Desentralisasi Otonomi dan Pemekaran Daerah di Indonesia

Desentralisasi Otonomi dan Pemekaran Daerah di Indonesia

Rp 86.000,00

Deskripsi

Pemekaran daerah dianggap sebagai suatu cara yang tepat dalam upaya menata daerah. Dalam konteks hubungan antara masyarakat dan pemerintah, kebijakan ini dirasa mampu memberikan sumbangan positif. Meratanya pembangunan, pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, serta partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek, seperti politik, merupakan beberapa contoh positif dari adanya otonomi daerah. Di sisi lain, pemekaran daerah dengan sistem pemerintahan yang otonom juga memicu terbukanya kemungkinan praktik KKN oleh sebab lemahnya kontrol dari pusat.

Melalui buku ini praktik kebijakan pemekaran daerah di Indonesia dibahas secara tuntas. Tidak hanya membahas konsep pemekaran daerah secara mendasar, buku ini juga mengkaji tentang pemerintah dari perspektif ekonomi, sosial-budaya, geografi, dan pertahanan-keamanan. Buku ini semakin kaya dengan adanya penjelasan tambahan berupa contoh kasus otonomi daerah di beberapa wilayah di Indonesia sehingga memudahkan pembaca memahami konsep pemekaran daerah.

Mengangkat tema desentralisasi, buku ini memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi para pembaca yang memiliki ketertarikan lebih terhadap studi pemerintahan. Di lingkungan akademis, buku ini cocok digunakan oleh mahasiswa yang mengambil pendidikan di program studi ilmu pemerintahan, administrasi negara, dan sebagainya. Menggunakan gaya penulisan dengan bahasa yang lebih populer, buku ini diharapkan mampu menjadi sumber bagi masyarakat umum dalam memahami kebijakan pemekaran daerah dengan segala instrumen pendukung dan permasalahan di dalamnya

Informasi Tambahan

Weight 350 g
Berat Buku (gram)

350

Cetakan

1

Halaman

254

ISBN

978-623-218-279-0

Jenis Cover

art cover

Jilid

Perfect Bending

Kertas Isi

Book Paper

Pengarang

Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si.

Tahun Terbit

Sep-19

Ukuran

15 x 22

DAFTAR ISI

CATATAN PENGANTAR v P

ENGANTAR PENULIS xiii

DAFTAR ISI xix

PENDAHULUAN xxiii

BAB 1 PENDEKATAN TEORETIS DALAM PENATAAN DAERAH 1

Konsep Penataan Daerah: Pendekatan Teoretis  ..............2

Pemekaran, Penggabungan, dan Penyesuaian Daerah ...6

Penataan Daerah dan Governability ..................................11

BAB 2 KONTEKS DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH DALAM PEMEKARAN DAERAH  15

Konsep Desentralisasi Teritorial dan Otonomi Daerah ...16

Kritik Terhadap Desentralisasi ............................................30

Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia ..........33

BAB 3 PERKEMBANGAN PEMEKARAN DAERAH DARI ERA KEMERDEKAAN  HINGGA ERA ORDE BARU  45

Kebijakan Pemekaran Awal Kemerdakaan dan Era Orde Lama....46

Kebijakan Pemekaran Era Orde Baru  .................................................55

BAB 4 BIG BANG DECENTRALIZATION: PEMEKARAN DAERAH ERA REFORMASI 61

Euforia Reformasi dan Masifnya Usulan Pemekaran Daerah  ......62

Moratorium Pemekaran dan Berbagai Permasalahan dalam Kebijakan Pemekaran  ....87

BAB 5 BERBAGAI DIMENSI DALAM PENATAAN DAERAH  97

Dimensi Pelayanan Publik  ....................................................................98

Dimensi Politik ........................................................................................104

Dimensi Administrasi Publik ...............................................................105

Dimensi Manajemen Pemerintahan ..................................................107

Dimensi Demografi .................................................................................109

Dimensi Geografi  ....................................................................................111

Dimensi Ekonomi.....................................................................................113

Dimensi Sosial-Budaya ..........................................................................115

Dimensi Pertahanan dan Keamanan ..................................................117

BAB 6 KASUS PEMEKARAN DAERAH 121

Provinsi Banten: Mandiri, Maju, dan Sejahtera “Darussalam” .....122

Proses Pemekaran .................................................................................126

Banten Pasca-Pemekaran ....................................................................129

Kota Tangerang Selatan: Menuju Smart City  ..................................144

Proses Pembentukan Daerah Otonom Baru Kota Tangerang Selatan  ....147

Kota Tangerang setelah Pemekaran  .................................................155

Kabupaten Pangandaran: Ngadeg Sorangan...................................168

Dinamika Proses Pemekaran ................................................................171

Wajah Pangandaran setelah Pemekaran ..........................................182

Provinsi Gorontalo: The Hidden Paradise .........................................187

Proses Pemekaran .................................................................................189

Gorontalo Pasca-Pemekaran ...............................................................196

BAB 7 PENUTUP 203 DAFTAR PUSTAKA 209

INDEKS  217

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Desentralisasi Otonomi dan Pemekaran Daerah di Indonesia”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like…

Recent Posts
Post Gallery
Testimonial Widget
  • BookClub had a book that I was unable to locate from any other source. I am thrilled

    Amye David, Teacher

  • I had a question about my order and needed to contact customer service. Everyone I sp

    Elizabeth John, Novel Writer

  • I had bought one book from this online bookstore, and when I checked back to get an

    Jerry William, Manager

Text Widget

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

© 2017 , Design by Kodeforest