BIMBINGAN KONSELING POPULASI KHUSUS

WhatsApp

Deskripsi

Konseling populasi khusus adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh konselor kepada konseli (individu atau kelompok) yang mengalami suatu masalah dengan ciri-ciri yang sama dan menempati ruang yang sama pada waktu tertentu secara khusus, sehingga konseli memperoleh pemahaman yang lebih tentang dirinya, lingkungannya, dan masalahnya. Serta mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dengan mampu mengarahkan potensi yang dimiliki kearah perkembangan yang optimal dan kemudian dapat mencapai kebahagiaan dalam hidupnya

TENTANG PENULIS

Gusman Lesmana, Pada awal 2016 diangkat sebagai Dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada program studi Bimbingan dan Konseling sampai sekarang dengan memfokuskan aktivitas pada Tridharma Perguruan Tinggi, dan aktif melakukan penulisan baik publikasi ilmiah maupun bahan ajar baik secara internal perguruan tinggi maupun komersil untuk mendukung pengembangan ilmu Bimbingan dan Konseling khususnya pada Kajian Ilmu Terapan dalam ranah Sekolah maupun luar Sekolah. Buku Bimbingan dan Konseling Populasi Khusus ini ditulis bertujuan memberikan informasi berupa pedoman pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling pada setting luar sekolah sebagai ilmu yang mampu memberikan pelayanan pada masyarakat baik secara umum maupun dalam karakteristik populasi khusus, yang memerlukan bantuan dalam proses penyelesaian permasalahan yang sedang dialami untuk mencari solusi pengentasan hingga tercapai kondisi yang aman, baik dan sejahtera dari kini hingga nanti.

Informasi Tambahan

Berat 200 g
Berat Buku (gram)

200

Cetakan

1

Halaman

162

ISBN

978-623-218-856-3

Jenis Cover

Art Carton

Jilid

Perfect Bending

Kertas Isi

Bookpaper

Pengarang

Gusman Lesmana, S.Pd., M.Pd.

Tahun Terbit

April 2021

Ukuran

14 x 20,5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR v

DAFTAR ISI vii

STANDAR KOMPETENSI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM SATUAN PENDIDIKAN xi

BAB 1 KONSEP DASAR KONSELING POPULASI KHUSUS 1

  1. Pengertian Konseling 1
  2. Populasi  3
  3. Khusus 3
  4. Konseling Populasi Khusus 3
  5. Ciri-ciri Konseling Populasi Khusus 4
  6. Tujuan Konseling 4
  7. Tujuan Umum 4
  8. Tujuan Khusus 5
  9. Konseling 5
  10. Sasaran Konseling Populasi Khusus 5
  11. Peran Konseling Populasi Khusus dan Fungsi Konseling 5
  12. Fungsi Konseling Populasi Khusus 5
  13. Proses Konseling 6

BAB 2 KONSELING POPULASI KHUSUS PADA KLIEN DI PENJARA 11

  1. Pengertian Konseling Lembaga Pemasyarakatan (LP) 11

 

  1. Keberadaan Lembaga Permasyarakatan 13
  2. Pola Pembinaan dan Bimbingan di Lembaga Permasyarakatan 14
  3. Masalah-masalah yang Dialami oleh Napi di Lembaga Pemasyarakatan 17
  4. Tujuan Konseling di Lapas 19
  5. Model-model Konseling yang dapat Diterapkan untuk Napi di Lembaga Kemasyarakatan 19
  6. Fungsi Konseling di Lapas 20
  7. Prinsip-prinsip Konseling di Lapas 22
  8. Asas-asas Konseling di Lapas 24
  9. Asas Kerahasiaan 24
  10. Asas Kesukarelaan 26
  11. Asas Keterbukaan 26
  12. Asas Kekinian 27
  13. Asas Kemandirian 27
  14. Asas Kegiatan 27
  15. Asas Kedinamisan 27
  16. Asas Keterpaduan 27
  17. Asas Kenormatifan 28
  18. Peran BK dalam Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan 28
  19. Dasar Pemikiran 28
  20. Pengertian Narapidana dan Lembaga Pemasyarakatan 29
  21. Pelaksanaan Sistem Lembaga Pemasyarakatan 29
  22. Proses Pembinaan Narapidana dalam Sistem Pemasyarakatan 29
  23. Peran BK dalam Lembaga Pemasyarakatan 30
  24. Dampak Jika BK Tidak Berperan dalam Pembinaan Narapidana di LP 31

BAB 3 KONSELING POPULASI KHUSUS PANTI ASUHAN 33

  1. Konsep Dasar Panti Asuhan dan Permasalahan Anak 34
  2. Efek PsikologisEmotional Deprivated Children 36

 

  1. Pola Pembinaan dan Bimbingan yang Dilakukan di Panti Asuhan Anak  37
  2. Langkah-langkah Konseling 38

BAB 4 KONSELING POPULASI KHUSUS DI PANTI JOMPO 41

  1. Pengertian Panti Jompo 41
  2. Keberadaan Panti Jompo di Tengah Masyarakat 42
  3. Pola Pembinaan dan Bimbingan yang Dilakukan di Panti Jompo 43
  4. Masalah-masalah yang Dialami oleh Lansia di Panti Jompo 44
  5. Model-model Konseling yang dapat Diterapkan Untuk Lansia di Panti Jompo 47

BAB 5 KONSELING POPULASI KHUSUS DI RUMAH SAKIT JIWA 49

  1. Memastikan Apakah Anda Berisiko Mengalami Sakit Jiwa 49
  2. Gangguan Kecemasan 51
  3. Gangguan Kepribadian 51
  4. Gangguan Afektif/Mood 51
  5. Gangguan Ketidakmampuan Mengontrol Keinginan 51
  6. Gangguan Jiwa Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif 52
  7. Gangguan Psikosis 52
  8. Gangguan Pola Makan 52
  9. Gangguan Obsesif-Kompulsif/Obsessive- Compulsive Disorder (OCD) 52
  10. Gangguan Pasca-Trauma/Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) 53
  11. Sindrom Respons Stress/Gangguan Penyesuaian 53
  12. Gangguan Disosiatif 53
  13. Gangguan Seksual dan Gender 53
  14. Gangguan Somatoform 53
  15. Penanganan Sakit Jiwa 54
  16. Psikofarmakologi 55
  17. Psikoterapi 55
  18. Terapi psikososial 56
  19. Terapi psikoreligius 56
  20. Rehabilitasi 56

BAB 6 KONSELING POPULASI KHUSUS PADA PSK 59

  1. Pengertian Konseling 59
  2. Pengertian Pekerja Seks Komersial 59
  3. Pekerja Seks di Kalangan Remaja Sekolah 60
  4. Faktor-faktor Penyebab Adanya PSK (Pekerja Seks Komersial) 60
  5. Persoalan-persoalan Psikologis 61
  6. Dampak yang Ditimbulkan Seseorang Bekerja Sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) 61
  7. Penanganan Masalah PSK 62
  8. Motif yang Melatarbelakangi 62
  9. Membantu PSK Keluar dari Pekerjaan 63

BAB 7 KONSELING POPULASI KHUSUS PADA KOMUNITAS LGBT 65

  1. Konsep LGBT 65
  2. American Psyciatric Association (APA) 66
  3. Karl Maria Kertbeny 67
  4. Ebing 67
  5. Karl Heinreich Ulrichs 67
  6. Swain, Keith W. 67
  7. Alfred Kinsey 67
  8. Freud 68
  9. Evelyn Hooker 68
  10. Kaplan, 1997 68
  11. Santrock, 2002 69
  12. Bieber’s Model 69
  13. Penyebab LGBT 69
  14. Genetik 69

 

  1. Hormon 70
  2. Ketidaknyamanan Peran Gender 70
  3. Interaksi Kelompok Teman Sebaya 70
  4. Sosial 70
  5. Faktor Lingkungan 71
  6. Faktor Keluarga 71
  7. Faktor Genetik 72
  8. Bahaya LGBT 72
  9. Cara Mengatasi LGBT 73
  10. Homo Seksual 74
  11. Pengertian Homoseksual 74
  12. Pandangan Terhadap Homoseksual 75
  13. Macam-macam Homoseksual 77
  14. Ciri-ciri Homoseksual 77
  15. Faktor Penyebab Seseorang Menjadi Homoseksual 79
  16. Waria 81
  17. Pengertian Waria 81
  18. Ciri-ciri Waria 81
  19. Faktor Penyebab Adanya Waria 82
  20. Cara-cara Pencegahan Homoseksual dan Lesbian 83
  21. Peran Bimbingan dan Konseling Terhadap Pelaku Homoseksual dan Waria 84
  22. Prognosis Treatment Kuratif 87
  23. Prognosis Treatment Preventif 90
  24. Kesimpulan 91

BAB 8 KONSELING POPULASI KHUSUS KLIEN NAPZA 93

  1. Pengertian Konseling Populasi 93
  2. Pengertian Napza (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif) 93
  3. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Nafza 94
  4. Dampak Penyalahgunaan Napza 95
  5. Dampak Fisik 95
  6. Dampak Psikis 95
  7. Dampak Sosial 95
  8. Upaya-upaya yang dapat Dilakukan Guru BK dan Orangtua 96
  9. Pengenalan Bahaya Narkoba Bagi Kehidupan 96
  10. Berikan Pemahaman Agama Tentang Mudarat Narkoba 96
  11. Apabila Sudah Kecanduan maka Harus Rehabilitasi 97
  12. BK untuk Populasi Napza 97
  13. Kesimpulan 98

BAB 9 KONSELING POPULASI KHUSUS ANAK BERBAKAT 99

  1. Pengertian Anak Berbakat 99
  2. Karakteristik Anak Berbakat 104
  3. Karakteristik Akademik 107
  4. Karakteristik Sosial/Emosi 107
  5. Karakteristik Fisik/Kesehatan 108
  6. Karakteristik Intelektual-Kognitif 109
  7. Karakteristik Persepsi/Emosi 109
  8. Karakteristik Motivasi dan Nilainilai Hidup 110
  9. Karakteristik Aktivitas 110
  10. Klasifikasi Anak Berbakat 111
  11. Genius 111
  12. Gifted 111
  13. Superior 112
  14. Faktor yang Memengaruhi Anak Berbakat 112
  15. Hereditas 112
  16. Lingkungan 112
  17. Perkembangan Anak Berbakat 112
  18. Perkembangan Fisik Anak Berbakat 112
  19. Perkembangan Kognitif Anak Berbakat 113
  20. Perkembangan Emosi Anak Berbakat 115
  21. Perkembangan Sosial Anak Berbakat 115
  22. Masalah dan Dampak Keberbakatan 116
  23. Masalah dan Dampak bagi Individu 116

 

  1. Masalah dan Dampak bagi Keluarga 117
  2. Masalah dan Dampak bagi Masyarakat 118
  3. Masalah dan Dampak bagi Penyelenggara Pendidikan 118
  4. Identifikasi Anak Berbakat 119
  5. Konsep identifikasi 119
  6. Perlunya Identifikasi Terhadap Anak Berbakat 119
  7. Prosedur Identifikasi Anak Berbakat dengan Tes 121
  8. Prosedur Identifikasi Anak Berbakat dengan Tes 123
  9. Kebutuhan Pendidikan Anakanak Berbakat 124
  10. Kebutuhan Pendidikan dari Segi Anak Berbakat itu Sendiri 124
  11. Kebutuhan Pendidikan yang Berkaitan dengan Kepentingan Masyarakat 125
  12. Layanan Pendidikan Anak Berbakat 126
  13. Komponen sebagai Persiapan Penentuan Jenis Layanan 126
  14. Komponen sebagai Alternatif Implementasi Jenis Layanan 128
  15. Persentase Anak dengan Cerdas Istimewa/ Berbakat Istimewa di Indonesia 137

DAFTAR PUSTAKA 139

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “BIMBINGAN KONSELING POPULASI KHUSUS”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga suka…