Intelegensi Muslim dan Kuasa. Genealogi Intelegensia Muslim Indonesia Pada Abad ke 20

Rp 210.000

WhatsApp

Deskripsi

Sebagai sebuah kajian sosiologis yang fundamental, buku ini mendefinisikan dan menemukan subjeknya sendiri. Fokusnya adalah pada “inteligensia” Muslim Indonesia. Sebagai sebuah kajian tentang sejarah intelektual, buku ini bertitik tolak dari abad ke-19, kemudian bergerak ke abad ke-20 dengan kemunculan “inteligensia” dan pelbagai pergulatannya demi eksistensi dan otoritas politik.

Buku ini menjadi kunci penting bagi diskusi mutakhir tentang peran Islam pada abad ke-20. Lebih dari sekadar tinjauan atas masa lalu, buku ini merupakan titik tolak untuk memikirkan masa depan. Karya berkualitas tinggi ini merupakan sebuah studi dengan lingkup dan signifikansi yang luas dan penting. Studi sejenis ini tak ada bandingannya dalam kelimpahan khazanah literatur tentang Indonesia. Dengan mempertimbangkan cakupan yang luas dan argumen historis yang kritis, buku ini harus menjadi bacaan wajib dalam upaya memahami masyarakat Indonesia dan perkembangan politiknya terkini.

 

Informasi Tambahan

Berat 700 g
Berat Buku (gram)

