujtahid dan Tingkatannya 93
F. Bentuk-bentuk Ijtihad 98
BAB 5 MAKNA HUKUM ISLAM (HUKUM SYAR’I) 101
A. Pengertian Hukum Islam 101
B. Aliran-aliran Hukum Islam 106
BAB 6 MAQASHID AL-SYARI’AH SEBAGAI LANDASAN
BERPIKIR FILOSOFIS 115
A. Maqashid al-syari’ah sebagai Dasar Penetapan Hukum
Islam 115
B. Kategori al-Dharuriyyat, al-Hajiyyat, dan al-Tahsiniyyat 121
1. Al-Dharuriyyat 121
2. Al-Hajiyyah 124
3. Al-Tahsiniyyah 124
C. Hubungan Maslahah dengan
Maqashid al-syari’ah 125
BAB 7 PRINSIP DAN KAIDAH-KAIDAH HUKUM ISLAM
DALAM MEWUJUDKAN PEMIKIRAN FILOSOFIS
HUKUM ISLAM 139
A. Prinsip-prinsip Hukum Islam 140
1. Memelihara Kemaslahatan 140
2. Meniadakan Kepicikan dan Tidak Memberatkan 142

3. Menyedikitkan Beban 145
4. Berangsur-angsur dalam Menetapkan Hukum 147
5. Menegakkan Keadilan 149
B. Kaidah-kaidah Hukum Islam 151
C. Perbedaan Kaidah Fiqhiyyah dan Dhawabith Fiqhiyyah 157
D. Perbedaan antara Kaidah Fiqhiyyah dan Nazhariyat
Fiqhiyyah 158
E. Perbedaan Kaidah Fiqhiyyah dan Kaidah Ushuliyyah 160
F. Kaidah-kaidah Asasiyah dan Jabarannya 165
1. Kaidah Pertama:
الأمور بمقاصدها165
2. Kaidah Kedua:
المشقة تجلب التيسير171
3. Kaidah Ketiga:
اليقين لايزال بالشك176
4. Kaidah Keempat:
الضرر يزال186
5. Kaidah Kelima:
العادة محكمة196
G. Kaidah-kaidah Umum (Kulliyyah) Lainnya 202
BAB 8 TEORI ILLAT SEBAGAI SEBUAH LANDASAN BERPIKIR
FILOSOFIS 225
A. Pengertian Illat 225
B. Jenis-jenis
Illat 236
1.
Illat dari Segi Cara Mendapatkannya 236
2.
Illat dari Segi Bisa atau tidaknya Diterapkan kepada
Kasus Hukum Lainnya 239
3.
Illat dari Segi Kegunaan dan Kedudukannya dalam
Pensyariatan Hukum 242
C. Syarat-syarat
Illat 248
D. Metode Penemuan
Illat (Masalik al-Illat/Ta’lil
al-Ahkam) 256
1. Menggunakan Nash atau Manshushah 256
2. Melalui Ijma’ 260
3. Melalui Istinbath (Penalaran) 261

BAB 9 PENUTUP 279
DAFTAR PUSTAKA 283
TENTANG PENULIS 29

Anda mungkin juga suka…