HUKUM ACARA PIDANA Edisi Ketiga

HUKUM ACARA PIDANA Edisi Ketiga

Rp 112.000,00

Deskripsi

Pengertian Hukum Acara Pidana menurut penulis adalah serangkaian peraturan yang bertujuan membuktikan kebenaran materiel perkara pidana dengan proses (pengurangan hak individu) dan prosedur (perlindungan hak individu) menurut sistem yang telah ditentukan.

Konsiderans huruf c KUHAP menegaskan, bahwa pembangunan hukum nasional di bidang Hukum Acara Pidana supaya masyarakat menghayati hak dan kewajibannya dan untuk meningkatkan pembinaan sikap para pelaksana penegak hukum sesuai fungsi dan wewenang masing-masing ke arah tegaknya hukum, keadilan, dan perlindungan terhadap harkat dan martabat manusia, ketertiban serta kepastian hukum demi terselenggaranya negara hukum sesuai Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini menjadi motivasi bagi penulis untuk memberi manfaat dalam proses pembangunan di bidang hukum acara pidana.

Pembahasan dalam buku ini telah disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang baru; misalnya, Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman; Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas UU No. 22 tentang Grasi; PP No. 92 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan KUHAP; Putusan Mahkamah Konstitusi No. 21/PUU-XII/2014 tentang Perluasan Kewenangan Praperadilan; dan Peraturan Mahkamah Agung RI No. 4 Tahun 2016 tentang Larangan Peninjauan Kembali Putusan Pra-Peradilan.

Topik penting yang dibahas dalam buku ini, antara lain: (1) Pengertian, fungsi, tujuan, sumber dasar, asas, dan penafsiran hukum acara pidana; (2) Kekuasaan kehakiman, asas penyelenggaraan kekuasaan kehakiman, pelaku kekuasaan kehakiman, kedudukan/tempat kedudukan, dan susunan badan peradilan; (3) Sejarah dan berlakunya hukum acara pidana, dan proses penyusunan KUHAP; (4) Tersangka, terdakwa, serta terpidana dan hak-haknya; (5) Awal proses hukum acara pidana; penyelidik, penyidik, dan wewenangnya; penuntut umum dan wewenangnya; penasihat hukum/advokat dan bantuan hukum; serta upaya paksa; (6) Prapenuntutan dan surat dakwaan; praperadilan dan contoh kasus, ganti kerugian dan rehabilitasi, sengketa wewenang mengadili, pembuktian, dan upaya hukum.

TENTANG PENULIS

Prof. Dr. Andi Muhammad Sofyan, S.H., M.H., diang­kat menjadi Guru Besar Hukum Pidana dan Kriminologi terhitung mulai 1 Agustus 2006.  Penulis juga diberi amanah oleh Pemerintah RI untuk mengabdi di bidang perlindungan hukum konsumen, yakni: berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 80/P tahun 2009, tanggal 11 Oktober 2009 diangkat 364 menjadi anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) periode tahun 2009-2012; dan berdasarkan Keputusan Menteri Perda­gangan RI diangkat menjadi anggota Badan Penyelesaian Sengketa Kon­sumen Kota Makassar periode 2002-2007; periode 2010-2015; dan peri­ode 2016-2021  Bupati Kepulauan Selayar memberi amanah dan tanggung jawab pula kepadanya dengan mengangkatnya menjadi Penasihat Hukum Bu­pati sejak 2008 sampai sekarang. Pengasuh matakuliah hukum pidana, hukum acara pidana dan praktik peradilan pidana, delik di luar kodifikasi, hukum kesehatan, kriminologi, hukum pidana ekonomi, hukum pidana korupsi, sistem per­adilan pidana, pembaruan hukum pidana, perbandingan sistem hukum, perkembangan hukum pidana dan kriminologi. Selain sebagai dosen, penulis juga sebagai Mediator di Pengadilan Agama Makassar dan Pengadilan Negeri Makassar

Dr. Abd. Asis, S.H. adalah Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin sejak 1989 sampai sekarang pada bagian Hukum Pidana dan Kriminologi. Pangkat pembina tingkat I (Gol. IV/b) pada matakuliah Hukum Acara Pidana. Pengasuh matakuliah hukum acara pidana dan praktik peradilan pidana, hukum pidana, delik di dalam kodifikasi, delik di luar kodifikasi, kapita selekta hukum acara pidana, kriminologi, hukum penitensier dan pendidikan kewarganegaraan.

Dr. H. Amir Ilyas, S.H., M.H., dan sejak tahun 2006 menjabat sebagai dosen di bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum UNHAS. Mengajar matakuliah di Strata Satu (S-1) antara lain: Hukum Pidan; Hukum Pidana Lanjutan; Hukum Kesehatan Tindak Pidana Korupsi; Hukum Acara Pidana; Hukum Pidana Korupsi; Praktik Peradilan Pidana dan Kriminologi. Mengajar di Progran Pascasarjana Universitas Hasanuddin dengan matakuliah Kriminologi Kontemporer, Sistem Peradilan Pidana.

TENTANG EDITOR

Dr. Audyna Mayasari Muin, S.H., M.H., C.L.A. Lahir di Palopo, 27 September 1988, Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Departemen Hukum Pidana Bidang Keahlian Kriminologi dan Hukum Pidana. Pro­gram Sarjana (S-1) di Fakultas Hukum Universitas Hasa­nuddin lulus tahun 2011, melanjutkan program Magis­ter (S-2) kembali di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin lulus tahun 2013. Program Doktor (S-3) diperoleh di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin tahun 2018.

Informasi Tambahan

Weight 430 g
Berat Buku (gram)

430

Cetakan

4

Halaman

383

ISBN

978-623-218-746-7

Jenis Cover

Art Carton 260 gr

Jilid

Perfect Bending

Kertas Isi

Book Paper

Pengarang

Prof. Dr. Andi Muhammad Sofyan, S.H., M.H, Dr. Abd. Asis, S.H., M.H. dan Dr. H. Amir Ilyas, S.H., M.H.

Tahun Terbit

Des-20

Ukuran

15 x 23

DAFTAR ISI ix
BAB 1 PENDAHULUAN 1
A. Pendahuluan..................................................................................1
B. Istilah Hukum Acara Pidana.............................................................2
C. Pengertian Hukum Acara Pidana......................................................3
D. Fungsi Hukum Acara Pidana............................................................6
E. Tujuan Hukum Acara Pidana............................................................8
F. Sumber dan Dasar Hukum Acara Pidana.........................................12
G. Asas-asas dalam Hukum Acara Pidana...........................................13
H. Prinsip-prinsip dalam Hukum Acara Pidana ....................................17
I. Ilmu-ilmu Pembantu Hukum Acara Pidana.......................................18
J. Hal-hal yang Diatur dalam Hukum Acara Pidana..............................20
K. Penafsiran Hukum Acara Pidana.....................................................21

BAB 2 KEKUASAAN DAN SUSUNAN BADAN PERADILAN DI INDONESIA 25
A. Kekuasaan Kehakiman yang Bebas dan Merdeka............................25
B. Asas-asas Peradilan (Asas Penyelenggaraan Kekuasaan Kehakiman).......27
C. Badan-badan Peradilan (Pelaku Kekuasaan Kehakiman)...................... 28
D. Kedudukan, Tempat Kedudukan, dan Susunan Badan Peradilan........37

BAB 3 SEJARAH SINGKAT HUKUM ACARA PIDANA 39
A. Pendahuluan................................................................................39
B. Berlakunya Hukum Acara Pidana (Tertulis).......................................41
C. Proses Penyusunan KUHAP............................................................45
D. Sesudah Berlakunya KUHAP Selama 30 Tahun................................49

BAB 4 TERSANGKA, TERDAKWA, TERPIDANA, DAN HAK-HAKNYA 53
A. Pengertian....................................................................................53
B. Hak-hak.......................................................................................54
C. Klasifikasi Tersangka.....................................................................67

BAB 5 AWAL PROSES HUKUM ACARA PIDANA (TERTANGKAP TANGAN, LAPORAN, DAN PENGADUAN) 69
A. Tertangkap Tangan........................................................................69
B. Laporan.......................................................................................71
C. Pengaduan (Klacht Delict)..............................................................73

BAB 6 PENYELIDIK, PENYIDIK, DAN WEWENANGNYA 79
A. Pendahuluan................................................................................79
B. Pengertian....................................................................................79
C. Wewenang...................................................................................83

BAB 7 PENUNTUT UMUM DAN WEWENANGNYA 89
A. Pendahuluan................................................................................89
B. Visi dan Misi Kejaksaan.................................................................89
C. Pengertian ...................................................................................90
D. Kedudukan Kejaksaan...................................................................91
E. Wewenang ..................................................................................92
F. Wajah Kejaksaan di Era Reformasi .................................................99

BAB 8 PENASIHAT HUKUM DAN BANTUAN HUKUM 103
A. Penasihat Hukum........................................................................103
B. Bantuan Hukum..........................................................................107

BAB 9 UPAYA PAKSA DALAM HUKUM ACARA PIDANA 123
A. Penangkapan.............................................................................123
B. Penahanan.................................................................................130
C. Penggeledahan...........................................................................144
D. Penyitaan...................................................................................149

BAB 10 PRAPENUNTUTAN, PENUNTUTAN, DAN SURAT DAKWAAN 161
A. Prapenuntutan............................................................................161
B. Penuntutan ................................................................................163
C. Surat Dakwaan...........................................................................166

BAB 11 PRAPERADILAN 181
A. Pendahuluan..............................................................................181
B. Pengertian..................................................................................182
C. Perluasan Ruang Lingkup Praperadilan.........................................182
D. Ciri dan Eksistensi Praperadilan...................................................182
E. Tujuan Praperadilan....................................................................183
F. Yang Berwenang Memeriksa Praperadilan.....................................183
G. Wewenang Praperadilan..............................................................184
H. Yang Berhak Mengajukan Permohonan Praperadilan .....................186
I. Alasan atau Dasar Permohonan Praperadilan ...............................188
J. Proses dan Tata Cara Pemeriksaan Praperadilan...........................189
K. Upaya Hukum Penetapan Praperadilan.........................................194

BAB 12 GANTI KERUGIAN DAN REHABILITASI 197
A. Ganti Kerugian ...........................................................................197
B. Rehabilitasi.................................................................................205

BAB 13 PENGGABUNGAN PERKARA GUGATAN GANTI KERUGIAN 211
A. Pendahuluan .............................................................................211
B. Pihak-pihak dalam Gugatan Ganti Rugi.........................................212
C. Saat Pengajuan Gugatan Ganti Kerugian.......................................212
D. Permasalahan dalam Penggabungan Ganti Kerugian......................213
E. Besarnya Jumlah Ganti Kerugian..................................................214
F. Maksud dan Tujuan Penggabungan Perkara Gugatan
Ganti Kerugian............................................................................214
G. Putusan Ganti Kerugian Asessor dengan Putusan Pidana...............215
H. Prosedur Pengajuan Gugatan Ganti Rugi.......................................216

BAB 14 SENGKETA WEWENANG MENGADILI 219
A. Pendahuluan .............................................................................219
B. Surat Penetapan Tak Berwenang Mengadili...................................221
C. Perlawanan Atas Penetapan Tak Berwenang Mengadili...................221
D. Sengketa antara Dua atau Beberapa Pengadilan ...................................223

BAB 15 PEMBUKTIAN 225
A. Pendahuluan..............................................................................225
B. Pengertian..................................................................................226
C. Alat-alat Bukti ............................................................................233

BAB 16 UPAYA HUKUM 261
A. Pendahuluan .............................................................................261
B. Pengertian..................................................................................261
C. Bentuk-bentuk Putusan Pengadilan..............................................262
D. Upaya Hukum Luar Biasa.............................................................279
E. Upaya Hukum Grasi.....................................................................289

BAB 17 ACARA PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA DI PENGADILAN 297
A. Sistem Pemeriksaan....................................................................297
B. Pemanggilan atau Surat Panggilan...............................................298
C. Acara Pemeriksaan Perkara ........................................................303
D. Tata tertib Persidangan................................................................311
E. Proses Pemeriksaan Identitas Terdakwa........................................313
F. Proses Pembacaan Surat Dakwaan oleh Penuntut Umum...............314
G. Proses Pembacaan Eksepsi atau Tangkisan oleh Terdakwa.............315
H. Proses Pembuktian ....................................................................319
I. Requisitoir/Penuntutan................................................................330
J. Pleidoi/Pembelaan......................................................................331
K. Nader Requisitoir (Tambahan Penuntutan).....................................333
L. Nader Pleidoi (Tambahan Pembelaan)...........................................333
M. Acara Pengambilan Keputusan (Musyawarah Majelis Hakim)..........334
N. Keputusan Pengadilan (Hakim).....................................................335
O. Pelaksanaan Putusan Pengadilan (Executie atau Eksekusi).............340
P. Pengawasan dan Pengamatan Pelaksanaan Putusan Pengadilan..... 343
Q. Biaya Perkara.............................................................................345

BAB 18 KONEKSITAS 347
A. Pendahuluan..............................................................................347
B. Pengertian..................................................................................350
C. Landasan hukum........................................................................348
D. Penyidikan Perkara Koneksitas.....................................................349
E. Pelaksanaan Penyidikan .............................................................351
F. Menetapkan Wewenang Mengadili...............................................352
G. Memutus Sengketa Mengadili......................................................354
H. Susunan Majelis Hakim...............................................................354
DAFTAR PUSTAKA 357
PARA PENULIS 363
TENTANG EDITOR 367

You may also like…

© 2017 , Design by Kodeforest