703

Cetakan

1

Halaman

680

Jenis Cover

Art Carton

Jilid

Perfect Bending

Kertas Isi

Book Paper

Pengarang

yudi latif

Tahun Terbit

Oktober 2021

Ukuran

15, 5 x 23

ISBN

978-623-384-031-6

DAFTAR ISI

Pengantar Edisi baru v

Kata Pengantar vii

Ucapan Terima kasih        ix

Daftar Isi xiii

Bab 1 Pendahuluan 1

  1. Dasar-dasar Analisis 6

  2. Genealogi 6

  3. Muslim 9

  4. Inteligensia dan Intelektual 12

  5. Kuasa (Power) 33

  6. Indonesia 39

  7. Studi-studi Terdahulu mengenai Inteligensia dan Intelektual (Muslim) Indonesia 40

  8. Pendekatan Alternatif, Tujuan, dan Metodologinya 47

  9. Dinamis 48

  10. Interaktif 49

  11. Intertekstual 57

  12. Metodologi 60

  13. Susunan Penulisan Tesis 63

  14. Catatan tentang Ejaan 66

Bab 2 Formasi Inteligensia 69

  1. Akar-akar Pendidikan Barat dari Inteligensia (Muslim) Modern 75

  2. Pendidikan Barat di Bawah Kebijakan Liberal 79

  3. Pendidikan Barat di Bawah Politik Etis 84

  4. Pendidikan Barat dan Lahirnya Inteligensia 89

  5. Akar-akar Pendidikan Islam dari Inteligensia (‘Klerikus’) Muslim 95

  6. Pendidikan Islam pada Abad ke-19 96

  7. Pembaruan Sekolah Islam Selama Era Politik Etis 112

  8. Praktik-praktik Diskursif dan Terciptanya Identitas Kolektif 123

  9. Praktik-praktik Diskursif Selama Masa Liberal 124

  10. Praktik-praktik Diskursif di Masa Awal Politik Etis 129

  11. Terciptanya Ruang Publik Modern di Hindia 135

  12. Masa Persiapan Ruang Publik Hindia pada Akhir Abad ke-19 137

  13. Terbentuknya “Ruang Publik Inteligensia” 142

  14. Kaoem Moeda Islam dan Transformasi Ruang publik 152

  15. Adopsi Teknologi Percetakan Modern dan Klub-klub Sosial oleh Kaum Muslim 155

  16. Perluasan Ruang Publik oleh Kaum Muslim 159

  17. Permainan Kuasa: Konsolidasi dan Kontestasi 162

  18. Lahirnya Perhimpunan-perhimpunan Proto-Nasionalis 166

  19. Kelahiran Pers dan Karya-karya Sastra Proto-Nasionalis 183

  20. Kesimpulan 186

Bab 3 M encipta Indonesia, Mencipta Tradisi-tradisi Politik Intelektual 191

  1. Pemajuan dan Ketergangguan Sekolah-Sekolah Sekuler 196

  2. Kemajuan Pendidikan di Tingkat Dasar dan Menengah 197

  3. Pengembangan Pendidikan Universitas 198

  4. Dampak Pendidikan Terhadap Generasi Kedua Inteligensia 203

  5. Pendidikan Sekuler Selama Pendudukan Jepang 204

  6. Pemajuan Sekolah-sekolah Islam 205

  7. Modernisasi Sekolah-sekolah Tradisionalis 206

  8. Perluasan Sekolah-sekolah Reformis-Modernis 209

  9. Studi Islam Tingkat Tinggi di Timur Tengah 211

  10. Pendidikan Islam Selama Pendudukan Jepang 212

  11. Praktik-praktik Diskursif dan Pembentukan Blok Historis 214

  12. Dari Perhimpunan Indonesia Menuju Pembentukan Blok Historis 219

  13. Dari Djama’ah al-Chairiah ke Pembentukan Sebuah Blok Historis 228

  14. Dari Gerakan-gerakan Mahasiswa di Hindia ke Pembentukan

Sebuah Blok Historis 230

  1. Dari Aktivitas Kesusastraan ke Pembentukan Sebuah Blok Historis 234

  2. Keretakan Ruang Publik dan Terbentuknya Tradisi-tradisi Politik-Intelektual 237

  3. Kesamaan dalam Ruang Publik 237

  4. Perdebatan-perdebatan dalam Ruang Publik 239

  5. Lahirnya Tradisi Politik Intelektual Komunis dan Muslim Modernis 240

  6. Kelahiran Tradisi-tradisi Politik Intelektual Kristen 253

  7. Fragmentasi dalam Tradisi-tradisi Politik Intelektual 254

  8. Pembentukan dan Transmisi Tradisi Politik “Intelektual” Islam 257

  9. Terbentuknya Identitas Kolektif dan Ideologi Muslim 258

  10. Transmisi Tradisi Politik Intelektual Muslim 265

  11. Kepemimpinan Generasi Kedua Inteligensia Muslim 274

  12. Permainan Kuasa: Konsolidasi dan Kontestasi 276

  13. Dari Perhimpunan-perhimpunan Bentukan Jepang Menuju Nasionalisme Kerakyatan 278

  14. Dari Gerakan Bawah Tanah Menuju Nasionalisme

Kerakyatan 286

  1. Dari Aktivitas Sastra dan Media Menuju Nasionalisme Kerakyatan 291

  2. Menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 293

  3. Kesimpulan 300

Bab 4 I nteligensia sebagai Elite Politik Negara Baru 305

  1. Kesetaraan Akses ke Pendidikan Publik (Sekuler) 312

  2. Pendidikan Agama dan Ekspansi Universitas-universitas Islam 318

  3. Praktik-Praktik Diskursif dan Ruang Publik di Negara Baru 322

  4. Pembentukan Partai-partai Pasca-Kemerdekaan 324

  5. Pembentukan Tradisi Politik Militer Indonesia 326

  6. Permainan Kuasa: Konsolidasi dan Kontestasi 329

  7. Rintangan bagi Eksperimen Demokrasi 329

  8. Represi dan Resistansi 337

  9. Jatuh Bangun Islam Politik 348

  10. Transmisi Tradisi Politik Intelektual Muslim 366

  11. Kemunculan HMI 368

  12. Kemunculan PII 371

  13. Kelahiran IPNU dan PMII 374

  14. Kemunculan IMM 377

  15. Kemunculan Persami 378

  16. Pembentukan Identitas Kolektif Mahasiswa Muslim 379

  17. Kesimpulan 386

Bab 5 Developmentalisme-Represif Orde Baru dan Respons

Intelektual Islam 391

  1. Pendidikan Secara Massal dan Devaluasi Inteligensia 396

  2. Praktik-praktik Diskursif dan Ruang Publik: Modernisasi dan Represi 400

  3. Jalan Buntu Islam Politik 415

  4. Respons Intelektual dari Generasi Kedua Inteligensia Muslim 430

  5. Respons Intelektual Generasi Ketiga Inteligensia Muslim 434

  6. Respons Intelektual dari Generasi Keempat Inteligensia Muslim 440

  7. Permainan-permainan Kuasa: Konsolidasi dan Kontestasi 450

  8. Perkembangan Gerakan Dakwah 459

  9. Perkembangan Gerakan Pembaruan 479

  10. Perkembangan Gerakan “Jalan Ketiga” 487

  11. Perkembangan Gerakan “Sektor Kedua“ 493

  12. Kesimpulan 494

Bab 6 P asang-Surut Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) 497

  1. Profil Pendidikan pada Pengujung Abad ke-20: Ledakan Sarjana Muslim 501

  2. Praktik-praktik Diskursif dan Ruang Publik 505

  3. Usaha-usaha Awal Untuk Mempersatukan Para Intelektual Muslim 511

  4. Kelahiran ICMI 520

  5. Permainan-permainain Kuasa: Konsolidasi dan Kontestasi 527

  6. Prestasi Politik ICMI yang Sesungguhnya 539

  7. Pergeseran ke Gerakan Reformasi 544

  8. Kemunduran ICMI 548

  9. Kesimpulan 557

Bab 7 Kesimpulan 559

  1. Kontinuitas dalam Perkembangan Historis Inteligensia Muslim 564

  2. Diskontinuitas dalam Perkembangan Historis Inteligensia Muslim 575

  3. Poskrip 582

Bibliografi 587

Indeks 625

Tentang Penulis 645

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Intelegensi Muslim dan Kuasa. Genealogi Intelegensia Muslim Indonesia Pada Abad ke 20”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *