FALSAFAH PANCASILA Epistemologi Keislaman Kebangsaaan

Rp 70.000

WhatsApp

SKU: 0336dcbab05b Kategori:

Deskripsi

Pemikiran Buya Hamka sebagai seorang filsuf, ulama, dan juga sastrawan Indonesia cukup memenuhi alam berpikir dalam banyak bagian buku ini. Hal ini sengaja diungkap oleh penulis untuk menggali kembali pemikiran-pemikiran segar Buya Hamka yang saat ini masih sangat relevan dalam kait-an dengan konsep Pancasila dan Islam dengan pemikiran Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai urat tunggang Pancasila. Ia mampu menjelaskan dengan jernih keterkaitan erat Islam dalam menginternalisasi nilai luhur Pancasila. Ketika banyak orang yang mencoba memisahkan keduanya, Buya Hamka menjelaskan dengan begitu jelas keterhubungan nilai-nilai falsafah Islam dan Pancasila. Buya Hamka secara jernih juga menjelaskan Falsafah Islam dalam menginternalisasi gagasan Pancasila dan Kebangsaan Indonesia.

Pemuda Soekarno yang kelak menjadi Bapak Proklamator layak menyandang predikat filsuf Indonesia, pemikirannyabegitu segar dalam menjelaskan nilai falsafah kebangsaan Indonesia dan semangat Islam sebagai suatu agama modern. Islam menurut Soekarno menjadi bara api perjuangan untuk melawan penindasa kolonialisme Hindia Belanda. Kapitalisme adalah musuh bersama, karena darinya lahir konsep-konsep penindasan dan penjajahan, dan Islam sekali menurutnya menjadi sumber perjuangan bangsa Indonesia dalam menghancurkan kolonialisme. Buku ini mencoba melihat gagasan- gagasan pemikiran Soekarno mengenai Islam dan kebangsaan Indonesia. Walau pemikiran Soekarno kadangkala berseberangan dengan Buya Hamka dan Natsir dalam menafsirkan makna nilai-nilai Falsafah Islam dalam Al-Qur’an dan Pancasila, akan tetapi sebagai Bapak Bangsa, mereka memiliki kesepahaman akan arti penting Pancasila sebagai fondasi falsafah berbangsa dan bernegara.

Daftar Isi

KATA PENGANTAR v
DAFTAR ISI ix

BAB 1 HISTORISITAS PEMIKIRAN 1
A. Pendahuluan 1
B. Wawasan Keislaman dan Kebangsaan Para Bapak Bangsa 5
C. Konklusi 27

BAB 2 IMAGO DEI FALSAFAH PANCASILA 29
A. Pendahuluan 29
B. Imago Dei dalam Falsafah Pancasila 30
C. Perubahan Paradigma Imateri Menuju Forma Materi 60
D. Konklusi 66

BAB 3 RELIGIOSITAS KEBANGSAAN 69
A. Pendahuluan 69
B. Hamka dan Religiositas Kebangsaan 71
C. Hamka dan Falsafah Religio-Magis 81
D. Konklusi 89

BAB 4 EKUILIBRIUM FALSAFAH PANCASILA DI TENGAH KUTUB EKSTREMITAS 91
A. Pengantar 91
B. Ontologi dan Epistemologi Falsafah Pancasila 92
C. Pancasila sebagai Falsafah Ekuilibrium 100
D. Konklusi 107

BAB 5 REAKTUALISASI FALSAFAH PANCASILA 109
A. Pendahuluan 109
B. Ontologi-Epistemologi Falsafah Hukum Pancasila 111
C. Konklusi 128

BAB 6 TANTANGAN FALSAFAH PANCASILA 131
A. Pendahuluan 131
B. Tantangan Falsafah Hukum Pancasila 133
C. Tantangan Nilai dan Ide akibat Perubahan Sosial 142
D. Konklusi 152

BAB 7 EPISTEMOLOGI HUKUM EKONOMI PANCASILA 155
A. Pendahuluan 155
B. Epistemologi Tazkiyatun Nafs dan Kritik Terhadap Ekonomi Liberal 159
C. Konklusi 183

BAB 8 MANUSIA PARIPURNA INDONESIA: SEBUAH AKSIOLOGI 185
A. Pendahuluan 185
B. Buya Hamka dan Konstruksi Akal Budi Manusia 187
C. Hamka dan Konstruksi Manusia Indonesia 204
D. Pemikiran Hamka dalam Konstruksi Penegakan Hukum dan Keadilan 212
E. Konklusi 224

BAB 9 EPILOG 227
DAFTAR RUJUKAN 235
TENTANG PENULIS 243

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “FALSAFAH PANCASILA Epistemologi Keislaman Kebangsaaan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *