Pengembangan Paradigma Keilmuan Epistemologi Islam

Rp 110.000

Ebook WhatsApp

Deskripsi

PENGEMBANGAN PARADIGMA KEILMUAN PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI ISLAM
Dari Perenialisme hingga Islamisme, Integrasi-Interkoneksi dan Unity of Sciences

Ada perbedaan mendasar antara filsafat Barat dan Islam. Filsafat Barat selalu berangkat dari keragu-raguan, sedangkan filsafat Islam selalu berangkat dari keyakinan. Islam meyakini bahwa Al-Qur’an dapat dijadikan sumber inspirasi bagi lahirnya beragam ilmu pengetahuan. Banyak sekali ditemukan ayat-ayat Al-Qur’an yang menginspirasi manusia untuk tidak berhenti berpikir dan memecahkan misteri kandungan ayat di dalamnya yang kemudian memunculkan lahirnya ilmu-ilmu budaya dan humaniora, ilmu-ilmu alam, terutama ilmu-ilmu agama. Lalu bagaimana caranya membedah ayat-ayat tersebut agar membentuk suatu pengetahuan yang sesuai dengan konteks zaman modern, dalam membangun paradigma unity of sciences, dan menjadi ciri yang berbeda dari filsafat Barat?  Simak penjelasannya dalam buku yang ada di tangan Anda.

Selamat membaca!

Informasi Tambahan

Berat Buku (gram)

260

Cetakan

1

Halaman

400

ISBN

978-623-218-305-6

Jenis Cover

Art Carton 260 gr

Jilid

Perfect Bending

Kertas Isi

Bookpaper

Pengarang

Dr. H. Mahfud Junaedi, M.Ag. & Mirza Mahbub Wijaya, M.Pd.

Tahun Terbit

Okt-19

Ukuran

15, 5 x 23

Daftar Isi

PENGANTAR AHLI v
KATA PENGANTAR ix
DAFTAR ISI xi

BAB 1 PENDAHULUAN 1
Mengapa Paradigma Sangat Penting? 3

BAB 2 NALAR FILSAFAT 7
A. Definisi Filsafat 7
B. Kaum Sofis 12
C. Persoalan dalam Filsafat 14
D. Skeptisisme 21
E. Kehidupan dan Kematian Filsafat 23

BAB 3 NALAR EPISTEMOLOGI 27
A. Pendahuluan 27
B. Definisi Epistemologi 31
C. Persoalan-persoalan Epistemologi 34
D. Epistemologi Modern 38

BAB 4 EPISTEMOLOGI ISLAM 47
A. Perspektif Islam 47
B. Metodologi dalam Epistemologi Islam 55
C. Epistemologi Barat versus Islam 67

BAB 5 ARSITEK PARADIGMA KEILMUAN ISLAM 73
A. Dialektika Filsafat Yunani dan Islam 73
B. Al-Kindi 80
C. Al Farabi 90
D. Ibnu Sina 111
E. Al-Ghazali 127
F. Ibnu Rusyd 148

BAB 6 PARADIGMA AL-HIKMAH AL-MUTA’ALIYAH 165
A. Hidup dan Matinya Filsafat Islam 165
B. Biografi Mulla Shadra 167
C. Landasan Epistemologis 170
D. Karya-karya Mulla Shadra 175
E. Al-Hikmah Al-Muta’aliyyah 175
F. Konstruksi Al-Hikmah Al-Muta’aliyah 180

BAB 7 PARADIGMA BAYANI 189
A. Pendahuluan 189
B. Sejarah Perkembangan Epistemologi Bayani 194
C. Konstruksi Nalar Bayani 197
D. Kritik Terhadap Nalar Bayani 200
E. Hermeneutika dan Nalar Bayani 202
F. Hermeneutika dalam Perdebatan 208

BAB 8 PARADIGMA BURHANI 213
A. Pendahuluan 213
B. Epistemologi Burhani dalam Keilmuan Islam 214
C. Epistemologi Burhani al-Masyriq 221
D. Epistemologi Burhani al-Magribi 222
E. Kritik Terhadap Nalar Burhani 223

BAB 9 PARADIGMA IRFANI 231
A. Pendahuluan 231
B. Definisi Irfan 232
C. Tahapan dalam Irfani 233
D. Asal Usul Epistemologi Irfani 234
E. Perkembangan Epistemologi Irfani 237
F. Doktrin Filsafat Isyraqi 241
G. Kritik Terhadap Epistemologi Irfani 244

BAB 10 PARADIGMA KEILMUAN ISLAM KONTEMPORER 247
A. Pendahuluan 248
B. Kritik Barat atas Agama 249
C. Tradisionalisme Seyyed Hossein Nasr 256
D. Islamisasi Ilmu Pengetahuan Naquib al-Attas 265
E. Islamisasi Ilmu Pengetahuan al-Faruqi 285
F. Integrasi-Interkoneksi Ilmu Amin Abdullah 303

BAB 11 PARADIGMA UNITY OF SCIENCES 315
A. Pendahuluan 316
B. Diskursus Sains 318
C. Problematika Sains dan Agama 329
D. Membuka Ruang Integrasi Agama dan Sains 331
E. Pengembangan Ilmu Berbasis Unity of Sciences 332
F. Unity of Sciences Sebagai Landasan Filosofis 342
G. Unity of Sciences sebagai Landasan Pengembangan Keilmuan 346
H. Prinsip dan Strategi Unity of Sciences 349

BAB 12 PENUTUP 359
BIBLIOGRAFI 361
INDEKS 377
PARA PENULIS 383

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Pengembangan Paradigma Keilmuan Epistemologi Islam”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *